Hanya Terorist Jihad Yang Membantai Sipil Bukan Tentara AS !!!
                    
Amerika adalah negara yang berdasarkan system hukum keadilan bukan system yang 
berdasarkan kekuasaan.  Jadi di Amerika tidak ada orang atau kelompok yang 
paling berkuasa.

Kalo ada satu pejabat yang berkuasa, maka diatasnya ada lagi yang lebih 
berkuasa, diatasnya lagi ada lagi yang lebih berkuasa, demikianlah tidak ada 
habis2nya setiap tingkat kekuasaan pasti ada yang lebih kuasa lagi.  Semua ini 
berputar saling mengontrol yang disebut "check and balance".

Sesuai dengan kepercayaan, filosofi Cina, maupun Yunani, "diatas langit ada 
langit lagi !!!"

Beda dengan ajaran Islam yang kepercayaannya harus ada kekuasaan tertinggi 
seperti Allah yang berhak berbuat apa saja tanpa boleh dikontrol.  Ini 
bentuknya kekuasaan vertikal, ada penguasa paling tinggi yang paling berkuasa, 
dan ada tingkatan yang paling bawah yang biasanya diperah.

Jadi system kenegaraan Amerika dan negara2 Barat berbentuk system hukum 
keadilan yang digerakkan oleh institusi2 yang diawasi melalui "check and 
balance" yang kesemuanya cuma bertujuan mensejahterakan rakyatnya.  Rakyat 
sipil inilah yang merupakan bagian terpenting untuk memajukan system yang 
berlaku ini.  Rakyat sipil ini yang menjadi roda penggerak maupun kekuatan 
Amerika hingga bisa berkembang disegala bidang ekonomi, teknologi, sosial, 
science, dan politik.

Jadi fitnah2 dunia Islam se-olah2 tentara Amerika membunuhi rakyat sipil adalah 
tidak benar karena sebaliknya, rakyat sipil inilah yang menjadi sumber kekuatan 
superioritas power Amerika diseluruh dunia ini.

Bahkan, bantuan2 Amerika kesemua negara pun kesemuanya bertujuan membangun 
kekuatan rakyat sipil untuk memelihara kestabilan dan perdamaian untuk 
melancarkan tujuan Amerika membangun dan mengembangkan dunia melalui 
kesejahteraan rakyat sipil disemua negara2 didunia.  Jadi bohong kalo tentara 
Amerika dituduh membunuhi rakyat sipil, karena kalo benar itu terjadi maka 
Amerika sendiri yang hancur.

Begitulah, kenapa terorist jihad Islam hancur dan selalu kalah, jawabannya 
jelas, karena mereka memerangi, membunuhi rakyat sipil, membunuhi umatnya 
sendiri, tidak bertujuan mensejahterakan rakyat atau umatnya melainkan 
bertujuan mengejar pahala segelintir pemimpin yang diracuni keimanan Islam.  
Rakyat sipil harusnya menjadi kekuatan apabila disejahterakan hidupnya, karena 
kekuatan rakyat itu adalah kekuatan nyata, sedangkan kekuatan Allah belum 
pernah bissa mensejahterakan rakyat sipil ataupun memenangkan perdamaian sejak 
lahirnya nabi Muhammad.  Sejak Muhammad lahir hingga dia matipun, saling bunuh 
sesama Islam berlangsung terus sepanjang masa, bukan untuk mesejahterakan umat 
atau rakyat melainkan mesejahterakan "Allah" yang diwakili oleh nabi atau 
caliphnya.

> "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
> Faktanya, ketika Partai Demokrat
> menguasai Gedung Putih (dan dia
> sebagai menlu) tidak ada perbedaan
> samasekali. Serdadu AS tetap
> diperintah untuk seenak udelnya
> masuk ke negara orang menghamburkan
> peluru & bom membunuhi rakyat 
> sipil.

Kapan pernah ada serdadu AS membunuhi rakyat sipil, anda cuma memutar balik 
aja, yang dibunuhi itu terorist.  Serdadu Amerika berkewajiban melindungi 
kepentingan Amerika diseluruh dunia, karena kepentingan Amerika adalah 
perdamaian.  Dengan adanya perdamaian barulah Amerika bisa berdagang, bisa 
mendidik, bisa membantu membangun semua negara didunia yang selalu tertinggal 
segalanya.

Terorist itulah yang membunuhi rakyat sipil, sebaliknya tugas tentara Amerika 
justru melindungi rakyat sipil dan untuk itulah mereka digaji dari pajak hasil 
kegiatan ekonomi.

Membunuhi rakyat sipil adalah kegiatan terorist yang bertujuan merusak konsumen 
pemasaran dunia yang telah diatur oleh semua negara2 maju bersama Amerika.

Jadi enggak mungkin tentara Amerika membunuhi rakyat sipil karena hal itu 
justru merugikan dan merusak ekonomi Amerika dan ekonomi dunia.  Hanya terorist 
Jihad Islam yang berkepentingan merusak ekonomi Amerika dan dunia agar bisa 
melakukan pemaksaan Islamisasi seperti yang sering dialami keturunan Cina di 
Indonesia, umat Buddha di Thailand, umat Hindu di India, amoy2 yang diperkosa 
massal, mesjid2 Ahmadiah yang dibakari, harta benda umat Ahmadiah yang 
dijarahi, gereja2 yang dibakari, kesemua kegiatan Islamiah seperti ini cuma 
bertujuan satu yaitu menegakkan Syariah Islam dengan menghancurkan system pasar 
bebas yang tidak dipengaruhi oleh kepercayaan Islam atau agama manapun juga.

Artinya pasar itu harus bebas berdasarkan tawar menawar sesuai kesanggupan si 
pembeli dan tidak boleh merugikan penjual.  Jadi ekonomi Syariah itu jelas 
salah karena memaksakan cara2 berdagang bukan berdasarkan kebebasan melainkan 
berdasarkan keimanan dimana orang2 kafir, murtad dan Yahudi harus dirugikan, 
harus dihancurkan agar Syariah Islam bisa ditegakan, Islam bisa berkuasa 
didunia.

Demikianlah, tugas Amerika dan tentara Amerika adalah menjaga perdamaian demi 
kestabilan perekonomian dunia dan juga Amerika.  TAK MUNGKIN TENTARA AMERIKA 
DIPERINTAH MEMBUNUHI RAKYAT, karena rakyat itu adalah konsumen yang harus 
diperlakukan sebagai raja.  Itulah filosofi Amerika, pembeli adalah raja.

Ny. Muslim binti Muskitawati.











------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke