Refleksi : Kalau tidak bisa bayar hutang, harus dinayatakan  bangkrut!  Tetapi, 
kalau berkendak perusahaan tetap hidup maka hutang tidak dihapus,  diadakan 
perubahan   management  dan bila perlu struktur perusahaan dengan syarat hutang 
dibayar secara mencicil sampai lunas 100%.

Tetapi dapat dimenerti hakekat rezim tukang copet al catut yang selalu melihara 
dan menguntungkan salah urus bin koruptor.

http://www.antaranews.com/berita/259469/pemerintah-dukung-penghapusan-utang-merpati

Pemerintah Dukung Penghapusan Utang Merpati
Jumat, 20 Mei 2011 17:04 WIB | 683 Views

 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar. (FOTO ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian BUMN membuka peluang kepada PT Merpati 
Nusantara Airlines untuk menghapusbukukan (write-off) utang maskapai itu kepada 
pemerintah yang nilainya mencapai sekitar Rp2,1 triliun.

"Pemerintah mendukung langkah Merpati yang mengajukan penghapusbukuan 
kewajibannya terutama kepada pemerintah dan BUMN," kata Menteri BUMN Mustafa 
Abubakar di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Jumat.

Menurut Mustafa, Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Merpati, 
berpandangan bahwa penghapusbukuan utang Merpati harus mendapat persetujuan 
dari Kementerian Keuangan dan DPR.

Saat ini, total utang Merpati tercatat sekitar Rp4 triliun atau mencapai dua 
kali lipat dari total aset perseroan.

Berdasarkan kajian PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang menangani 
restrukturisasi Merpati, utang Merpati kepada pemerintah sebesar Rp2,1 triliun 
berasal dari utang program penerusan pinjaman (subsidiary loan agreement/SLA) 
untuk pengadaan 15 unit pesawat MA-60 dari Xian Aircraft Industrial Corp.

Selain utang SLA, Merpati juga memiliki kewajiban sebesar Rp1,9 triliun kepada 
swasta dan BUMN meliputi PT Pertamina, Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, dan 
termasuk kepada PPA.

"Tentu kami menempuh berbagai cara yang meringankan perusahaan seperti 
write-off, konversi utang menjadi saham, maupun penyertaan modal negara," 
ujarnya.

Opsi yang ditempuh dalam menangani utang diharapkan dapat meringankan beban 
perseroan, namun tidak pula membebani keuangan negara.

Sesungguhnya, ujar Mustafa, Merpati sangat terbebani utang masa lalu sehingga 
membutuhkan komitmen penuh pemerintah untuk membangkitkan kembali perusahaan 
itu. 

(R017/R007) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke