Membenci Barat Hanyalah Memenjarakan Diri Sendiri !!!
                              
Kalo anda seorang sarjana, kalo anda lulusan SMA, tentu sudah sekian tahun 
merasakan bagaimana kehidupan sebagai pelajar, bagaimana caranya belajar, 
bagaimana kita menyimak guru yang mengajar, bagaimana kalo kita tidak bisa 
menyimak dikarenakan kebencian kepada guru yang mengajar, kesemuanya ini 
merupakan rangkaian mata rantai yang penting dalam kesuksesan anda dalam dunia 
pendidikan yang menentukan masa depan anda jadi cerah atau malah jadi suram !!!!

Faktor penting yang paling berpengaruh dalam kegagalan belajar adalah 
"kebencian".

Kalo anda membenci guru pengajar yang mengajarkan mata pelajaran tertentu, akan 
berakibat anda tidak mampu menyimak, anda tidak mampu menghafal, anda tidak 
mampu memahami, dan kesemuanya pasti menyerumuskan anda dalam kegagalan.

Kebencian bukan cuma sebatas gagal menempuh pendidikan saja, lebih parah lagi 
anda menderita psikosomatis, menderita neurosis, menderita insomnia, menderita 
paranoid, depressi, hypochondria, psikotis, termasuk juga kerusakan kepribadian 
berupa psikopatik yang cuma merugikan keluarga, lingkungan, dan diri sendiri 
seperti menjadi terorist jihad dlsb.  Kesemua ini hanyalah menciptakan penjara 
bagi diri sendiri, mengisolasi diri sendiri, menjebloskan diri sendiri kedalam 
neraka kebencian yang kita ciptakan sendiri.

Demikianlah, ajaran Islam yang mewajibkan umatnya untuk membenci orang kafir, 
membenci orang murtad, membenci orang Yahudi, membenci penyembah berhala, 
membenci patung2, membenci sesama Islam Ahmadiah, Syiah, Kurdi, Wahabi dll 
kesemuanya ini akan berakibat sama atau bahkan lebih parah daripada fenomena 
membenci guru pengajar saja.

Sebagai seorang muslimah, saya menyadari betul2, bahwa 95% khotbah2, dakwah2, 
maupun isi Quran dan Hadistnya dipenuhi dengan kebencian2 itu, kalopun ada 
muslimin atau muslimah seperti saya ini yang menyalahkan ajaran kebencian 
seperti ini malah dituduh "bukan Islam", dituduh "murtad", dituduh "sesat", 
dituduh "kafir", dan dituduh "antek-Yahudi".

Tetapi, kita juga menyadari, bahwa meskipun 95% khotbah2, dakwah2 dan isi Quran 
itu penuh dengan kebencian, ternyata 85% muslimin dan muslimah di INDONESIA 
menolak ajaran2 kebencian seperti ini.  Biasanya kelompok muslimin yang 85% 
cinta damai inilah yang dituduh Islam abangan, dituduh Islam murtad, dituduh 
bukan Islam termasuk disini Islam aliran Ahmadiah yang menolak kekerasan dan 
kebencian dalam ajaran2 Islam alirannya dengan merubah segala tafsir2 yang 
membentuk kebencian menjadi bentuk perumpamaan dan simbol2 abstract saja 
sebagai peninggalan budaya Islam masa lalu.

Masih banyak imam2 di mesjid2 menyebarkan dakwah2 dan khotbah2 Islam yang 
dipenuhi kebencian kepada barat.  Padahal negara2 barat melarang kebencian 
bentuk apapun juga, melarang diskriminasi agama apapun juga, melarang 
memproklamasikan agama yang paling benar dan agama yang paling salah.  Semua 
agama harus disamakan, diperlakukan sama, sama derajat, sama harkatnya, dan 
sama2 harus dihormati.

Artinya, di-negara2 semua umat beragama dilindungi kebebasannya untuk memilih 
agama yang dipercayainya, bebas ber-pindah2 menganut agama yang ingin 
dirasakannya, bebas menganut satu, dua atau sepuluh agama.

Artinya, membakari mesjid Ahmadiah, menganiaya umat Ahmadiah, membakar mesjid 
Ahmadiah, kemudian menjarah harta benda umat Ahmadiah--untuk kemudian korban2 
ini dipaksa pindah ke agama aliran Islam yang dianut penguasa negara ini 
BUKANLAH KEBEBASAN BERAGAMA TETAPI KITA SEBUT PEMAKSAAN AGAMA ATAU TEROR2 AGAMA 
ISLAM.

Apa yang dialami korban2 umat Ahmadiah katanya memang dibolehkan dalam Islam 
bahkan diwajibkan, dilegalisir atau diperkuat kesahihannya melalui fatwa yang 
bersumber dari AlQuran dan Hadist-nya.

Semua kebencian, kekejian, dan teror2 Islam ini memang tertulis dalam Alquran 
sebagai kewajiban, sebagai sunnah nabi, sebagai wahyu sahih Allah, dlsb.  
Tetapi tidak semua muslimin, tidak semua umat Islam yang menyetujui ajaran2 
seperti ini, meskipun tulisan2 dalam Quran dan Hadistnya secara literal memang 
merupakan kebencian, namun dalam prakteknya lebih dari 85% muslimin didunia 
menolaknya dengan mengubah pemahamannya dengan berbagai cara seperti yang 
dilakukan Ahmadiah dengan menerbitkan buku suci pendamping maupun hadist2 yang 
baru yang justru menyalahkan ajaran2 seperti itu sebagai ajaran sesat.

Tetapi 15% dari kelompok yang mengejar keimanan seperti bentuk yang di 
sunnahkan nabi Muhammad, menuduh Islam Ahmadiah bukan Islam, menuduh Islam 
abangan bukan Islam, menuduh Islam KTP bukan Islam, mereka semua dianggap 
murtad dan dihalalkan untuk dianiaya siksa sampai mati.

Demikianlah, akibat pejabat2 negara dan penguasa tertinggi negara yang 
dipengaruhi atau dikuasai oleh 15% kelompok penganut teror jihad inilah yang 
telah menjerumuskan negara dalam isolasi kebencian terhadap Barat, pura2 
bersahabat dengan barat, mengundang mereka berinvestasi disini untuk kemudian 
dijarah, dibakar dan dianiaya investor2 asing yang bukan Islam ini.

Demikianlah, baru beberapa hari yang lalu, pemerintah RI mengirimkan 100 
santri2 ke Jepang untuk magang, lalu apa targetnya???  Katanya sih untuk 
membuka lapangan kerja.  Tolol bukan???  Ini namanya korupsi, dolan2 ke Jepang, 
karena santri itu artinya mereka yang keahliannya adalah mengaji, dakwah, baca 
Quran, dan hukum Islam, mereka bukan dididik khusus untuk magang.

Harusnya khan kalo mau buka lapangan kerja dengan mengirim ahli2 magang 
tentunya kualitasnya lebih baik dalam membuka lapangan pekerjaan bukan malah 
mengirim santri2 karena mereka bukanlah bidangnya.  Kalopun mau mengirim santri 
untuk magang, maka maganglah mengelola Mesjid2, magang dibidang per-imaman, 
magang menciptakan fatwa2 ke Arab Saudia, ke Pakistant, ke Yaman dan atau 
negara2 Islam lainnya.  Bukan ke Jepang pastinya.

Kontraproduktif jadinya, disatu pihak ajaran Islam yang mendidik dan 
melestarikan kebencian kepada orang2 kafir, murtad, yahudi dan penyembah 
berhala seperti mayoritas negara di Jepang, dilain pihak dikirim untuk magang 
mempelajari cara2 pembukaan lapangan kerja yang sangat anti-Islamiah ke negara 
Jepang.

Latar belakang kebencian ajaran Islam akan merusak kemampuan para santri untuk 
menyerap pengetahuan ataupun pelajaran yang diajarkan kepada para santri 
nantinya di Jepang.  Karena kebencian itu membuat pelakunya jadi tolol, jadi 
terkebelakang, jadi penjara atau isolasi diri sendiri.  Dan hasil magangnya 
para Santri ke-negara2 kafir ini hanyalah menambah kebencian, memupuk 
kebencian, kedengkian dan prejudice dalam alam bawah sadar para santri itu 
sendiri.

Betul, tidak semua santri yang bersikap negatif seperti itu, dan mereka para 
santri yang berpikiran positif-pun tetap terkebelakang, karena mereka dikirim 
bermagang ke Jepang bukan mempelajari cara2 kafir membuka lapangan kerja, tapi 
mereka berdakwah ke orang2 Jepang agar masuk Islam.  Tidak ada apapun yang 
berhasil dipelajarinya di Jepang, karena sepulangnya dari Jepang, sebagian 
makin meningkat kebenciannya, makin tidak puas terhadap tanah airnya, 
sebaliknya mereka yang sebagian lagi merasa puas sekembalinya dari Jepang 
karena berhasil mengIslamisasikan satu, dua atau sepuluh orang2 Jepang yang 
dinikmatinya sebagai menambah pahala bukan menambah lapangan kerja.

Alhasil, negara ini tetap dipenuhi pengangguran2 yang bertitel santri2.  
Celakanya santri2 inipun tidak laku untuk bekerja disemua negara2 Islam diluar 
Indonesia.

Sebagai muslimin dan muslimah, kita semua harus berani mengakui ajaran2 Islam 
yang salah meskipun datangnya dari Allah, dan Allah tetap bisa salah.  Apalagi 
Quran yang ditulis manusia dan dicetak oleh mesin2 cetak buatan barat untuk 
disebarkan kepada dunia muslimin yang cuma menghasilkan pengangguran, teror 
jihad, dan melestarikan kebencian terhadap sesamanya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke