Refleksi : Tentu saja para petinggi politisi Golkar banggakan Orde Baru (OB), karena mereka menjadi partai pemerintah untuk jangka waktu selama 32 tahun Soeharto berkuasa dan ketua Golkar untk waktu yanglam adalah juga Soeharto. Mereka bangga dan senang karena rejeki nomplok bagi mereka sebagai partai politik pemerintah.
Lantas bagaimana dengan politisi partai-parta lain waktu itu, tentu juga senang sebab mereka turut menikmati madu kekuasaan OB dan oleh karena itu mereka tidak pernah mengutik-ngutik pelanggaran HAM atau kritik bahwa Soeharto adalah salah satu penjahat dan koruptor terbesar sebagai presiden. Sesuai UN StAR dikatakan bahwa hasil panen korupsi Soeharto yang disembunyikan diberbagai pelosok dunia mempunyai jumlah US$ 30 miliar - US$ 50 miliar. Pada zaman OB anggota partai politik yang menjadi anggota parlemen atau juga disebut DPR (Dewan Penipu Rakyat) mempunyai fungsi tugas 5D yaitu Datang, Duduk, Diam, Dengar, DUIT. Apakah Golkar juga bangga bahwa pada waktu Orba berkuasa, Pertamina mengalami kerugian kurang lebih US$10 miliar sedangkan perusahaan-perusahan minyak dan gas di negera-negera lain mengalami keuntungan berlipat ganda. Apakah politisi Golkar juga bangga bahwa NKRI dibebani hutang luar tujuh turunan? http://nasional.kompas.com/read/2011/05/19/22331793/Politisi.Golkar.Banggakan.Orde.Baru Politisi Golkar Banggakan Orde Baru Maria Natalia | Benny N Joewono | Kamis, 19 Mei 2011 | 22:33 WIB wordpress.com Alm. Presiden Soeharto memancing di tengah laut JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Golkar, Bambang Soesatyo, membenarkan dan mengakui bahwa sudah sewajarnya masyarakat merasa lebih nyaman dengan Orde Baru. Hal ini disebabkan masyarakat kecewa, ternyata di Orde Reformasi hanya memberi janji, tetapi tidak memberikan yang lebih baik daripada Orde Baru. Hal ini diungkapkan untuk menanggapi hasil survei Indo Barometer yang menyatakan persentase dari 1.200 responden survei itu lebih memilih Orde Baru dan era kepemimpinan Soeharto. "Ini sebenarnya akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan yang ada saat ini. Ada beberapa kekeliruan yang dirasakan masyarakat terjadi setelah Orde Reformasi," ujar Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2011). Kekeliruan tersebut, di antaranya, mengenai pemilihan menteri-menteri dalam era SBY yang dinilai tidak berdasarkan kemampuan ataupun keahlian di bidangnya dan dilihat sesuai dengan suku dari orang-orang yang terpilih. "Ketika zaman Pak Harto, menterinya jauh lebih berkualitas. Jauh sekali. Kalau zaman Reformasi, dipilih karena jasa terhadap orang yang mendukung partai, juga dari sukunya. Seperti Mari Pangestu untuk mewakili dari teman-temannya Mari. Jadinya ia (Mari) lebih pro para leluhurnya, kita sudah paham itu," imbuhnya. Menurutnya, saat zaman Soeharto, untuk memilih seorang menteri diperlukan seleksi yang ketat. Bukan sekadar disorot televisi, melainkan dipanggil dan ditawari menjadi menteri seperti yang terjadi di Orde Reformasi. "Zaman ini, menteri enggak mengerti bidangnya sendiri. Dulu pemilihan menteri bukan sekadar basa-basi, disorot TV saja. Ada seleksi yang ketat," katanya. Tak lupa juga ia menyindir bahwa kebebasan pers yang telah dimaklumkan sejak zaman Reformasi sebenarnya bertujuan untuk pencitraan diri semata dengan dalih demokrasi. "Masyarakat itu tahu memiliki pemimpin, tapi tidak merasa dipimpin. Itu yang menjadi pertanyaan. Kalau soal kebebasan pers itu ya karena tabiat pemimpinnya suka menjaga pencitraan," tandasnya. TERKAIT: a.. Rindu Soeharto, Kangen Orba b.. Unggulkan Soeharto, Siapa yang Disurvei? c.. How Suharto Can be More Popular than SBY d.. Survei Indo Barometer Cambuk untuk SBY e.. Soeharto, Presiden yang Paling Disukai Publik [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
