Ajaran ISLAM yang Utama adalah berbakti pada Tuhan ( Shalat ); kemudian 
menafakahkan sebagian rizqi dijalan Allah dll. amal shalih. Ini jelas perintah 
Tuhan; dan ini harus dilakukan penuh ketulusan, maka kalau orang Islamnya NGACO 
sendiri; itu tanggung jawab masing2. Dan sudah dicanangkan bahwa orang yang 
benar2 beribadat secara Ikhlas itu hanya sedikit. Kebanyakan yaa HUBUD Dun_ya; 
yang ujungnya saling fitnah, Itu bukan ajaran Islam;; itu JELS sekali !
Tapi adapun orang yang MENGAKU Islam sangat banyak. Ya memang sesuai ayat yang 
mengatakan yang diterima hanya sedikit. Jadi kalau ajaran Islam sudah rusak 
seperti ini; memang itupun sesuai Dalil, bahwa yang memporak porandakan Islam; 
ya umat Islam sendiri.

Allah menghendaki KETULUSAN dari Umat Islamnya. Tapi sampai saat ini yang ada 
mungkin hanya NGAKU atau pengakuan saja.

Boleh dikata yang benar2 TULUS Islamnya mungkin kurang dari 1%
Karena hampir rata2 mengejar DUNIA !

Adapun kesempatan untuk melakukan PELANGGARAM sangat TERBUKA; bukan berarti 
kelemahan atau kesalahan ajaran; tapi itu semata SELEKSI dari Allah menguji 
KETULUSAN Manusia !

Dan kalau ternyata memang lebih banyak yang jahat dari pada yang BAIKNYA; 
itupun sudah dalam perhitungan Allah.

Sekarang ini makin banyak manusia2 yang tidak takut lagi sama Tuhan; dan sudah 
terkontaminasi bahwa TUHAN itu tidak ada.
Yaaa itu wajar sajalah. Ajaran aslinya yaitu Al Qur_an tetap saja BAGUS; tapi 
manusianyalah yang memang hanya jadi sekedar MENGAKU ISLAM


--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote:
>
>                                               
> Meskipun ada ayat2 Quran yang melarang fitnah, tapi ajaran dan hukum Islam 
> membuka kesempatan dan menyuburkan bergagai fitnah2.
> 
> Janganlah menganggap Islam itu agama kejujuran atau agama damai, justru Islam 
> merupakan satu2nya agama yang penuh fitnah, kebencian, kedengkian dan 
> kekejaman.
> 
> Salah kalo anda menganggap bahwa yang penuh fitnah itu adalah orangnya bukan 
> ajaran agamanya.  Justru ajaran agamanya itu yang membuka kesempatan setiap 
> umatnya untuk mengembangkan aktivitas saling memfitnah, saling membenci dan 
> menyebarkan kebencian.
> 
> Ini betul2 kejadian dan bisa dibuktikan dari bukti2 nyata yang betul2 terjadi 
> di negara Islam di Malaysia.  Gara2 negara Malaysia memberlakukan hukum 
> Syariah Islam itulah menyebabkan wakilnya Perdana Menteri Mahathir yaitu 
> Anwar Ibrahim menjadi korban fitnah dituduh melakukan sodomy yang berdasarkan 
> hukum Islam adalah hukuman picis sampai mati.  Namun dia beruntung, secara 
> rahasia dibelakang layar pemerintah Inggris menyelamatkan beliau hingga cuma 
> dihukum penjara seumur hidup yang setelah dijalaninya selama lima tahun 
> akhirnya bisa dibebaskan.
> 
> http://en.wikipedia.org/wiki/Anwar_Ibrahim
> http://www.youtube.com/watch?v=j6JEcl824vo
> http://www.youtube.com/watch?v=4Nz-pr1PsoU&NR=1
> 
> Secara serampangan aja karena mau membela ajaran Islam yang salah ini banyak 
> umat Islam menganggap kejadian ini sebagai kesalahan orangnya bukan kesalahan 
> ajaran Islam itu sendiri.
> 
> Anwar Ibrahim dituduh melakukan sodomy yang berdasarkan hukum Islam 
> diharamkan dan pelakunya dihukum mati.  Padahal dia pejabat tinggi sebagai 
> wakil perdana menteri.
> 
> Memang tidak bisa disangkal kejadian ini didorong oleh persaingan politik 
> yang memanfaatkan atau menyalah gunakan ajaran Islam yang banyak kelemahannya 
> ini untuk mencelakakan Anwar Ibrahim yang dituduh melanggar ajaran Islam.
> 
> Cobalah anda semua membayangkannya, apakah kejadian fitnah seperti ini bisa 
> terjadi kalo negara Malaysia tidak menggunakan hukum Syariah Islam tapi hukum 
> sekuler ???  TIDAK MUNGKIN BISA TERJADI.
> 
> Karena disemua negara sekuler urusan persaingan politik juga tetap sama2 
> terjadi, namun menggunakan fitnah yang mencelakakan politisinya seperti yang 
> terjadi dinegara Islam Malaysia ini tidaklah mungkin bisa terjadi.
> 
> Dinegara sekuler, kalo anda fitnah seorang politikus atau pejabat negara 
> melakukan sodomy, tentu diperiksa apakah praktek sodomy ini menyangkut 
> fasilitas negara atau tidak, kalo ternyata menyangkut fasilitas negara, maka 
> pejabat pelakunya dipecat dan diadili sebagai korupsi dan dituntut ganti rugi 
> saja bukan hukuman mati.
> 
> Lagi pula, tidak gampang untuk menuduh atau memfitnah seseorang melakukan 
> pelanggaran tanpa bukti2 hanya kesaksian2 saja seperti halnya dalam Syariah 
> Islam.
> 
> Begitulah kejadiannya, Anwar Ibrahim dituntut melanggar Syariah Islam dalam 
> melakukan sodomy terhadap keempat sopir2nya yang menjadi saksi.  Syariah 
> Islam cukup menjatuhkan vonis atas dasar kesaksian empat orang yang rajin 
> shalat, ke Islamannya dianggap sempurna.  Begitulah keempat sopir Anwar 
> Ibrahim ini memang merupakan orang2 yang soleha.
> 
> Kalo dinegara sekuler, meskipun pejabat atau politikus itu difitnah melakukan 
> sodomy, selama tidak merugikan negara, jabatannya, dan masyarakat maka hal 
> itu hanyalah dianggap hiburan pribadi yang tidak boleh dicampuri negara 
> maupun masyarakat.  Jadi dinegara sekuler tidak bisa siapapun melakukan 
> fitnah seperti ini meskipun punya niat karena kesempatannya memang tidak ada.
> 
> Sebaliknya di negara2 Syariah kesempatan fitnah2 seperti ini terbuka lebar, 
> cukup menyogok empat supir yang soleh ini untuk bersaksi dimuka pengadilan 
> bahwa tuannya melakukan sodomy, maka celakalah yang jadi tuannya, leher 
> digorok sampai putus dimana sebelumnya disiksa badaniahnya.
> 
> Demikianlah, hukum syariah yang merajam pezina, memotong tangan pencuri, 
> memenggak kepala orang murtad, membunuh penista agama, kesemuanya ini 
> merupakan kesempatan terbuka untuk menyebarkan fitnah mencelakakan orang yang 
> tidak bersalah.
> 
> Demikianlah, hukum Syariah Islam di Malaysia telah banyak mengorbankan 
> masyarakat dimana salah satunya wakil perdana Menteri Anwar Ibrahim yang 
> beruntung diselamatkan kerajaan Inggris cuma menjalani hukuman 5 tahun 
> dipenjara.
> 
> Sekali lagi, ini bukanlah cuma kesalahan orangnya, tapi terutama kesalahan 
> ajaran agama Islam yang membuka kesempatan untuk setiap umat yang soleh 
> melakukan fitnah2 untuk menyebarkan malapetaka.
> 
> Jadi bukanlah men-jelek2an Islam dengan hadirnya filem "fitna" yang 
> diproduksi oleh perusahaan filem di Belanda yang disutradarai oleh seorang 
> wanita Nigeria yang menjadi korban hukum Syariah ditanah airnya yang kemudian 
> berhasil mendapatkan suaka politik diselamatkan tinggal di Belanda.
> 
> Memberantas kejahatan bukan hanya dengan menghukum para pelaku kejahatan 
> saja, tetapi juga harus dilakukan pencegahan dengan menutup kesempatan untuk 
> melakukan kejahatan.
> 
> Contohnya, kalo ada undang2 negara yang memberi santunan seumur hidup kepada 
> orang2 buta, maka banyak orang yang tidak buta mengaku buta dengan 
> memanfaatkan undang2 tsb agar mendapatkan santunan.
> 
> Sama halnya dengan Syariah Islam yang merajam pezinah yang bisa dimanfaatkan 
> untuk tujuan membunuh saingannya dengan memfitnahnya berzinah, atau 
> memfitnahnya mencuri agar tangannya dipotong.
> 
> Sekali dirajam tidak akan hidup lagi, sekali tangan dipotong tidak akan bisa 
> tumbuh lagi.  Itulah sebabnya, hukum Syariah ditolak disemua negara2 Islam 
> sekarang ini karena melanggar HAM meskipun tetap secara sembunyi2 dilakukan 
> negara2 Islam.  Karena hukum2 syariah Islam ini sangat rentan untuk salah, 
> banyak celah2nya untuk fitnah.
> 
> Niat buruk di-mana2 bisa ada, tapi kalo kesempatannya tidak ada, maka niat 
> buruk itu tidak bisa terlaksana.  Demikianlah, ajaran Islam memberi 
> kesempatan niat buruk itu bisa terlaksana dan itulah "fitna".
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke