Refl : Kalau benar pecah pada tahun 2015 apakah Anda akan menangis atau tertawa terbahak-bahak?
Agaknya para petinggi penguasa NKRI serta kaum elit mengerti akan hal ini maka oleh karena itu mereka tidak mau membangun daerah, yang mereka pentingkan ialah mengumpulkan kekayaan untuk keluarga agar dalam keadaan apa pun yang terjadi kehidupan nirwana mereka tetap terjamin. http://www.indonesiamedia.com/2011/05/18/tanggapan-terhadapramalan-indonesia-pecah-tahun-2015/ Tanggapan terhadap, ramalan Indonesia pecah tahun 2015. Posted on May 18 2011 by Ferdinand Pandey / IM Membaca ramalan Djuyoto melalui tulisannya seperti ini ,saya kira hampir semua orang bisa melakukannya.Lain lagi kalau penjelasannya/analisanya seperti dua orang akhli ilmu sosial yaitu,Huntington dan yang satulagi lupa namanya, mereka berdua pernah memprediksikan di dunia yang semakin global akan terjadi benturan kebudayaan (agama) dalam bentuk kekerasan. Analisa ramalan/prediksi kedua akhli Ilmu sosial tersebut didasarkan pada penelitan ilmiah, dan ternyata kebenaran ramalan/predisinya terbukti setelah 20 tahun kemudian terjadi pemboman yang dikenal dengan peristiwa 9 - 11 - 2001. di New York.Dibandingkan dengan ramalan Djuyoto bahwa tahun 2015 NKRI akan bubar, ramalan seperti ini beberapa tahun sebelumnya sudah banyak orang yang mengatakan dan diberitakan di Media Pers. Hanya saja perbedaannya Djuyoto mengkaitkan dengan mistik/aliran kepercayaan kejawen. Saya katakan hampir semua orang bisa melakukan ramalan seperti ini,karena saya sendiri ditahun 2004 sudah mendengar bahwa perjuangan Islam garis untuk menjadikan NKRI menjadi negara berazaskan Islam akan tinggal landas tahun 2015 dan di tahun 2020 Hukum syariah sudah rampung penerapan di seluruh NKRI.Apalagi tahun 2011 sekarang ini sudah semakin terlihat berbagai kekacauan yang mereka ciptakan dalam rangka NKRI menjadi "Negara Islam Indonesia".Dari sini saja sudah sangat jelas Indonesia akan terpecah belah apabila rencana tersebut terus dipaksakan. Dari uraian penjelasan Djuyoto ini,maksud sebenarnya bukan murni ramalan atau tidak sama seperti yang dikemukakan oleh kedua akhli ilmu sosial tersebut diatas,tetapi penjelasan Djuyoto lebih mengarah kepada anti "Demokrasi",Seperti diketahui nillai nilai demokrasi sudah menjadi "Main Stream"nilai nilai global".Dalam hal ini suatu bangsa negara untuk masuk dalam pergaulan Global, nilai nilai Global tersebut, minimal sudah harus tersirat dalam "penerapan Hukum, HAM,sistem Hukum Ketatanegaraan" dalam hal menjalankan sistem pemeritahan dalam negaranya. Pada kenyataannya bangsa negara yang sampai sekarang masih tetap anti demokrasi dalam berprocesnya di era globalisasi tidak bisa bertahan, dimana masyarakatnya terus menerus mengalami kekacauan,penderitaan,kekerasan,semakin terpuruk,dll.Contoh,negara2 yang anti demokras,yang masih menjalankan Hukum Syariah yaitu,beberapa negara Arab yaitu,Suriah,Iran,Irak,dan di Asia adalah Pakistan,Afganistan,dan Indonesia sedang menuju kesana.kemudian beberapa negara di Africa antara lain, Mesir, Libia, Somalia, Yaman.Sudan, dll. Begitu juga negara negara yang masih menjalankan Hukum dan sistem Ketata Negaraannya berdasakan faham sosial komunis nasibnya sama dengan negara2 Islam tersebut yaitu, beberapa negara di America Latin,Cuba,Bolivia, dan di Asia tinggal satu2nya yaitu Korea Utara. Menurut pengamatan saya selama ini di Indonesia ada tiga aliran yang anti demoksi Yaitui, 1)Islam garis keras yang berusaha dengan kekerasan untuk menjadikan NKRI negara Islam, 2)Feodal Kejawen ,yang sangat bernafsu menguasai NKRI dimana NKRI harus dikuasai oleh tirani turun temurun dari kelompok keluarga keluarga yang berasal dari sekitar kelompok mereka. 3)Mereka yang masih menganut aliran sosiallis Marxisme.Mereka ini sangat anti USA,negara2 Eropa Barat,Australia,anti Semit(bangsa Yahudi),dan negara negara maju lainnya. Ketiga kelompok aliran tersebut diatas,dalam rangka mencapai tujuan masing masing,kenyataan dilapangan mereka saling memanfaatkan,saling menunggangi dan saling memanipulasi.Situasi dan kondisi masyarakat luas diobok obok antara lain dalam hal keamanan dan ketenangan hidup .Masyarakat sering diadu domba dikotak kotakan dengan cara mempertentangkan perbedaan SARA. Hukum dan HAM dan Hukum Tata Negara ditumbangkan alias dilumpuhkan.Seperti kita ketahui bersama, sekarang ini banyak kasus kejahatan berat yang terjadi,dan bukan lagi rahasia umum bahwa,"yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar.Untuk menutupi kebangkrutan Negara yang disebabkan kejahatan Korupsi yang dilakukan oleh penguasa istilah, neolib, kapitalisme, liberalisme, kafir, sering digunakan untuk menuduh negara2 maju yang Demokrasi sebagai penyebab,keterpurukan bangsa negara,dengan maksud mengalihkan perhatian masyarakat dari kejahatan berat yang dilakukan oleh para penguasa.Supaya masyarakat luas tetap dibodohi dan terisolasi dari pergaulan Global istilah tersebut sering digunakan dengan cara memutar balikan data dan fakta bahwa,negara2 maju yang menganut nilai2 Demokrasi adalah penyebab yang selalu membawa malapetaka dan penderitaan bagi umat manusia diseluruh dunia.Karena dengan terisolasinya masyarakat luas dari pergaulan globalisasi dengan sendirinya kegiatan masyarakat luas hanya bergantung akan segala galanya kepada penguasa.Sehingga dengan adanya ketergantungan rakyat/masyarakatnya tetap bodoh,merasa terancam,tidak ada kreatifitas dan actualisasi diri serta tetap miskin sehingga dengan demikian gampang diatur dengan sesuka hati oleh mereka yang berkuasa. Disadur dari Milis Migas Indonesia,.. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
