Saya Mempelajari Kebenaran Dari Quran
Diposkan oleh Ali Sina pada tanggal 30 April 2011
Saya
dilahirkan dalam keluarga religius yang moderat. Dari pihak ibu, saya
mempunyai beberapa kerabat yang termasuk dalam golongan para Ayatollah.
Walaupun kakek saya (yang tidak pernah lihat) dapat dikatakan adalah
seorang yang berpikiran bebas, kami semua adalah orang beriman.
Orang-tua saya tidak terlalu menyukai para mullah. Kenyataannya,
hubungan kami dengan para kerabat kami yang lebih fundamentalis tidak
begitu erat. Saya menilai keluarga saya sebagai orang-orang yang percaya pada
“Islam yang sejati”, bukan Islam seperti yang diajarkan dan
dipraktekkan oleh para mullah.
Saya
teringat bahwa saya pernah mendiskusikan agama dengan suami salah
seorang bibi saya ketika saya masih berusia sekitar 15 tahun. (lihat: about).
Ia adalah seorang Muslim fanatik yang sangat memperhatikan fiqh
(yurisprudensi Islam). Fiqh menjelaskan bagaimana orang Muslim
seharusnya bersembahyang, berpuasa, menjalani kehidupan pribadi dan
publik mereka, melakukan bisnis, membersihkan diri, menggunakan toilet,
buang air kecil, berpasangan dan bersetubuh. Saya berargumen, hal-hal
itu tidak ada kaitannya dengan Islam yang sejati. Menurut saya hal-hal
itu adalah rekaan para mullah, dan perhatian berlebihan kepada fiqh
menghilangkan nilai kemurnian pesan Islam, yang saya yakini adalah untuk
menyatukan manusia dengan Penciptanya. Pandangan ini sangat diinspirasi oleh
Sufisme. Banyak orang Iran, berkat puisi-puisi Rumi, hingga pada
tingkatan yang tinggi, dapat disebut Sufi berdasarkan penampilan
mereka.
Sudah
tentu Sufisme tidak benar-benar damai. Namun Sufisme lebih mistik
daripada Islam sejati yang benar-benar duniawi dan tidak spiritual.
Namun demikian, ia dapat sangat menyesatkan.
Di awal
masa remaja saya memperhatikan adanya diskriminasi dan kekejaman
terhadap anggota-anggota kelompok minoritas agama di Iran. Ini lebih
terlihat di kota-kota provinsi dimana para mullah mempunyai kekuasaan
yang lebih besar atas penduduk yang mudah dibodohi.
Oleh
karena pekerjaan ayah saya, kami tinggal selama beberapa tahun di
kota-kota kecil di luar ibukota. Suatu hari guru kami mengumumkan bahwa
ia hendak membawa kelas kami pergi berenang. Hal sederhana seperti itu
adalah sesuatu yang sangat besar bagi kami yang hidup di negara dunia
ketiga. Kami sangat senang dan sangat menantikan hari itu. Di kelas kami ada
beberapa anak yang beragama Baha’i dan Yahudi. Pada hari
keberangkatan, guru kami mengatakan pada mereka bahwa mereka tidak boleh ikut.
Ia berkata mereka tidak diijinkan berenang di kolam yang sama
dengan orang Muslim. Saya tidak dapat melupakan kekecewaan anak-anak itu ketika
mereka meninggalkan sekolah dengan berlinang air mata, sedih dan patah hati.
Pada usia seperti itu, sekitar 9 atau 10 tahun, saya belum
mengerti hal tersebut dan merasa sedih melihat ketidakadilan ini. Saat
itu saya berpikir kesalahan mereka adalah mereka bukan orang Muslim.
Saya
percaya bahwa saya beruntung mempunyai orang-tua yang berpikiran terbuka dan
mendorong saya untuk berpikir kritis. Mereka berusaha untuk
menanamkan pada saya kasih kepada Allah dan para utusan-Nya, namun juga
menjunjung nilai-nilai kemanusiaan seperti kesamaan hak antara pria dan
wanita, dan kasih pada semua orang. Kini saya tahu mereka tidak
mengetahui apa-apa mengenai Islam yang sejati. Dapat dikatakan, seperti
itulah keluarga-keluarga orang Iran yang berpendidikan pada umumnya.
Kenyataannya, mayoritas orang Muslim percaya bahwa Islam adalah agama
yang humanis, yang menghormati hak-hak azasi manusia, meninggikan status wanita
dan melindungi hak-hak mereka. Orang Muslim pada umumnya percaya bahwa Islam
berarti damai. Tak perlu dikatakan lagi, hanya sedikit
diantara mereka yang telah membaca Quran.
Saya
menghabiskan awal masa remaja saya dalam firdaus ketidakpedulian yang
indah itu, menyanjung “Islam yang sejati” seperti yang saya bayangkan,
dan mengkritik para mullah dan penyimpangan mereka dari Islam yang
sejati. Saya mencita-citakan Islam yang bersesuaian dengan nilai-nilai
kemanusiaan saya sendiri. Islam imajiner saya adalah sebuah agama yang
indah. Sebuah agama yang menjunjung kesetaraan dan kedamaian. Sebuah
agama yang menganjurkan para pengikutnya untuk mengejar pengetahuan dan
bersikap ingin tahu. Sebuah agama yang selaras dengan sains dan nalar.
Kenyataannya, saya dibawa untuk percaya bahwa sains mendapatkan
inspirasinya dari Islam, yang pada akhirnya menghasilkan buahnya di
Barat dan memungkinkan adanya penciptaan-penciptaan dan
penemuan-penemuan modern. Dengan demikian, Islam adalah dasar utama
peradaban modern. Menurut saya, mengapa orang Muslim hidup dalam
ketidakpedulian yang parah seperti itu adalah karena kesalahan para
mullah dan pemimpin agama yang berpusat pada diri sendiri, yang demi
keuntungan pribadi, mereka telah salah menafsirkan Islam. Inilah
sesungguhnya cara berpikir semua orang Muslim. Mereka tidak bersedia
menemukan kesalahan apapun dalam Islam. Mereka menyalahkan diri sendiri
dan semua orang, untuk semua yang salah dengan agama mereka.
Orang
Muslim percaya bahwa peradaban Barat berakar dalam Islam. Mereka
menyanjung para ilmuwan Timur Tengah yang mereka anggap memberi
kontribusi sains yang penting dalam kelahiran sains modern (dalam
anggapan mereka).
Omar
Khayyam adalah seorang pakar matematika yang hebat. Ia mengkalkulasi
panjang tahun dengan ketepatan 74% per detik. Zakaria Razi dapat
dipandang sebagai salah satu pendiri pertama sains empiris yang
mendasari pengetahuannya pada riset dan eksperimen. Ensiklopedia medis
Avicenna yang ternama, diajarkan di universitas-universitas Eropa selama
berabad-abad. Masih ada banyak lagi pencerah yang mempunyai “nama
islami”, yang merupakan pionir sains modern di saat Eropa masih berada
dalam Jaman Kegelapan abad pertengahan. Seperti semua orang Muslim, saya
percaya bahwa orang-orang besar ini adalah orang Muslim dan mereka
diinspirasikan oleh pengetahuan tersembunyi di dalam Quran; dan jika
orang Muslim pada masa kini dapat memperoleh kembali kemurnian Islam
yang mula-mula, masa-masa kejayaan Islam yang telah lama sirna akan
kembali dan orang-orang Muslim akan memimpin peradaban dunia sekali
lagi.
Iran
adalah negara Muslim, tetapi juga merupakan negara yang korup.
Kesempatan untuk masuk universitas yang baik sangat kecil. Hanya satu
dari sepuluh pendaftar yang dapat masuk ke perguruan tinggi. Seringkali
mereka dipaksa memilih mata kuliah yang tidak ingin mereka pelajari
karena mereka tidak mempunyai poin yang cukup untuk mengambil mata
kuliah pilihan mereka. Hanya para mahasiswa yang mempunyai koneksi yang
baik yang diterima.
Standar
edukasi di Iran tidak ideal. Universitas-universitas kurang mendapat
dukungan dana, karena Shah Iran lebih suka membangun militer yang kuat
yang dapat menjadi kekuatan di Timur Tengah daripada membangun
infrastruktur negara dan berinvestasi pada pendidikan bangsa. Sebenarnya ia
tidak terlalu mempercayai kaum intelektual. Inilah alasan mengapa
ayah saya berpikir lebih baik saya meninggalkan Iran untuk melanjutkan
pendidikan saya di tempat lain.
Kami
mempertimbangkan Amerika dan Eropa, tetapi ayah saya, bertindak
berdasarkan nasehat beberapa teman religiusnya, berpendapat negara Islam
lainnya adalah tempat yang lebih baik untuk seorang anak laki-laki
berusia 16 tahun. Kami diberitahu bahwa moralitas di Barat rendah,
pantai-pantainya dipenuhi orang-orang yang bugil, dan mereka minum
alkohol dan mempunyai gaya hidup yang tidak mengindahkan aturan, dan
semuanya itu tidak baik untuk seorang pria muda. Jadi kemudian saya
dikirim ke Pakistan, dimana orang-orangnya religius dan bermoral.
Seorang teman keluarga kami mengatakan bahwa Pakistan itu sama seperti
Inggris, namun (biaya hidup) lebih murah.
Hal ini
sudah tentu terbukti tidak benar. Saya mendapati orang-orang Pakistan
sama tidak bermoral dan korupnya dengan orang Iran, bahkan lebih. Ya,
mereka sangat religius. Mereka tidak makan babi dan saya tidak melihat
seorangpun minum alkohol di depan umum. Tetapi mereka berbohong,
munafik, dan kejam terhadap wanita, dan lebih lagi, mereka dipenuhi
kebencian terhadap orang India. Mereka sama sekali tidak bermoral.
Mereka religius tapi tidak beretika.
Di
perguruan tinggi, alih-alih mempelajari Urdu, saya mengambil Kebudayaan
Pakistan untuk menyelesaikan level A FSc (Fellow of Science) saya. Saya
mempelajari alasan pecahnya Pakistan dari India dan untuk pertama
kalinya mendengar tentang Muhammad Ali Jinah, orang yang disebut
orang-orang Pakistan sebagai Qaid-e A’zam, sang pemimpin besar. Ia
digambarkan sebagai seorang yang cerdas, Bapak Bangsa, sedangkan Gandhi
dibicarakan dengan nada yang menghina. Namun demikian, saya memihak
Gandhi dan mengutuk Jinah sebagai orang yang arogan, ambisius, yang
menjadi penjahat yang mengakibatkan perpecahan sebuah negara dan yang
menyebabkan kematian jutaan orang. Anda dapat berkata, saya selalu
mempunyai pendapat saya sendiri dan mempunyai pemikiran yang
menakjubkan. Tak peduli apa yang diajarkan pada saya, saya selalu tiba
pada konklusi saya sendiri.
Saya tidak melihat perbedaan-perbedaan agama sebagai alasan yang valid untuk
memecah sebuah negara. Kata “Pakistan” itu sendiri adalah sebuah
penghinaan terhadap orang-orang India. Mereka menyebut diri mereka
sendiri “pak” (bersih) untuk membedakan mereka dari orang-orang India
yang najis (tidak bersih). Ironisnya, saya tidak pernah melihat orang
yang lebih kotor daripada orang-orang Pakistan, baik secara fisik maupun
mental. Sangat mengecewakan melihat ada negara Islam lain yang
mengalami kemunduran intelektual dan moral seperti itu.
Dalam
diskusi-diskusi saya dengan teman-teman saya, saya gagal menyakinkan
mereka akan “Islam yang sejati”. Saya mengutuk kebencian, fanatisme dan
sikap mereka yang tidak toleran terhadap orang lain sementara mereka
tidak menyetujui pandangan-pandangan saya yang tidak islami. Saya
membutuhkan waktu bertahun-tahun dan banyak studi untuk menyadari bahwa
mereka sesungguhnya benar mengenai Islam dan sayalah yang bodoh.
Saya
melaporkan semua ini kepada ayah saya dan memutuskan untuk pergi ke
Italia untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Di Italia orang
minum anggur dan makan babi, tetapi saya mendapati mereka lebih ramah,
lebih bersahabat, dan tidak semunafik orang Muslim. Saya memperhatikan
orang sudi membantu tanpa mengharapkan pamrih. Saya berjumpa dengan
sepasang suami istri yang sudah lanjut usia, yang mengundang saya untuk
makan siang dengan mereka setiap hari Minggu sehingga saya tidak usah
tinggal di rumah sendirian. Mereka tidak menginginkan apapun dari saya.
Mereka hanya menginginkan seseorang untuk dikasihi. Saya sudah seperti
seorang cucu bagi mereka. Hanya orang asing di negara yang baru yang
dapat menghargai nilai pertolongan dan keramahan penduduk lokal.
Rumah
mereka bersih mengkilap dengan lantai marmer yang berkilau. Ini
bertentangan dengan apa yang selama ini dikatakan kepada saya mengenai
orang non Muslim. Menurut Islam, orang-orang yang tidak beriman itu
kotor dan tidak seorangpun boleh berteman dengan mereka (Q.9:28). Quran
berkata, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu)[awliya’ = teman, pelindung,
penolong, dsb]; sebahagian mereka adalah pemimpin [awliya] bagi sebahagian yang
lain…Q.5: 51
Saya
mengalami kesulitan memahami “hikmat” dalam ayat seperti itu. Saya
bertanya-tanya mengapa tidak boleh bersahabat dengan orang-orang yang
baik ini, yang tidak mempunyai motivasi terselubung saat menunjukkan
pada saya keramahan mereka selain dari membuat saya betah. Menurut saya
merekalah “orang-orang Muslim sejati” dan saya berusaha membicarakan
masalah agama, berharap mereka melihat kebenaran Islam dan memeluk
Islam. Mereka tidak berminat dan dengan sopan mengubah pokok
pembicaraan. Saya tidak terlalu bodoh untuk mempercayai bahwa semua
orang yang tidak beriman akan masuk neraka karena mereka bukan orang
Muslim. Saya telah membacanya dalam Quran sebelumnya tetapi tidak
pernah ingin mengetahuinya. Saya hanya melihatnya sekilas atau
mengabaikannya. Sudah tentu, saya tahu Allah akan senang jika ada orang
yang mengakui utusan-Nya tetapi tidak pernah berpikir Ia akan
benar-benar sekejam itu hingga membakar orang dalam kekekalan, hanya
karena mereka bukan Muslim. Tetapi Quran sangat jelas:
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan
diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang
rugi (akan semua semua kebaikan spiritual). Q 3:85,
Walau
demikian, saya tidak terlalu memperhatikannya dan berusaha meyakinkan
diri saya sendiri bahwa makna ayat ini dan ayat-ayat yang serupa adalah
berbeda dari apa yang terbaca. Pada saat itu saya tidak siap untuk
menangani hal ini. Jadi saya tidak memikirkannya. Kebanyakan orang
Muslim hidup dalam penyangkalan seperti itu.
Saya
bergaul dengan teman-teman Muslim saya dan memperhatikan bahwa
kebanyakan dari mereka menjalani hidup yang sangat tidak bermoral dan
berstandar ganda. Banyak dari mereka yang mempunyai teman wanita dan
tidur dengan mereka. Itu sangat tidak islami, atau demikianlah pandangan saya
pada waktu itu. Yang sangat mengusik saya adalah kenyataan bahwa
mereka tidak menghargai gadis-gadis itu sebagai sesama manusia yang
layak dihormati. Gadis-gadis itu bukan orang Muslim dan oleh karena itu
mereka digunakan dan diperlakukan hanya sebagai obyek pemuas kebutuhan
seks. Sikap ini tidaklah umum. Mereka yang tidak terlalu menunjukkan
religiositasnya, lebih respek dan tulus kepada teman-teman wanita Barat
mereka dan bahkan ada yang mengasihi mereka dan ingin menikahi mereka.
Sebaliknya, mereka yang (kelihatannya) lebih religius, kurang setia dan
lebih munafik.
Dalam
benak saya, Islam sejati adalah semua yang benar. Jika saya melihat ada
sesuatu yang tidak bermoral, tidak etis, tidak jujur atau kejam, menurut saya
itu tidak islami. Dan sebaliknya, segala sesuatu yang baik saya
hubungkan dengan Islam. Umumnya seperti inilah orang Muslim berpikir
mengenai Islam, tetapi itu bukanlah Islam yang sesungguhnya. Pada waktu
itu saya tidak dapat melihat bahwa orang Muslim itu jahat karena
Islam.
Mereka
yang lebih bertakwa ternyata lebih tidak bermoral. Orang-orang yang
membela Islam dengan keras adalah orang-orang yang menjalani hidup yang
kurang bertakwa. Mereka cepat marah dan memulai perkelahian jika ada
orang yang mengucapkan sesuatu yang menentang Islam.
Saya
pernah bersahabat dengan seorang pria muda Iran di restoran universitas
dan mengenalkannya dengan dua orang muda Muslim lainnya yang adalah
teman-teman saya. Usia kami kira-kira sebaya. Ia terpelajar, baik hati
dan bijak. Kami selalu menantinya dan duduk di dekatnya selama jam makan siang,
dan kami selalu belajar sesuatu darinya. Kami selalu makan
banyak spaghetti dan risotto dan merindukan ghorme sabzi dan chelowyang lezat
(kuliner Persia). Teman kami itu mengatakan ibunya telah
mengiriminya beberapa sayuran kering dan mengundang kami ke rumahnya
hari Minggu depan untuk makan siang. Kami mendapati apartemennya yang
mempunyai dua kamar itu bersih. Ia membuat ghorme sabzi yang
lezat untuk kami, yang kami makan dengan rakusnya, kemudian duduk
mengobrol dan menyeruput teh. Ketika itulah kami memperhatikan buku-buku Baha’i
miliknya. Ketika kami menanyakan tentang buku-buku itu, ia
mengatakan bahwa ia beragama Baha’i.
Dalam
perjalanan pulang, kedua teman saya mengatakan bahwa mereka tidak mau
melanjutkan hubungan persahabatan dengannya. Saya terkejut dan bertanya
mengapa. Mereka berkata, dengan menjadi penganut Baha’i ia menjadi najis dan
seandainya mereka tahu ia adalah seorang Baha’i mereka tidak mau
berteman dengannya. Saya terheran dan meminta penjelasan mengapa mereka
menganggapnya najis jika kami semua memujinya karena kebersihannya. Kami
sepakat bahwa ia jauh lebih bermoral daripada orang-orang Muslim yang
kami kenal, lalu mengapa tiba-tiba ada perubahan hati seperti ini?
Mereka mengatakan, nama itu sendiri mengandung sesuatu di dalamnya yang
membuat mereka tidak menyukai agama ini. Mereka bertanya pada saya
apakah saya tahu mengapa semua orang tidak menyukai orang Baha’i. Saya
mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak tahu orang tidak menyukai
orang Baha’i. Baha berarti kemuliaan. Tidak ada yang salah dengan itu!
Dan saya mengatakan saya menyukai semua orang. Saya bertanya pada mereka karena
mereka tidak menyukai orang Baha’i, mungkin mereka dapat
menjelaskan alasannya. Mereka tidak tahu mengapa! Orang ini adalah orang Baha’i
pertama yang mereka kenal dengan sangat baik, dan ia adalah
seorang yang patut diteladani. Saya ingin tahu alasan ketidaksukaan
mereka. Mereka mengatakan, tidak ada alasan khusus untuk itu. Mereka
hanya tahu bahwa orang Bahai’i itu jahat.
Saya
senang saya tidak meneruskan persahabatan saya dengan kedua orang
fanatik itu. Dari mereka saya belajar bagaimana prasangka dibentuk dan
beroperasi. Di kemudian hari saya menyadari bahwa prasangka buruk dan
kebencian yang ditujukan orang Muslim kepada semua non Muslim adalah
karena Quran menanamkannya dalam pikiran mereka.
Orang-orang yang pergi ke mesjid dan mendengarkan ceramah-ceramah para mullah
sudah dipengaruhi. Ada banyak ayat dalam Quran yang menghimbau orang beriman
untuk membenci orang-orang yang tidak beriman, memerangi mereka,
menundukkan mereka, menghina mereka, memenggal kepala dan tangan mereka,
menyalibkan mereka, dan membunuh mereka dimanapun mereka dijumpai.
Selama
beberapa tahun, saya membiarkan kehidupan agama saya mati suri. Iman
saya belum hilang, tetapi terlalu banyak yang harus saya kerjakan
sehingga saya tidak punya waktu untuk urusan agama. Sementara itu, saya
belajar tentang demokrasi, hak azasi manusia, kesetaraan, kebebasan
berbicara dan hal-hal lainnya yang membentuk dunia Barat. Saya menyukai
apa yang saya pelajari. Apakah saya sembahyang? Kapanpun saya sempat,
tapi tidak secara teratur. Lagipula, saya tinggal dan bekerja di negara
Barat dan saya tidak ingin kelihatan terlalu berbeda.
Suatu
hari, saya memutuskan sudah saatnya bagi saya untuk memperdalam
pengetahuan saya mengenai Islam dan membaca Quran dari halaman pertama
hingga halaman terakhir. Saya menemukan sebuah Quran dalam bahasa Arab
dengan terjemahan bahasa Inggris dan juga menggunakan terjemahan Persia
yang saya miliki. Dulu saya hanya membaca Quran sepotong-sepotong. Kali
ini saya membacanya sampai selesai. Saya membaca satu ayat dalam bahasa
Arab; kemudian saya membaca ayat itu dalam terjemahan Inggris dan
Persia; kemudian membaca lagi ayat itu dalam bahasa Arab, dan tidak
membaca ayat berikutnya hingga saya memahami bahasa Arabnya.
Tidak
dibutuhkan waktu yang lama bagi saya untuk tiba pada ayat-ayat yang bagi saya
sulit diterima. Salah satu ayat tersebut adalah, “Sesungguhnya Allah tidak akan
mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari
(syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan
Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” 4:48
Sulit bagi saya mempercayai bahwa Gandhi akan dibakar di neraka selamanya
karena
ia adalah seorang politeis yang tidak mempunyai pengharapan akan
penebusan, sedangkan orang-orang Muslim yang melakukan pembunuhan dapat
berharap menerima pengampunan Allah. Ini memunculkan pertanyaan, mengapa Allah
sangat ingin dikenal sebagai satu-satunya Tuhan? Jika tidak ada
Tuhan selain Dia, mengapa harus repot? Mengapa Ia harus pusing
memikirkan apakah orang mengenal-Nya dan memuji-Nya atau tidak?
Itu
kedengarannya sangat sepele. Katakanlah seorang suami yang cemburu
mengatakan pada istrinya, “Jika engkau memandang pria lain aku akan
memukulmu”. Nah, itu sangat menyedihkan. Tapi seandainya pasangan itu
tinggal di sebuah pulau dimana tidak ada pria lain selain si suami.
Bukankah itu gila jika si suami menunjukkan kecemburuan terhadap pria
yang tidak eksis? Jika tidak ada Tuhan selain Allah, mengapa Ia sangat
paranoid? Allah nampaknya bukan Tuhan yang mempunyai perasaan (emosi)
yang stabil. Syahadat Islam yang berbunyi “Tidak ada Tuhan selain
Allah”, mulai terdengar aneh. Jika Allah tahu tidak ada Tuhan selain
diri-Nya, mengapa Ia sangat terobsesi mengenai hal itu?
Saya
belajar tentang ukuran alam semesta ini. Cahaya yang menempuh perjalanan dengan
kecepatan 300.000 kilometer per detik membutuhkan 40 milyar
tahun untuk mencapai kita dari galaksi-galaksi yang berada di ujung alam
semesta yang kelihatan. Alam semesta yang kelihatan hanyalah setitik
dibandingkan dengan ukuran alam semesta yang sebenarnya. Berapa trilyun
banyaknya galaksi yang ada di luar sana? Setiap galaksi ini memuat
ratusan milyar bintang. Setiap bintang mempunyai lusinan planet. Alam
semesta ini sangat besar. Mengapa Allah sangat pusing soal apakah Ia
disembah oleh makhluk-makhluk yang tidak penting di planet sekecil ini?
Sekarang
saya tinggal di Barat, berteman dengan banyak orang Barat yang membuka
hati dan rumah mereka untuk saya, dan menerima saya sebagai sahabat
mereka. Sulit bagi saya menerima bahwa Allah tidak ingin saya bersahabat dengan
mereka. “Janganlahorang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi
walidengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian,
niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah” (Q.3:28).
Bukankah
Allah juga yang menciptakan orang-orang yang tidak beriman? Bukankah Ia
Tuhan atas semua orang? Tidakkah lebih baik jika orang Muslim bersahabat dengan
orang-orang tidak beriman dan mengajari mereka Islam melalui
teladan yang baik? Bila kita menjauhkan diri dari orang lain, jurang
kesalahpahaman tidak akan pernah terjembatani. Bagaimana mungkin
orang-orang yang tidak beriman belajar tentang Islam jika kita tidak
bergaul dengan mereka? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang selalu saya
tanyakan pada diri saya sendiri. Pada saat yang sama saya membaca
ayat-ayat seperti “Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka”
(Q.2:191). Itu kedengarannya gila. Apakah saya lebih bijak daripada Allah?
Kelihatannya memang demikian. Bunuhlah mereka dimana saja kamu menjumpai mereka
adalah kalimat yang bodoh, tak peduli siapa yang mengatakannya.
Apakah ini perkataan Tuhan atau dengan keliru ditaruh di mulut-Nya?
Itulah pertanyaan yang selalu muncul di benak saya saat saya membaca
Quran.
Saya
memikirkan teman-teman saya, mengingat kebaikan dan kasih mereka kepada
saya, dan bertanya-tanya, bagaimana bisa Tuhan yang sejati memerintahkan orang
untuk membunuh sesamanya manusia hanya karena mereka tidak
beriman. Namun konsep ini sangat sering diulang dalam Quran sehingga
tidak ada lagi keraguan akan hal itu. Dalam Sura 8:65, Allah berkata kepada
nabi-Nya, “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada
dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat
mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar
diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada
orang kafir”.
Saya
bertanya-tanya mengapa Allah mengirim seorang utusan untuk mengobarkan
perang? Bukankah seharusnya Tuhan mengajari kita untuk saling mengasihi
dan bersikap toleran satu sama lain? Jika Allah sangat peduli akan
penyembahan kepada-Nya hingga Ia akan membunuh mereka dan membakar
mereka jika mereka tidak beriman, mengapa bukan Ia sendiri yang membunuh
mereka? Mengapa Ia meminta kita untuk melakukan pekerjaan kotornya?
Memangnya kita ini tukang pukul dan gengsternya Allah?
Walaupun
saya tahu tentang jihad dan tidak pernah memikirkan implikasinya, sulit
bagi saya menerima bahwa Tuhan akan memberlakukan standar yang kejam
kepada orang. Yang lebih mengejutkan lagi adalah kekejaman Allah dalam
menangani orang-orang tidak beriman:
“Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka
penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” 8:12
Nampaknya
Allah tidak puas dengan hanya membunuh orang yang tidak beriman; Ia
menikmati menyiksa mereka sebelum membunuh mereka. Tapi pada saat yang
sama Ia tidak mampu mencederai siapapun dan bergantung pada orang Muslim untuk
melakukan pekerjaan kotor untuk-Nya. Memenggal kepala orang dari
atas leher mereka dan mencincang jari-jari mereka? Apakah ini yang
disebut atribut keilahian? Apakah Tuhan benar-benar memberikan perintah
seperti itu? Dan yang paling buruk lagi adalah, apa yang Ia telah
janjikan akan lakukan terhadap orang-orang tidak beriman di dunia yang
lain:
Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar,
mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan
dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air
yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.Dengan air itu dihancur luluhkan
segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).Dan untuk mereka
cambuk-cambuk dari besi.Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran
kesengsaraan mereka,
niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), “Rasailah
azab yang membakar ini.” 22:19-22
Bagaimana
pencipta jagat raya ini bisa sedemikian bengisnya? Saya begitu terkejut
mengetahui bahwa Quran memberitahukan orang-orang Muslim supaya mereka:
* membunuh orang-orang kafir dimanapun orang Muslim menemukan mereka
(Q.2:191),
* membunuh dan memperlakukan mereka dengan keras (Q.9:123),
* memerangi mereka, (Q.8:65), hingga tak ada agama lain yang tersisa
kecuali Islam (Q.2:193)
* menghina mereka dan memaksa mereka membayar pakaj (jizyah) jika
mereka adalah orang-orang Kristen atau Yahudi (Q.9:29)
* menyembelih mereka jika mereka adalah Penyembah Berhala (Q.9:5),
menyalibkan, atau memotong tangan dan kaki mereka.
* mengusir mereka dari negeri sehingga
mereka merasa malu. Dan jika itu masih belum cukup,”mereka akan
mengalami penghukuman yang keras di dunia yang akan datang” (Q.5:34),
* tidak menjadikan bapa-bapa dan saudara laki-laki mereka sebagai
teman/wali jika mereka itu bukan orang beriman (Q.9:23), (Q.3:28),
* membunuh anggota-anggota keluarga
mereka sendiri dalam peperangan di Badr dan Uhud, dan mengajak
orang-orang Muslim untuk “berjihad melawan orang-orang kafir dengan
jihad yang besar” (Q.25:52),
* bersikap keras terhadap mereka karena mereka (orang-orang kafir) itu
adalah penghuni neraka (Q.66:9), dsb… dsb…
Bagaimana
mungkin orang yang berpikiran sehat tidak akan terganggu perasaannya
ketika membaca Quran yang mengatakan: “Apabila kamu bertemu dengan
orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila
kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka…” (Q.47:4).
Saya pun
tidak menyukainya ketika menemukan bahwa Quran menolak kebebasan
berkeyakinan bagi semua orang, dan dengan jelas menyatakan bahwa Islam
adalah satu-satunya agama yang diterima (Q.3:85). Kedengarannya sangatlah
menyedihkan mengetahui bahwa Pencipta dunia ini membakar orang-orang karena
ketidakpercayaan mereka (Q.5:11), menyebut mereka najis, cemar, tidak boleh
disentuh, tidak murni (Q.9:28) dan berkata bahwa mereka akan dipaksa untuk
minum air mendidih (Q.14:17).
Tetapi tak ada akhir untuk kesadisan Allah. Ia berjanji, ”dengan memalingkan
lambungnyauntuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Ia mendapat kehinaan di
dunia dan dihari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar”
(Q.22:9).
Setelah
saya membaca lebih banyak lagi, saya menemukan bahwa segala sesuatu yang salah
dengan Islam disebabkan oleh Quran. Para mullah yang kejam, yang
mulut mereka sampai berbusa saat menyerukan kebencian, bukanlah
orang-orang yang disesatkan. Mereka sesungguhnya orang-orang Muslim yang baik,
yang sedang melakukan apa yang diperintahkan oleh Muhammad untuk
mereka kerjakan. Saya sendirilah yang sebenarnya tidak tahu (ignorant).
Kitab
Allah mengatakan bahwa para wanita lebih rendah dibandingkan pria dan
suami-suami mereka mempunyai hak untuk memukuli mereka (Q.4:34); para wanita
akan pergi ke neraka jika mereka tidak taat pada suami-suami mereka (Q.66:10);
bahwa para pria adalah lebih superior dibandingkan wanita (Q.2:228), dan wanita
tidak mempunyai hak warisan yang sama (Q.4:11-12). Berdasarkan Quran, para
wanita adalah orang bodoh (pandir), yang jika
mereka sendirian bersaksi di pengadilan, maka kesaksian mereka itu tidak bisa
diterima (Q.2:282). Seorang wanita yang diperkosa, tidak boleh menuduh
pemerkosanya kecuali ia bisa memberikan kesaksian dari seorang saksi pria. Ini
tentu saja sebuah
lelucon. Para pemerkosa tidak melakukan perkosaan di depan para saksi.
Tetapi ayat yang paling mengejutkan adalah ketika Allah mengijinkan
orang-orang Muslim untuk memperkosa wanita-wanita yang menjadi tawanan
perang, bahkan meskipun mereka itu sudah menikah (Q.4:24 dan 4:3).
Ketika
saya membaca biografi Muhammad, saya menemukan bahwa ia memperkosa
wanita-wanita paling cantik yang ia tawan dalam penyerangan yang ia
lakukan (Lihat “Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah?” ), pada hari yang sama ia
membunuh suami-suami mereka. Inilah alasan mengapa
setiap kali seorang tentara Muslim mengalahkan bangsa lain, mereka
menyebut bangsa itu kafir dan kemudian memperkosa para wanitanya.
Tentara-tentara Pakistan memperkosa lebih dari 250.000 perempuan Bengali pada
tahun
1971 dan membunuh 3.000.000 orang sipil tak bersenjata, ketika para
pemimpin agama mereka mendekritkan bahwa orang-orang Bangladesh adalah
non-Muslim. Ini juga alasan mengapa para sipir penjara rejim Islam Iran,
memperkosa wanita-wanita sebelum membunuh mereka. Mereka dituduh telah
murtad dan menjadi musuh-musuh Allah sebab menentang rejim tersebut. Hal ini
juga yang persis sama, dilakukan oleh Muhammad. Siapapun yang
menentangnya, dianggap sebagai penentang Allah dan karena itu darah
mereka halal untuk ditumpahkan.
Seluruh
Quran dipenuhi oleh ayat-ayat yang mengajarkan untuk membunuh orang
tidak beriman dan bagaimana Allah akan menyiksa mereka setelah mereka
mati. Tak ada pelajaran mengenai moralitas, keadilan, kejujuran, atau
kasih, dalam kitab itu. Satu-satunya pesan Quran adalah untuk
mempercayai Allah dan utusannya. Quran membujuk orang dengan menawarkan
upah akan menikmati seks tak terbatas dengan para pelacur yang cantik di
Firdaus, dan mengancam mereka yang tidak beriman dengan api yang
menyala-nyala di neraka.
Ketika
Quran berbicara tentang kebenaran, hal itu tidak sama maknanya dengan
kebenaran yang kita ketahui. Kebenaran artinya melakukan apa yang
dikatakan dan dikerjakan oleh Muhammad, yang sesungguhnya jauh dari
esensi kebenaran itu sendiri.
Seorang
Muslim bisa menjadi seorang pembunuh dan tetap dianggap sebagai seorang
yang benar. Perbuatan baik dalam pengertian sebagaimana yang umum kita
pahami, adalah hal kedua. Pada kenyataannya itu bukanlah hal yang
penting. Percaya pada Allah dan utusannya menjadi tujuan tertinggi dalam hidup
seseorang.
Setelah
membaca Quran, saya mengalami depresi yang luar biasa besar. Ini adalah
sebuah buku yang jahat dan saya mengalami saat-saat yang sulit untuk
mempercayai kejahatan yang sedemikian banyaknya. Secara natural saya
dipengaruhi oleh kasih. Kejahatan adalah hal yang menjijikkan bagi saya. Pada
mulanya saya menyangkali pemahaman saya mengenai apa yang saya
baca dan coba mencari arti-arti esoterik dari ayat-ayat Quran yang
kebanyakan merupakan ayat-ayat yang jahat. Namun usahaku sia-sia. Di
sini tak ada kesalah pahaman! Quran itu sangatlah tidak manusiawi. Ia
juga berisi banyak sekali kesalahan ilmiah dan absurditas, namun bukan
itu yang paling memberi pengaruh. Yang memberi pengaruh paling besar
adalah kekerasan yang sedemikian banyaknya yang ada dalam buku ini, dan
yang benar-benar mengguncangkan pondasi keyakinan saya.
Dengan
menggunakan terjemahan Inggris dan Persia sebagai penuntun, saya juga
memperhatikan bahwa terjemahan Quran dalam bahasa Inggris tidaklah
akurat. Penterjemahnya mencoba sekeras mungkin menyembunyikan
pernyataan-pernyataan keras maupun yang sangat bodoh yang ada dalam
Quran. Mereka memelintirkan arti dari kata-kata tersebut dan memasukkan
penjelasan-penjelasan mereka yang telah diperhalus. Saya periksa
terjemahan Inggris lainnya, semuanya juga melakukan penipuan yang halus
dan kata-kata yang dipermanis. Tampaknya para penterjemah menyadari
bahwa karya mereka akan dibaca oleh orang-orang non-Muslim dan karena
itu mereka melakukan sebisa mungkin untuk menyesatkan orang-orang
non-Muslim itu. Para penterjemah Quran ke dalam bahasa Persia tampaknya
tidak terikat untuk melakukan hal yang sama. Oleh sebab itu mereka
menyampaikan isi Quran dalam bentuk aslinya.
Baca Artikel2 lainnya di SINI
FREE E-BOOKS
1. Islam and The Jews Unfinished Battle
2. Why We Left Islam (Mengapa Kami Meninggalkan Islam)
3. The Challenge of Islam to The Church and Its Mission (Tantangan
Islam kepada Gereja dan Misinya)
4. Perang Suci dalam Islam
5. Yesus dan Muhammad
6. Understanding Muhammad Psychobiography (Memahami Muhammad
Psikobiografi)
7. Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab
8. The Torn Veil (Kerudung yang Terkoyak)
9. The Origins of the Koran (Membedah Asal-Usul Quran)
10. Islamic Invasion (Invasi Islamik)
11. The Hidden Life of The Prophet Muhammad (Kehidupan Rahasia Nabi
Muhammad)
12. Stepping Into The Shadows Why Women Convert to Islam (Mengapa
Wanita Berpaling ke Islam)
13. Sejarah Ka’bah Yang Tak Pernah Diceritakan
14. Secrets of the Koran (Rahasia-Rahasia Quran)
15. Secrets Behind the Burqa (Rahasia-Rahasia di Balik Burqa)
16. Rahasia Jalan Yang Lurus
17. Menjawab 156 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Baru
18. Menjawab 111 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Lama
19. 101 Penjelasan tentang Tuduhan Kontradiksi dalam Alkitab
20. The Truth about Muhammad (Kebenaran Tentang Muhammad)
21. Kebenaran Tentang Muhammad 2
22. Ismael Saudaraku
23. Islam Reviewed (Mengupas Islam)
24. Islam di Akhir Zaman
25. Ishmael Shall Be Blessed (Ismael Akan Diberkati)
26. Beriman Tanpa Rasa Takut
27. Benarkah Muhammad Sempurna Secara Fisik
28. Akar Terorisme Islam
29. Achievement and Heritage of Muhammad (Prestasi dan Warisan Muhammad)
30. A Pocket Guide to Islam (Buku Saku Panduan tentang Islam)
31. Yahudi Menggenggam Dunia
32. Ilusi Negara Islam
33. Son of Hamas (Putra Hamas)
34. Antichrist Islam Awaited Messiah (Antikristus Mesias yang
Dinantikan Islam)
35. Sang Putera dan Sang Bulan
36. Living by the Point of My Spear (Hidup Dari Ujung Tombakku)
37. Why I Am Not A Muslim (Mengapa Saya Bukan Seorang Muslim)
38. Who is this Allah (Siapakah Allah Ini)
39. Christ Muhammad and I (Kristus Muhammad dan Saya)
40. Here Comes Ishmael (Inilah Ismael)
ARTICLES
1. Ujilah Segala Sesuatu dan Peganglah yang Benar oleh Iskander Jadeed
2. Sejarah Naskah AlQuran dan Alkitab oleh John Gilchrist
3. Salib Dalam Injil dan AlQuran oleh Iskander Jadeed
4. Mengenal Kebenaran Injil oleh Iskander Jadeed
5. Kristus Menurut Ajaran Islam dan Kristen oleh John Gilchrist
6. Kesempurnaan Taurat dan Injil oleh Iskander Jadeed
7. Injil Barnabas Suatu Kesaksian Palsu oleh Iskander Jadeed
8. Benarkah Nabi Isa Disalib oleh John Gilchrist
9. Bagaimana Supaya Dosa Anda Diampuni oleh Iskander Jadeed
10. ALLAH Itu ESA di dalam Tritunggal yang Kudus oleh Zakaria Boutrus
11. Ajarlah Aku Jalan-Mu Ya Allah oleh Iskander Jadeed
12. Pernikahan Selama Beberapa Menit Menjerumuskan Anak-anak Ke Lembah
Prostitusi Di Iran
13. Penyaliban Dalam Quran – Oleh Ali Sina
14. Menjadi Seorang Wanita Muslim – Oleh Nonie Darwis
15. Sebuah Perbandingan dari Pendiri Dua Agama Terbesar di Dunia
16. Dua Hadiah Tak Ternilai Lukisan Muhammad
17. Pedang-Pedang Milik Muhammad
18. Lima Alasan Pokok Isi Al-Quran Yang Menyebabkan Kami Meninggalkan
Islam
19. Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah – Oleh Ali Sina
20. Lee Kuan Yew – Kami Bisa Berintegrasi Dengan Semua Agama dan Ras
Kecuali Dengan Islam
21. Mengapa Wanita Berpaling Kepada Islam – Rosemary Sookhdeo
22. Secrets Behind The Burqa – Oleh Rosemary Sookhdeo
23. Anugerah di dalam Al Quran
24. Terorisme Islam Adalah Buah Dari Islam – Oleh Ali Sina
25. Apakah Orang Kristen Telah Mengubah Alkitab
26. Ilusi Untuk Mereformasi Islam – Oleh Ali Sina
27. 60 Juta Dollar Untuk Kepala Pendeta Boutros
28. Keunikan-Alkitab-Dibandingkan-Kitab-Suci-Lainnya
29. Basic Differences 1 – Apakah Orang Kristen dan Muslim Berdoa Kepada
Tuhan Yang Sama
30. Basic Differences 2 – Panggilan Dari Minaret
31. Basic Differences 3 – Terkutuklah Orang Yang Mengatakan Kristus
Adalah Anak Allah
32. Basic Differences 4 – Penyangkalan Islam Terhadap Salib Kristus
33. Basic Differences 5 – Keselamatan Dalam Alkitab Dan Dalam AlQuran
34. Basic Differences 6 – Apakah Mereka Akan Pergi Ke Neraka dan Kita
Akan Pergi Ke Surga
35. QRS 1 – Bagaimana Syariah Islamik Berkembang
36. QRS 2 – Marilah Sholat – Mari Mencapai Kemenangan
37. QRS 3 – Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
38. QRS 4 – Perang Suci Dalam Islam
39. QRS 5 – Apa Yang Harus Diketahui Oleh Wanita Mengenai Pernikahan
Islami
40. QRS 6 – Apa Yang Harus Diketahui Oleh Seorang Manager Sebelum
Menutup Kontrak Bisnis Dengan Seorang Muslim
41. FQR 1 – Apakah Anda Tahu Tentang Hikmat Kristus
42. FQR 2 – Orang Yang Dilahirkan Dari Roh Adalah roh
43. FQR 3 – Kehendak Tuhan Adalah Supaya Setiap Orang Bisa Diselamatkan
44. FQR 4 – Nama dan Atribut Kristus Dalam Quran
45. FQR 5 – Perawan Maria – Sebuah Tanda Dari Allah – Ayatollah Sejati
46. FQR 6 – Injil Kristus Yang Tanpa Salah
47. Alexander Agung, Si Kafir Nabi Islam
48. Marilah Kita Memikirkan Kembali Soal Burqa!
49. Heboh Film Iran – Tiru film Yesus Nabi Muhammad Diperankan Aktor
Film
50. Pilih Mana – Puasa Islami Atau Puasa Kristen
51. Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
52. Kebohongan-Isra-Miraj
53. Arsip Gambar Muhammad
54. Mari Bicara Fatwa Haram
55. Ayat-Yang-Dipalsukan-Dlm-Quran
56. Fenomena Murtad dalam 20 Tahun Terakhir
57. Menyusui-Pria-Dewasa by Zakharia Boutros
58. Konflik GAZA berakar pada SYARIAH
59. Muhammad-Tidak-Buta-Huruf
60. Pemimpin Muslim UK – Islam Bukanlah Agama Damai
61. Muslim Pop – Oleh Matt Edwards
62. Anak Ketua Hamas Murtad
63. Massa Muslim Mengganggu Jalannya Perayaan Natal GKI Yasmin Bogor
64. Tipu-Muslihat-Dalam-Islam
65. Kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad
66. Hubungan Islam-Machiavelli
67. Pandangan Islam mengenai Neraka
68. Klaim Islam – Setiap Orang Dilahirkan Sebagai Muslim
69. Contoh Moral Kenabian Muhammad Untuk Abad Kini
70. Seperti apa Kitab Zabur dan Injil Barnabas
71. Hilal-Bin-Sahar- Dewa Bulan Sabit
72. Digantung di Iran Karena Murtad
73. Batalkan Hari Membakar Quran – Oleh Jochen Katz
74. Islam-Tidak-Bisa-Membedakan-NAJIS dan DOSA
75. Hancurnya Sifat Keilahian Quran oleh Sujit Das
76. Jibril as – Ahli Menyamar
77. Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam
78. Pengesahan Mutilasi di Amerika
79. Jawaban atas hadiah BMW dari Pertanyaan Insan L Mokoginta
80. Apa yang Sama yang Dimiliki Oleh para Rabbi di Harrow dengan Para
Rabbi di Medinah
81. Penjajahan Wanita Dalam Islam
82. DAFTAR MUSLIM yang Meninggalkan Islam
83. Hukum Kemurtadan Dalam Islam Harus Diubah
84. Alkitab-Atau-Alquran-Yang-Dipalsukan
85. Islam – Berperang Dalam Dirinya Sendiri
86. Kemana Mencari Keselamatan
87. Wahyu Mana Yang Asli
88. Heboh Film YESUS Buatan Iran
89. Panggilan Dari Minaret
90. Mengenal Islam
91. Quran Diinterview
92. A Letter To Gaza – Oleh Nonie Darwis
93. Teror-Dari-Mulut-Muhammad-Sendiri
94. Tagiyya – Berbohong Ala Islam Oleh Zakaria Boutros
95. Ibn Mas’ud Saksi Ketidakberesan Quran
96. Tanpa Jihad Islam Akan Mati oleh Mohammad Asghar
TESTIMONIES
1. Sudah Kutemukan oleh K.K. Alavi
2. Selidikilah Anda Pasti Akan Selamat oleh Sultan Muhammed Paul
3. Kasih Karunia-Ku Cukup Bagimu oleh Ghulam Masih Naaman
4. Duladi – Mengapa Saya Benci Islam
5. Islam-Adalah-Ajaran-Sesat by Duladi
6. Islam Sejati
7. Kesaksian Bassam
8. Kerudung Yang Terkoyak
9. Kesaksian Hamran Ambrie
10. Kesaksian Pertobatan seorang Irak-KETEMU-YESUS
11. Kebohongan Para Wanita Saudi Arabia
12. Mengapa Kami Meninggalkan Islam
13. Ali Sina – Dari Beriman Menuju Pencerahan
14. Kesaksian Saya Meninggalkan Islam
15. Kesaksian Seorang Pemurtad Yang Difatwa Hukuman Mati
16. Arifin Zaelani – Alasan Saya Meninggalkan Islam
17. Kesaksian Dr. Mark Gabriel yang Mengejutkan
18. Tak-Terbuktinya-Alkitab-Telah-Dipalsukan oleh Zakaria Boutros
19. Supremasi Terang Atas Kuasa Kegelapan – Oleh Alhajji Aliyu
QUESTION & ANSWERS
1. Apakah Allah Telah Datang Sebagai Manusia oleh Iskander Jadeed
2. Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah – Oleh Ali Sina
3. Tanggapan atas Combat-Kit2 Ahmed Deedat
4. Bukankah Alkitab Itu Korup
5. Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab oleh Zakaria Boutros
6. Mengritisi Pemikiran Dr. Yahya Waloni
7. Pilih Mana – Puasa Islami Atau Puasa Kristen
8. Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
9. Bagaimana Menilai Sebuah Kitabullah
10. Masakan Allah Kok Punya Anak Allah
11. Tanggapan-Terhadap-Combat-Kit-Ahmed-Deedat
12. Seri-Pelajaran-Alkitab-Amazing-Facts
13. Apa Yang Al Quran Instruksikan Muslim Lakukan Terhadap Non-Muslim
14. Islam Bertanya Kristen Menjawab oleh Paulus M
15. Tanggapan tulisan Muhammad dalam Perjanjian Lama
16. Tidak Ada Jalan Kembali
17. Injil Digugat Karena Ahmad
18. Wahyu Terkini Jadi Pengukur Wahyu Terdahulu
19. Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas
20. Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah SWT
21. Geller – No 11 September Mosque
22. Sumber-Penulisan-Alquran oleh Zakharia Boutros
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/