Saya Mempelajari Kebenaran Dari Quran

Diposkan oleh Ali Sina pada tanggal 30 April 2011

Saya 
dilahirkan dalam keluarga religius yang moderat. Dari pihak ibu, saya 
mempunyai beberapa kerabat yang termasuk dalam golongan para Ayatollah. 
Walaupun kakek saya (yang tidak pernah lihat) dapat dikatakan adalah 
seorang yang berpikiran bebas, kami semua adalah orang beriman. 
Orang-tua saya tidak terlalu menyukai para mullah. Kenyataannya, 
hubungan kami dengan para kerabat kami yang lebih fundamentalis tidak 
begitu erat. Saya menilai keluarga saya sebagai orang-orang yang percaya pada 
“Islam yang sejati”, bukan Islam seperti yang diajarkan dan 
dipraktekkan oleh para mullah.    
Saya 
teringat bahwa saya pernah mendiskusikan agama dengan suami salah 
seorang bibi saya ketika saya masih berusia sekitar 15 tahun. (lihat: about). 
Ia adalah seorang Muslim fanatik  yang sangat memperhatikan fiqh 
(yurisprudensi Islam). Fiqh menjelaskan bagaimana orang Muslim 
seharusnya bersembahyang, berpuasa, menjalani kehidupan pribadi dan 
publik mereka, melakukan bisnis, membersihkan diri, menggunakan toilet, 
buang air kecil, berpasangan dan bersetubuh. Saya berargumen, hal-hal 
itu tidak ada kaitannya dengan Islam yang sejati. Menurut saya hal-hal 
itu adalah rekaan para mullah, dan perhatian berlebihan kepada fiqh 
menghilangkan nilai kemurnian pesan Islam, yang saya yakini adalah untuk 
menyatukan manusia dengan Penciptanya. Pandangan ini sangat diinspirasi oleh 
Sufisme. Banyak orang Iran, berkat puisi-puisi Rumi, hingga pada 
tingkatan yang tinggi, dapat disebut Sufi berdasarkan penampilan 
mereka.  
Sudah 
tentu Sufisme tidak benar-benar damai. Namun Sufisme lebih mistik 
daripada Islam sejati yang benar-benar duniawi dan tidak spiritual. 
Namun demikian, ia dapat sangat menyesatkan.  
Di awal 
masa remaja saya memperhatikan adanya diskriminasi dan kekejaman 
terhadap anggota-anggota kelompok minoritas agama di Iran. Ini lebih 
terlihat di kota-kota provinsi dimana para mullah mempunyai kekuasaan 
yang lebih besar atas penduduk yang mudah dibodohi. 


Oleh 
karena pekerjaan ayah saya, kami tinggal selama beberapa tahun di 
kota-kota kecil di luar ibukota. Suatu hari guru kami mengumumkan bahwa 
ia hendak membawa kelas kami pergi berenang. Hal sederhana seperti itu 
adalah sesuatu yang sangat besar bagi kami yang hidup di negara dunia 
ketiga. Kami sangat senang dan sangat menantikan hari itu. Di kelas kami ada 
beberapa anak yang beragama Baha’i dan Yahudi. Pada hari 
keberangkatan, guru kami mengatakan pada mereka bahwa mereka tidak boleh ikut. 
Ia berkata mereka tidak diijinkan berenang di kolam yang sama 
dengan orang Muslim. Saya tidak dapat melupakan kekecewaan anak-anak itu ketika 
mereka meninggalkan sekolah dengan berlinang air mata, sedih dan patah hati. 
Pada usia seperti itu, sekitar 9 atau 10 tahun, saya belum 
mengerti hal tersebut dan merasa sedih melihat ketidakadilan ini. Saat 
itu saya berpikir kesalahan mereka adalah mereka bukan orang Muslim. 
Saya 
percaya bahwa saya beruntung mempunyai orang-tua yang berpikiran terbuka dan 
mendorong saya untuk berpikir kritis. Mereka berusaha untuk 
menanamkan pada saya kasih kepada Allah dan para utusan-Nya, namun juga 
menjunjung nilai-nilai kemanusiaan seperti kesamaan hak antara pria dan 
wanita, dan kasih pada semua orang. Kini saya tahu mereka tidak 
mengetahui apa-apa mengenai Islam yang sejati. Dapat dikatakan, seperti 
itulah keluarga-keluarga orang Iran yang berpendidikan pada umumnya. 
Kenyataannya, mayoritas orang Muslim percaya bahwa Islam adalah agama 
yang humanis, yang menghormati hak-hak azasi manusia, meninggikan status wanita 
dan melindungi hak-hak mereka. Orang Muslim pada umumnya percaya bahwa Islam 
berarti damai. Tak perlu dikatakan lagi, hanya sedikit 
diantara mereka yang telah membaca Quran. 


Saya 
menghabiskan awal masa remaja saya dalam firdaus ketidakpedulian yang 
indah itu, menyanjung “Islam yang sejati” seperti yang saya bayangkan, 
dan mengkritik para mullah dan penyimpangan mereka dari Islam yang 
sejati. Saya mencita-citakan Islam yang bersesuaian dengan nilai-nilai 
kemanusiaan saya sendiri. Islam imajiner saya adalah sebuah agama yang 
indah. Sebuah agama yang menjunjung kesetaraan dan kedamaian. Sebuah 
agama yang menganjurkan para pengikutnya untuk mengejar pengetahuan dan 
bersikap ingin tahu. Sebuah agama yang selaras dengan sains dan nalar. 
Kenyataannya, saya dibawa untuk percaya bahwa sains mendapatkan 
inspirasinya dari Islam, yang pada akhirnya menghasilkan buahnya di 
Barat dan memungkinkan adanya penciptaan-penciptaan dan 
penemuan-penemuan modern. Dengan demikian, Islam adalah dasar utama 
peradaban modern. Menurut saya, mengapa orang Muslim hidup dalam 
ketidakpedulian yang parah seperti itu adalah karena kesalahan para 
mullah dan pemimpin agama yang berpusat pada diri sendiri, yang demi 
keuntungan pribadi, mereka telah salah menafsirkan Islam. Inilah 
sesungguhnya cara berpikir semua orang Muslim. Mereka tidak bersedia 
menemukan kesalahan apapun dalam Islam. Mereka menyalahkan diri sendiri 
dan semua orang, untuk semua yang salah dengan agama mereka. 
Orang 
Muslim percaya bahwa peradaban Barat berakar dalam Islam. Mereka 
menyanjung para ilmuwan Timur Tengah yang mereka anggap memberi 
kontribusi sains yang penting dalam kelahiran sains modern (dalam 
anggapan mereka).
Omar 
Khayyam adalah seorang pakar matematika yang hebat. Ia mengkalkulasi 
panjang tahun dengan ketepatan 74% per detik. Zakaria Razi dapat 
dipandang sebagai salah satu pendiri pertama sains empiris yang 
mendasari pengetahuannya pada riset dan eksperimen. Ensiklopedia medis 
Avicenna yang ternama, diajarkan di universitas-universitas Eropa selama 
berabad-abad. Masih ada banyak lagi pencerah yang mempunyai “nama 
islami”, yang merupakan pionir sains modern di saat Eropa masih berada 
dalam Jaman Kegelapan abad pertengahan. Seperti semua orang Muslim, saya 
percaya bahwa orang-orang besar ini adalah orang Muslim dan mereka 
diinspirasikan oleh pengetahuan tersembunyi di dalam Quran; dan jika 
orang Muslim pada masa kini dapat memperoleh kembali kemurnian Islam 
yang mula-mula, masa-masa kejayaan Islam yang telah lama sirna akan 
kembali dan orang-orang Muslim akan memimpin peradaban dunia sekali 
lagi.  


Iran 
adalah negara Muslim, tetapi juga merupakan negara yang korup. 
Kesempatan untuk masuk universitas yang baik sangat kecil. Hanya satu 
dari sepuluh pendaftar yang dapat masuk ke perguruan tinggi. Seringkali 
mereka dipaksa memilih mata kuliah yang tidak ingin mereka pelajari 
karena mereka tidak mempunyai poin yang cukup untuk mengambil mata 
kuliah pilihan mereka. Hanya para mahasiswa yang mempunyai koneksi yang 
baik yang diterima.    


Standar 
edukasi di Iran tidak ideal. Universitas-universitas kurang mendapat 
dukungan dana, karena Shah Iran lebih suka membangun militer yang kuat 
yang dapat menjadi kekuatan di Timur Tengah daripada membangun 
infrastruktur negara dan berinvestasi pada pendidikan bangsa. Sebenarnya ia 
tidak terlalu mempercayai kaum intelektual. Inilah alasan mengapa 
ayah saya berpikir lebih baik saya meninggalkan Iran untuk melanjutkan 
pendidikan saya di tempat lain. 
Kami 
mempertimbangkan Amerika dan Eropa, tetapi ayah saya, bertindak 
berdasarkan nasehat beberapa teman religiusnya, berpendapat negara Islam 
lainnya adalah tempat yang lebih baik untuk seorang anak laki-laki 
berusia 16 tahun. Kami diberitahu bahwa moralitas di Barat rendah, 
pantai-pantainya dipenuhi orang-orang yang bugil, dan mereka minum 
alkohol dan mempunyai gaya hidup yang tidak mengindahkan aturan, dan 
semuanya itu tidak baik untuk seorang pria muda. Jadi kemudian saya 
dikirim ke Pakistan, dimana orang-orangnya religius dan bermoral. 
Seorang teman keluarga kami mengatakan bahwa Pakistan itu sama seperti 
Inggris, namun (biaya hidup) lebih murah. 
Hal ini 
sudah tentu terbukti tidak benar. Saya mendapati orang-orang Pakistan 
sama tidak bermoral dan korupnya dengan orang Iran, bahkan lebih. Ya, 
mereka sangat religius. Mereka tidak makan babi dan saya tidak melihat 
seorangpun minum alkohol di depan umum. Tetapi mereka berbohong, 
munafik, dan kejam terhadap wanita, dan lebih lagi, mereka dipenuhi 
kebencian terhadap orang India. Mereka sama sekali tidak bermoral. 
Mereka religius tapi tidak beretika.
Di 
perguruan tinggi, alih-alih mempelajari Urdu, saya mengambil Kebudayaan 
Pakistan untuk menyelesaikan level A FSc (Fellow of Science) saya. Saya 
mempelajari alasan pecahnya Pakistan dari India dan untuk pertama 
kalinya mendengar tentang Muhammad Ali Jinah, orang yang disebut 
orang-orang Pakistan sebagai Qaid-e A’zam, sang pemimpin besar. Ia 
digambarkan sebagai seorang yang cerdas, Bapak Bangsa, sedangkan Gandhi 
dibicarakan dengan nada yang menghina. Namun demikian, saya memihak 
Gandhi dan mengutuk Jinah sebagai orang yang arogan, ambisius, yang 
menjadi penjahat yang mengakibatkan perpecahan sebuah negara dan yang 
menyebabkan kematian jutaan orang. Anda dapat berkata, saya selalu 
mempunyai pendapat saya sendiri dan mempunyai pemikiran yang 
menakjubkan. Tak peduli apa yang diajarkan pada saya, saya selalu tiba 
pada konklusi saya sendiri.  


Saya tidak melihat perbedaan-perbedaan agama sebagai alasan yang valid untuk 
memecah sebuah negara. Kata “Pakistan” itu sendiri adalah sebuah 
penghinaan terhadap orang-orang India. Mereka menyebut diri mereka 
sendiri “pak” (bersih) untuk membedakan mereka dari orang-orang India 
yang najis (tidak bersih). Ironisnya, saya tidak pernah melihat orang 
yang lebih kotor daripada orang-orang Pakistan, baik secara fisik maupun 
mental. Sangat mengecewakan melihat ada negara Islam lain yang 
mengalami kemunduran intelektual dan moral seperti itu. 
Dalam 
diskusi-diskusi saya dengan teman-teman saya, saya gagal menyakinkan 
mereka akan “Islam yang sejati”. Saya mengutuk kebencian, fanatisme dan 
sikap mereka yang tidak toleran terhadap orang lain sementara mereka 
tidak menyetujui pandangan-pandangan saya yang tidak islami. Saya 
membutuhkan waktu bertahun-tahun dan banyak studi untuk menyadari bahwa 
mereka sesungguhnya benar mengenai Islam dan sayalah yang bodoh. 


Saya 
melaporkan semua ini kepada ayah saya dan memutuskan untuk pergi ke 
Italia untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Di Italia orang 
minum anggur dan makan babi, tetapi saya mendapati mereka lebih ramah, 
lebih bersahabat, dan tidak semunafik orang Muslim. Saya memperhatikan 
orang sudi membantu tanpa mengharapkan pamrih. Saya berjumpa dengan 
sepasang suami istri yang sudah lanjut usia, yang mengundang saya untuk 
makan siang dengan mereka setiap hari Minggu sehingga saya tidak usah 
tinggal di rumah sendirian. Mereka tidak menginginkan apapun dari saya. 
Mereka hanya menginginkan seseorang untuk dikasihi. Saya sudah seperti 
seorang cucu bagi mereka. Hanya orang asing di negara yang baru yang 
dapat menghargai nilai pertolongan dan keramahan penduduk lokal. 
Rumah 
mereka bersih mengkilap dengan lantai marmer yang berkilau. Ini 
bertentangan dengan apa yang selama ini dikatakan kepada saya mengenai 
orang non Muslim. Menurut Islam, orang-orang yang tidak beriman itu 
kotor dan tidak seorangpun boleh berteman dengan mereka (Q.9:28). Quran 
berkata, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang 
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu)[awliya’ = teman, pelindung, 
penolong, dsb]; sebahagian mereka adalah pemimpin [awliya] bagi sebahagian yang 
lain…Q.5: 51
Saya 
mengalami kesulitan memahami “hikmat” dalam ayat seperti itu. Saya 
bertanya-tanya mengapa tidak boleh bersahabat dengan orang-orang yang 
baik ini, yang tidak mempunyai motivasi terselubung saat menunjukkan 
pada saya keramahan mereka selain dari membuat saya betah. Menurut saya 
merekalah “orang-orang Muslim sejati” dan saya berusaha membicarakan 
masalah agama, berharap mereka melihat kebenaran Islam dan memeluk 
Islam. Mereka tidak berminat dan dengan sopan mengubah pokok 
pembicaraan. Saya tidak terlalu bodoh untuk mempercayai bahwa semua 
orang yang tidak beriman akan masuk neraka karena mereka bukan orang 
Muslim. Saya telah  membacanya dalam Quran sebelumnya tetapi tidak 
pernah ingin mengetahuinya. Saya hanya melihatnya sekilas atau 
mengabaikannya. Sudah tentu, saya tahu Allah akan senang jika ada orang 
yang mengakui utusan-Nya tetapi tidak pernah berpikir Ia akan 
benar-benar sekejam itu hingga membakar orang dalam kekekalan, hanya 
karena mereka bukan Muslim. Tetapi Quran sangat jelas:


Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan 
diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang 
rugi (akan semua semua kebaikan spiritual). Q 3:85,
Walau 
demikian, saya tidak terlalu memperhatikannya dan berusaha meyakinkan 
diri saya sendiri bahwa makna ayat ini dan ayat-ayat yang serupa adalah 
berbeda dari apa yang terbaca. Pada saat itu saya tidak siap untuk 
menangani hal ini. Jadi saya tidak memikirkannya. Kebanyakan orang 
Muslim hidup dalam penyangkalan seperti itu.


Saya 
bergaul dengan teman-teman Muslim saya dan memperhatikan bahwa 
kebanyakan dari mereka menjalani hidup yang sangat tidak bermoral dan 
berstandar ganda. Banyak dari mereka yang mempunyai teman wanita dan 
tidur dengan mereka. Itu sangat tidak islami, atau demikianlah pandangan saya 
pada waktu itu. Yang sangat mengusik saya adalah kenyataan bahwa 
mereka tidak menghargai gadis-gadis itu sebagai sesama manusia yang 
layak dihormati. Gadis-gadis itu bukan orang Muslim dan oleh karena itu 
mereka digunakan dan diperlakukan hanya sebagai obyek pemuas kebutuhan 
seks. Sikap ini tidaklah umum. Mereka yang tidak terlalu menunjukkan 
religiositasnya, lebih respek dan tulus kepada teman-teman wanita Barat 
mereka dan bahkan ada yang mengasihi mereka dan ingin menikahi mereka. 
Sebaliknya, mereka yang (kelihatannya) lebih religius, kurang setia dan 
lebih munafik.


Dalam 
benak saya, Islam sejati adalah semua yang benar. Jika saya melihat ada 
sesuatu yang tidak bermoral, tidak etis, tidak jujur atau kejam, menurut saya 
itu tidak islami. Dan sebaliknya, segala sesuatu yang baik saya 
hubungkan dengan Islam. Umumnya seperti inilah orang Muslim berpikir 
mengenai Islam, tetapi itu bukanlah Islam yang sesungguhnya. Pada waktu 
itu saya tidak dapat melihat bahwa orang Muslim itu jahat karena 
Islam.   
Mereka 
yang lebih bertakwa ternyata lebih tidak bermoral. Orang-orang yang 
membela Islam dengan keras adalah orang-orang yang menjalani hidup yang 
kurang bertakwa. Mereka cepat marah dan memulai perkelahian jika ada 
orang yang mengucapkan sesuatu yang menentang Islam. 
Saya 
pernah bersahabat dengan seorang pria muda Iran di restoran universitas 
dan mengenalkannya dengan dua orang muda Muslim lainnya yang adalah 
teman-teman saya. Usia kami kira-kira sebaya. Ia terpelajar, baik hati 
dan bijak. Kami selalu menantinya dan duduk di dekatnya selama jam makan siang, 
dan kami selalu belajar sesuatu darinya. Kami selalu makan 
banyak spaghetti dan risotto dan merindukan ghorme sabzi dan chelowyang lezat 
(kuliner Persia). Teman kami itu mengatakan ibunya telah 
mengiriminya beberapa sayuran kering dan mengundang kami ke rumahnya 
hari Minggu depan untuk makan siang. Kami mendapati apartemennya yang 
mempunyai dua kamar itu bersih. Ia membuat ghorme sabzi yang 
lezat untuk kami, yang kami makan dengan rakusnya, kemudian duduk 
mengobrol dan menyeruput teh. Ketika itulah kami memperhatikan buku-buku Baha’i 
miliknya. Ketika kami menanyakan tentang buku-buku itu, ia 
mengatakan bahwa ia beragama Baha’i.


Dalam 
perjalanan pulang, kedua teman saya  mengatakan bahwa mereka tidak mau 
melanjutkan hubungan persahabatan dengannya. Saya terkejut dan bertanya 
mengapa. Mereka berkata, dengan menjadi penganut Baha’i ia menjadi najis dan 
seandainya mereka tahu ia adalah seorang Baha’i mereka tidak mau 
berteman dengannya. Saya terheran dan meminta penjelasan mengapa mereka 
menganggapnya najis jika kami semua memujinya karena kebersihannya. Kami 
sepakat bahwa ia jauh lebih bermoral daripada orang-orang Muslim yang 
kami kenal, lalu mengapa tiba-tiba ada perubahan hati seperti ini? 
Mereka mengatakan, nama itu sendiri mengandung sesuatu di dalamnya yang 
membuat mereka tidak menyukai agama ini. Mereka bertanya pada saya 
apakah saya tahu mengapa semua orang tidak menyukai orang Baha’i. Saya 
mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak tahu orang tidak menyukai 
orang Baha’i. Baha berarti kemuliaan. Tidak ada yang salah dengan itu! 
Dan saya mengatakan saya menyukai semua orang. Saya bertanya pada mereka karena 
mereka tidak menyukai orang Baha’i, mungkin mereka dapat 
menjelaskan alasannya. Mereka tidak tahu mengapa! Orang ini adalah orang Baha’i 
pertama yang mereka kenal dengan sangat baik, dan ia adalah 
seorang yang patut diteladani. Saya ingin tahu alasan ketidaksukaan 
mereka. Mereka mengatakan, tidak ada alasan khusus untuk itu. Mereka 
hanya tahu bahwa orang Bahai’i itu jahat.


Saya 
senang saya tidak meneruskan persahabatan saya dengan kedua orang 
fanatik itu. Dari mereka saya belajar bagaimana prasangka dibentuk dan 
beroperasi. Di kemudian hari saya menyadari bahwa prasangka buruk dan 
kebencian yang ditujukan orang Muslim kepada semua non Muslim adalah 
karena Quran menanamkannya dalam pikiran mereka.  
Orang-orang yang pergi ke mesjid dan mendengarkan ceramah-ceramah para mullah 
sudah dipengaruhi. Ada banyak ayat dalam Quran yang menghimbau orang beriman 
untuk membenci orang-orang yang tidak beriman, memerangi mereka, 
menundukkan mereka, menghina mereka, memenggal kepala dan tangan mereka, 
menyalibkan mereka, dan membunuh mereka dimanapun mereka dijumpai.    
Selama 
beberapa tahun, saya membiarkan kehidupan agama saya mati suri. Iman 
saya belum hilang, tetapi terlalu banyak yang harus saya kerjakan 
sehingga saya tidak punya waktu untuk urusan agama. Sementara itu, saya 
belajar tentang demokrasi, hak azasi manusia, kesetaraan, kebebasan 
berbicara dan hal-hal lainnya yang membentuk dunia Barat. Saya menyukai 
apa yang saya pelajari. Apakah saya sembahyang? Kapanpun saya sempat, 
tapi tidak secara teratur. Lagipula, saya tinggal dan bekerja di negara 
Barat dan saya tidak ingin kelihatan terlalu berbeda. 
Suatu 
hari, saya memutuskan sudah saatnya bagi saya untuk memperdalam 
pengetahuan saya mengenai Islam dan membaca Quran dari halaman pertama 
hingga halaman terakhir. Saya menemukan sebuah Quran dalam bahasa Arab 
dengan terjemahan bahasa Inggris dan juga menggunakan terjemahan Persia 
yang saya miliki. Dulu saya hanya membaca Quran sepotong-sepotong. Kali 
ini saya membacanya sampai selesai. Saya membaca satu ayat dalam bahasa 
Arab; kemudian saya membaca ayat itu dalam terjemahan Inggris dan 
Persia; kemudian membaca lagi ayat itu dalam bahasa Arab, dan tidak 
membaca ayat berikutnya hingga saya memahami bahasa Arabnya. 
Tidak 
dibutuhkan waktu yang lama bagi saya untuk tiba pada ayat-ayat yang bagi saya 
sulit diterima. Salah satu ayat tersebut adalah, “Sesungguhnya Allah tidak akan 
mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari 
(syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan 
Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” 4:48 
Sulit bagi saya mempercayai bahwa Gandhi akan dibakar di neraka selamanya 
karena 
ia adalah seorang politeis yang tidak mempunyai pengharapan akan 
penebusan, sedangkan orang-orang Muslim yang melakukan pembunuhan dapat 
berharap menerima pengampunan Allah. Ini memunculkan pertanyaan, mengapa Allah 
sangat ingin dikenal sebagai satu-satunya Tuhan? Jika tidak ada 
Tuhan selain Dia, mengapa harus repot? Mengapa Ia harus pusing 
memikirkan apakah orang mengenal-Nya dan memuji-Nya atau tidak? 
Itu 
kedengarannya sangat sepele. Katakanlah seorang suami yang cemburu 
mengatakan pada istrinya, “Jika engkau memandang pria lain aku akan 
memukulmu”. Nah, itu sangat menyedihkan. Tapi seandainya pasangan itu 
tinggal di sebuah pulau dimana tidak ada pria lain selain si suami. 
Bukankah itu gila jika si suami menunjukkan kecemburuan terhadap pria 
yang tidak eksis? Jika tidak ada Tuhan selain Allah, mengapa Ia sangat 
paranoid? Allah nampaknya bukan Tuhan yang mempunyai perasaan (emosi) 
yang stabil. Syahadat Islam yang berbunyi “Tidak ada Tuhan selain 
Allah”, mulai terdengar aneh. Jika Allah tahu tidak ada Tuhan selain 
diri-Nya, mengapa Ia sangat terobsesi mengenai hal itu? 


Saya 
belajar tentang ukuran alam semesta ini. Cahaya yang menempuh perjalanan dengan 
kecepatan 300.000 kilometer per detik membutuhkan 40 milyar 
tahun untuk mencapai kita dari galaksi-galaksi yang berada di ujung alam 
semesta yang kelihatan. Alam semesta yang kelihatan hanyalah setitik 
dibandingkan dengan ukuran alam semesta yang sebenarnya. Berapa trilyun 
banyaknya galaksi yang ada di luar sana? Setiap galaksi ini memuat 
ratusan milyar bintang. Setiap bintang mempunyai lusinan planet. Alam 
semesta ini sangat besar. Mengapa Allah sangat pusing soal apakah Ia 
disembah oleh makhluk-makhluk yang tidak penting di planet sekecil ini? 


Sekarang 
saya tinggal di Barat, berteman dengan banyak orang Barat yang membuka 
hati dan rumah mereka untuk saya, dan menerima saya sebagai sahabat 
mereka. Sulit bagi saya menerima bahwa Allah tidak ingin saya bersahabat dengan 
mereka. “Janganlahorang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi 
walidengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, 
niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah”  (Q.3:28).     
Bukankah 
Allah juga yang menciptakan orang-orang yang tidak beriman? Bukankah Ia 
Tuhan atas semua orang? Tidakkah lebih baik jika orang Muslim bersahabat dengan 
orang-orang tidak beriman dan mengajari mereka Islam melalui 
teladan yang baik? Bila kita menjauhkan diri dari orang lain, jurang 
kesalahpahaman tidak akan pernah terjembatani. Bagaimana mungkin 
orang-orang yang tidak beriman belajar tentang Islam jika kita tidak 
bergaul dengan mereka? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang selalu saya 
tanyakan pada diri saya sendiri. Pada saat yang sama saya membaca 
ayat-ayat seperti “Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka” 
(Q.2:191). Itu kedengarannya gila. Apakah saya lebih bijak daripada Allah? 
Kelihatannya memang demikian. Bunuhlah mereka dimana saja kamu menjumpai mereka 
adalah kalimat yang bodoh, tak peduli siapa yang mengatakannya. 
Apakah ini perkataan Tuhan atau dengan keliru ditaruh di mulut-Nya? 
Itulah pertanyaan yang selalu muncul di benak saya saat saya membaca 
Quran.
Saya 
memikirkan teman-teman saya, mengingat kebaikan dan kasih mereka kepada 
saya, dan bertanya-tanya, bagaimana bisa Tuhan yang sejati memerintahkan orang 
untuk membunuh sesamanya manusia hanya karena mereka tidak 
beriman. Namun konsep ini sangat sering diulang dalam Quran sehingga 
tidak ada lagi keraguan akan hal itu. Dalam Sura 8:65, Allah berkata kepada 
nabi-Nya, “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada 
dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat 
mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar 
diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada 
orang kafir”.  
Saya 
bertanya-tanya mengapa Allah mengirim seorang utusan untuk mengobarkan 
perang? Bukankah seharusnya Tuhan mengajari kita untuk saling mengasihi 
dan bersikap toleran satu sama lain? Jika Allah sangat peduli akan 
penyembahan kepada-Nya hingga Ia akan membunuh mereka dan membakar 
mereka jika mereka tidak beriman, mengapa bukan Ia sendiri yang membunuh 
mereka? Mengapa Ia meminta kita untuk melakukan pekerjaan kotornya? 
Memangnya kita ini tukang pukul dan gengsternya Allah? 
Walaupun 
saya tahu tentang jihad dan tidak pernah memikirkan implikasinya, sulit 
bagi saya menerima bahwa Tuhan akan memberlakukan standar yang kejam 
kepada orang. Yang lebih mengejutkan lagi adalah kekejaman Allah dalam 
menangani orang-orang tidak beriman:


“Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka 
penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” 8:12 
Nampaknya 
Allah tidak puas dengan hanya membunuh orang yang tidak beriman; Ia 
menikmati menyiksa mereka sebelum membunuh mereka. Tapi pada saat yang 
sama Ia tidak mampu mencederai siapapun dan bergantung pada orang Muslim untuk 
melakukan pekerjaan kotor untuk-Nya. Memenggal kepala orang dari 
atas leher mereka dan mencincang jari-jari mereka? Apakah ini yang 
disebut atribut keilahian? Apakah Tuhan benar-benar memberikan perintah 
seperti itu? Dan yang paling buruk lagi adalah, apa yang Ia telah 
janjikan akan lakukan terhadap orang-orang tidak beriman di dunia yang 
lain:


Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, 
mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan 
dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air 
yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.Dengan air itu dihancur luluhkan 
segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).Dan untuk mereka 
cambuk-cambuk dari besi.Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran 
kesengsaraan mereka, 
niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), “Rasailah 
azab yang membakar ini.” 22:19-22
Bagaimana 
pencipta jagat raya ini bisa sedemikian bengisnya? Saya begitu terkejut 
mengetahui bahwa Quran memberitahukan orang-orang Muslim supaya mereka:
        * membunuh orang-orang kafir dimanapun orang Muslim menemukan mereka 
(Q.2:191),
        * membunuh dan memperlakukan mereka dengan keras (Q.9:123),
        * memerangi mereka, (Q.8:65), hingga tak ada agama lain yang tersisa 
kecuali Islam (Q.2:193)
        * menghina mereka dan memaksa mereka membayar pakaj (jizyah) jika 
mereka adalah orang-orang Kristen atau Yahudi (Q.9:29)
        * menyembelih mereka jika mereka adalah Penyembah Berhala (Q.9:5), 
menyalibkan, atau memotong tangan dan kaki mereka.
        * mengusir mereka dari negeri sehingga 
mereka merasa malu. Dan jika itu masih belum cukup,”mereka akan 
mengalami penghukuman yang keras di dunia yang akan datang” (Q.5:34),
        * tidak menjadikan bapa-bapa dan saudara laki-laki mereka sebagai 
teman/wali jika mereka itu bukan orang beriman (Q.9:23), (Q.3:28),
        * membunuh anggota-anggota keluarga 
mereka sendiri dalam peperangan di Badr dan Uhud, dan mengajak 
orang-orang Muslim untuk “berjihad melawan orang-orang kafir dengan 
jihad yang besar” (Q.25:52),
        * bersikap keras terhadap mereka karena mereka (orang-orang kafir) itu 
adalah penghuni neraka (Q.66:9), dsb… dsb…
 
Bagaimana 
mungkin orang yang berpikiran sehat tidak akan terganggu perasaannya 
ketika membaca Quran yang mengatakan: “Apabila kamu bertemu dengan 
orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila 
kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka…” (Q.47:4).
Saya pun 
tidak menyukainya ketika menemukan bahwa Quran menolak kebebasan 
berkeyakinan bagi semua orang, dan dengan jelas menyatakan bahwa Islam 
adalah satu-satunya agama yang diterima (Q.3:85). Kedengarannya sangatlah 
menyedihkan mengetahui bahwa Pencipta dunia ini membakar orang-orang karena 
ketidakpercayaan mereka (Q.5:11), menyebut mereka najis, cemar, tidak boleh 
disentuh, tidak murni (Q.9:28) dan berkata bahwa mereka akan dipaksa untuk 
minum air mendidih (Q.14:17).
Tetapi tak ada akhir untuk kesadisan Allah. Ia berjanji, ”dengan memalingkan 
lambungnyauntuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Ia mendapat kehinaan di 
dunia dan dihari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar” 
(Q.22:9).
Setelah 
saya membaca lebih banyak lagi, saya menemukan bahwa segala sesuatu yang salah 
dengan Islam disebabkan oleh Quran. Para mullah yang kejam, yang 
mulut mereka sampai berbusa saat menyerukan kebencian, bukanlah 
orang-orang yang disesatkan. Mereka sesungguhnya orang-orang Muslim yang baik, 
yang sedang melakukan apa yang diperintahkan oleh Muhammad untuk 
mereka kerjakan. Saya sendirilah yang sebenarnya tidak tahu (ignorant).


Kitab 
Allah mengatakan bahwa para wanita lebih rendah dibandingkan pria dan 
suami-suami mereka mempunyai hak untuk memukuli mereka (Q.4:34); para wanita 
akan pergi ke neraka jika mereka tidak taat pada suami-suami mereka (Q.66:10); 
bahwa para pria adalah lebih superior dibandingkan wanita (Q.2:228), dan wanita 
tidak mempunyai hak warisan yang sama (Q.4:11-12). Berdasarkan Quran, para 
wanita adalah orang bodoh (pandir), yang jika 
mereka sendirian bersaksi di pengadilan, maka kesaksian mereka itu tidak bisa 
diterima (Q.2:282). Seorang wanita yang diperkosa, tidak boleh menuduh 
pemerkosanya kecuali ia bisa memberikan kesaksian dari seorang saksi pria. Ini 
tentu saja sebuah 
lelucon. Para pemerkosa tidak melakukan perkosaan di depan para saksi. 
Tetapi ayat yang paling mengejutkan adalah ketika Allah mengijinkan 
orang-orang Muslim untuk memperkosa wanita-wanita yang menjadi tawanan 
perang, bahkan meskipun mereka itu sudah menikah (Q.4:24 dan 4:3).
Ketika 
saya membaca biografi Muhammad, saya menemukan bahwa ia memperkosa 
wanita-wanita paling cantik yang ia tawan dalam penyerangan yang ia 
lakukan (Lihat “Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah?” ), pada hari yang sama ia 
membunuh suami-suami mereka. Inilah alasan mengapa 
setiap kali seorang tentara Muslim mengalahkan bangsa lain, mereka 
menyebut bangsa itu kafir dan kemudian memperkosa para wanitanya.
Tentara-tentara Pakistan memperkosa lebih dari 250.000 perempuan Bengali pada 
tahun 
1971 dan membunuh 3.000.000 orang sipil tak bersenjata, ketika para 
pemimpin agama mereka mendekritkan bahwa orang-orang Bangladesh adalah 
non-Muslim. Ini juga alasan mengapa para sipir penjara rejim Islam Iran, 
memperkosa wanita-wanita sebelum membunuh mereka. Mereka dituduh telah 
murtad dan menjadi musuh-musuh Allah sebab menentang rejim tersebut. Hal ini 
juga yang persis sama, dilakukan oleh Muhammad. Siapapun yang 
menentangnya, dianggap sebagai penentang Allah dan karena itu darah 
mereka halal untuk ditumpahkan.
Seluruh 
Quran dipenuhi oleh ayat-ayat yang mengajarkan untuk membunuh orang 
tidak beriman dan bagaimana Allah akan menyiksa mereka setelah mereka 
mati. Tak ada pelajaran mengenai moralitas, keadilan, kejujuran, atau 
kasih, dalam kitab itu. Satu-satunya pesan Quran adalah untuk 
mempercayai Allah dan utusannya. Quran membujuk orang dengan menawarkan 
upah akan menikmati seks tak terbatas dengan para pelacur yang cantik di 
Firdaus, dan mengancam mereka yang tidak beriman dengan api yang 
menyala-nyala di neraka.
Ketika 
Quran berbicara tentang kebenaran, hal itu tidak sama maknanya dengan 
kebenaran yang kita ketahui. Kebenaran artinya melakukan apa yang 
dikatakan dan dikerjakan oleh Muhammad, yang sesungguhnya jauh dari 
esensi kebenaran itu sendiri.
Seorang 
Muslim bisa menjadi seorang pembunuh dan tetap dianggap sebagai seorang 
yang benar. Perbuatan baik dalam pengertian sebagaimana yang umum kita 
pahami, adalah hal kedua. Pada kenyataannya itu bukanlah hal yang 
penting. Percaya pada Allah dan utusannya menjadi tujuan tertinggi dalam hidup 
seseorang.
Setelah 
membaca Quran, saya mengalami depresi yang luar biasa besar. Ini adalah 
sebuah buku yang jahat dan saya mengalami saat-saat yang sulit untuk 
mempercayai kejahatan yang sedemikian banyaknya. Secara natural saya 
dipengaruhi oleh kasih. Kejahatan adalah hal yang menjijikkan bagi saya. Pada 
mulanya saya menyangkali pemahaman saya mengenai apa yang saya 
baca dan coba mencari arti-arti esoterik dari ayat-ayat Quran yang 
kebanyakan merupakan ayat-ayat yang jahat. Namun usahaku sia-sia. Di 
sini tak ada kesalah pahaman! Quran itu sangatlah tidak manusiawi. Ia 
juga berisi banyak sekali kesalahan ilmiah dan absurditas, namun bukan 
itu yang paling memberi pengaruh. Yang memberi pengaruh paling besar 
adalah kekerasan yang sedemikian banyaknya yang ada dalam buku ini, dan 
yang benar-benar mengguncangkan pondasi keyakinan saya.
Dengan 
menggunakan terjemahan Inggris dan Persia sebagai penuntun, saya juga 
memperhatikan bahwa terjemahan Quran dalam bahasa Inggris tidaklah 
akurat. Penterjemahnya mencoba sekeras mungkin menyembunyikan 
pernyataan-pernyataan keras maupun yang sangat bodoh yang ada dalam 
Quran. Mereka memelintirkan arti dari kata-kata tersebut dan memasukkan 
penjelasan-penjelasan mereka yang telah diperhalus. Saya periksa 
terjemahan Inggris lainnya, semuanya juga melakukan penipuan yang halus 
dan kata-kata yang dipermanis. Tampaknya para penterjemah menyadari 
bahwa karya mereka akan dibaca oleh orang-orang non-Muslim dan karena 
itu mereka melakukan sebisa mungkin untuk menyesatkan orang-orang 
non-Muslim itu. Para penterjemah Quran ke dalam bahasa Persia tampaknya 
tidak terikat untuk melakukan hal yang sama. Oleh sebab itu mereka 
menyampaikan isi Quran dalam bentuk aslinya.

Baca Artikel2 lainnya di SINI

FREE E-BOOKS
        1. Islam and The Jews Unfinished Battle 
        2. Why We Left Islam (Mengapa Kami Meninggalkan Islam) 
        3. The Challenge of Islam to The Church and Its Mission (Tantangan 
Islam kepada Gereja dan Misinya)
        4. Perang Suci dalam Islam
        5. Yesus dan Muhammad
        6. Understanding Muhammad Psychobiography (Memahami Muhammad 
Psikobiografi)
        7. Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab
        8. The Torn Veil (Kerudung yang Terkoyak)
        9. The Origins of the Koran (Membedah Asal-Usul Quran)
        10. Islamic Invasion (Invasi Islamik)
        11. The Hidden Life of The Prophet Muhammad (Kehidupan Rahasia Nabi 
Muhammad)
        12. Stepping Into The Shadows Why Women Convert to Islam (Mengapa 
Wanita Berpaling ke Islam)
        13. Sejarah Ka’bah Yang Tak Pernah Diceritakan
        14. Secrets of the Koran (Rahasia-Rahasia Quran)
        15. Secrets Behind the Burqa (Rahasia-Rahasia di Balik Burqa)
        16. Rahasia Jalan Yang Lurus
        17. Menjawab 156 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Baru
        18. Menjawab 111 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Lama
        19. 101 Penjelasan tentang Tuduhan Kontradiksi dalam Alkitab
        20. The Truth about Muhammad (Kebenaran Tentang Muhammad)
        21. Kebenaran Tentang Muhammad 2
        22. Ismael Saudaraku
        23. Islam Reviewed (Mengupas Islam)
        24. Islam di Akhir Zaman
        25. Ishmael Shall Be Blessed (Ismael Akan Diberkati)
        26. Beriman Tanpa Rasa Takut
        27. Benarkah Muhammad Sempurna Secara Fisik
        28. Akar Terorisme Islam
        29. Achievement and Heritage of Muhammad (Prestasi dan Warisan Muhammad)
        30. A Pocket Guide to Islam (Buku Saku Panduan tentang Islam)
        31. Yahudi Menggenggam Dunia
        32. Ilusi Negara Islam
        33. Son of Hamas (Putra Hamas)
        34. Antichrist Islam Awaited Messiah (Antikristus Mesias yang 
Dinantikan Islam)
        35. Sang Putera dan Sang Bulan
        36. Living by the Point of My Spear (Hidup Dari Ujung Tombakku)
        37. Why I Am Not A Muslim (Mengapa Saya Bukan Seorang Muslim)
        38. Who is this Allah (Siapakah Allah Ini)
        39. Christ Muhammad and I (Kristus Muhammad dan Saya)
        40. Here Comes Ishmael (Inilah Ismael)
ARTICLES
        1. Ujilah Segala Sesuatu dan Peganglah yang Benar oleh Iskander Jadeed
        2. Sejarah Naskah AlQuran dan Alkitab oleh John Gilchrist
        3. Salib Dalam Injil dan AlQuran oleh Iskander Jadeed
        4. Mengenal Kebenaran Injil oleh Iskander Jadeed
        5. Kristus Menurut Ajaran Islam dan Kristen oleh John Gilchrist
        6. Kesempurnaan Taurat dan Injil oleh Iskander Jadeed
        7. Injil Barnabas Suatu Kesaksian Palsu oleh Iskander Jadeed
        8. Benarkah Nabi Isa Disalib oleh John Gilchrist
        9. Bagaimana Supaya Dosa Anda Diampuni oleh Iskander Jadeed
        10. ALLAH Itu ESA di dalam Tritunggal yang Kudus oleh Zakaria Boutrus
        11. Ajarlah Aku Jalan-Mu Ya Allah oleh Iskander Jadeed
        12. Pernikahan Selama Beberapa Menit Menjerumuskan Anak-anak Ke Lembah 
Prostitusi Di Iran
        13. Penyaliban Dalam Quran – Oleh Ali Sina
        14. Menjadi Seorang Wanita Muslim – Oleh Nonie Darwis
        15. Sebuah Perbandingan dari Pendiri Dua Agama Terbesar di Dunia
        16. Dua Hadiah Tak Ternilai Lukisan Muhammad
        17. Pedang-Pedang Milik Muhammad
        18. Lima Alasan Pokok Isi Al-Quran Yang Menyebabkan Kami Meninggalkan 
Islam
        19. Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah – Oleh Ali Sina
        20. Lee Kuan Yew – Kami Bisa Berintegrasi Dengan Semua Agama dan Ras 
Kecuali Dengan Islam
        21. Mengapa Wanita Berpaling Kepada Islam – Rosemary Sookhdeo
        22. Secrets Behind The Burqa – Oleh Rosemary Sookhdeo
        23. Anugerah di dalam Al Quran
        24. Terorisme Islam Adalah Buah Dari Islam – Oleh Ali Sina
        25. Apakah Orang Kristen Telah Mengubah Alkitab
        26. Ilusi Untuk Mereformasi Islam – Oleh Ali Sina
        27. 60 Juta Dollar Untuk Kepala Pendeta Boutros
        28. Keunikan-Alkitab-Dibandingkan-Kitab-Suci-Lainnya
        29. Basic Differences 1 – Apakah Orang Kristen dan Muslim Berdoa Kepada 
Tuhan Yang Sama
        30. Basic Differences 2 – Panggilan Dari Minaret
        31. Basic Differences 3 – Terkutuklah Orang Yang Mengatakan Kristus 
Adalah Anak Allah
        32. Basic Differences 4 – Penyangkalan Islam Terhadap Salib Kristus
        33. Basic Differences 5 – Keselamatan Dalam Alkitab Dan Dalam AlQuran
        34. Basic Differences 6 – Apakah Mereka Akan Pergi Ke Neraka dan Kita 
Akan Pergi Ke Surga
        35. QRS 1 – Bagaimana Syariah Islamik Berkembang
        36. QRS 2 – Marilah Sholat – Mari Mencapai Kemenangan
        37. QRS 3 – Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
        38. QRS 4 – Perang Suci Dalam Islam
        39. QRS 5 – Apa Yang Harus Diketahui Oleh Wanita Mengenai Pernikahan 
Islami
        40. QRS 6 – Apa Yang Harus Diketahui Oleh Seorang Manager Sebelum 
Menutup Kontrak Bisnis Dengan Seorang Muslim
        41. FQR 1 – Apakah Anda Tahu Tentang Hikmat Kristus
        42. FQR 2 – Orang Yang Dilahirkan Dari Roh Adalah roh
        43. FQR 3 – Kehendak Tuhan Adalah Supaya Setiap Orang Bisa Diselamatkan
        44. FQR 4 – Nama dan Atribut Kristus Dalam Quran
        45. FQR 5 – Perawan Maria – Sebuah Tanda Dari Allah – Ayatollah Sejati
        46. FQR 6 – Injil Kristus Yang Tanpa Salah
        47. Alexander Agung, Si Kafir Nabi Islam
        48. Marilah Kita Memikirkan Kembali Soal Burqa!
        49. Heboh Film Iran – Tiru film Yesus Nabi Muhammad Diperankan Aktor 
Film
        50. Pilih Mana – Puasa Islami Atau Puasa Kristen
        51. Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
        52. Kebohongan-Isra-Miraj
        53. Arsip Gambar Muhammad
        54. Mari Bicara Fatwa Haram
        55. Ayat-Yang-Dipalsukan-Dlm-Quran
        56. Fenomena Murtad dalam 20 Tahun Terakhir
        57. Menyusui-Pria-Dewasa by Zakharia Boutros
        58. Konflik GAZA berakar pada SYARIAH
        59. Muhammad-Tidak-Buta-Huruf
        60. Pemimpin Muslim UK – Islam Bukanlah Agama Damai
        61. Muslim Pop – Oleh Matt Edwards
        62. Anak Ketua Hamas Murtad
        63. Massa Muslim Mengganggu Jalannya Perayaan Natal GKI Yasmin Bogor
        64. Tipu-Muslihat-Dalam-Islam
        65. Kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad
        66. Hubungan Islam-Machiavelli
        67. Pandangan Islam mengenai Neraka
        68. Klaim Islam – Setiap Orang Dilahirkan Sebagai Muslim
        69. Contoh Moral Kenabian Muhammad Untuk Abad Kini
        70. Seperti apa Kitab Zabur dan Injil Barnabas
        71. Hilal-Bin-Sahar- Dewa Bulan Sabit
        72. Digantung di Iran Karena Murtad
        73. Batalkan Hari Membakar Quran – Oleh Jochen Katz
        74. Islam-Tidak-Bisa-Membedakan-NAJIS dan DOSA
        75. Hancurnya Sifat Keilahian Quran oleh Sujit Das
        76. Jibril as – Ahli Menyamar
        77. Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam
        78. Pengesahan Mutilasi di Amerika
        79. Jawaban atas hadiah BMW dari Pertanyaan Insan L Mokoginta
        80. Apa yang Sama yang Dimiliki Oleh para Rabbi di Harrow dengan Para 
Rabbi di Medinah
        81. Penjajahan Wanita Dalam Islam
        82. DAFTAR MUSLIM yang Meninggalkan Islam
        83. Hukum Kemurtadan Dalam Islam Harus Diubah
        84. Alkitab-Atau-Alquran-Yang-Dipalsukan
        85. Islam – Berperang Dalam Dirinya Sendiri
        86. Kemana Mencari Keselamatan
        87. Wahyu Mana Yang Asli
        88. Heboh Film YESUS Buatan Iran
        89. Panggilan Dari Minaret
        90. Mengenal Islam
        91. Quran Diinterview
        92. A Letter To Gaza – Oleh Nonie Darwis
        93. Teror-Dari-Mulut-Muhammad-Sendiri
        94. Tagiyya – Berbohong Ala Islam Oleh Zakaria Boutros
        95. Ibn Mas’ud Saksi Ketidakberesan Quran
        96. Tanpa Jihad Islam Akan Mati oleh Mohammad Asghar
TESTIMONIES
        1. Sudah Kutemukan oleh K.K. Alavi
        2. Selidikilah Anda Pasti Akan Selamat oleh Sultan Muhammed Paul
        3. Kasih Karunia-Ku Cukup Bagimu oleh Ghulam Masih Naaman
        4. Duladi – Mengapa Saya Benci Islam
        5. Islam-Adalah-Ajaran-Sesat by Duladi
        6. Islam Sejati
        7. Kesaksian Bassam
        8. Kerudung Yang Terkoyak
        9. Kesaksian Hamran Ambrie
        10. Kesaksian Pertobatan seorang Irak-KETEMU-YESUS
        11. Kebohongan Para Wanita Saudi Arabia
        12. Mengapa Kami Meninggalkan Islam
        13. Ali Sina – Dari Beriman Menuju Pencerahan
        14. Kesaksian Saya Meninggalkan Islam
        15. Kesaksian Seorang Pemurtad Yang Difatwa Hukuman Mati
        16. Arifin Zaelani – Alasan Saya Meninggalkan Islam
        17. Kesaksian Dr. Mark Gabriel yang Mengejutkan
        18. Tak-Terbuktinya-Alkitab-Telah-Dipalsukan oleh Zakaria Boutros
        19. Supremasi Terang Atas Kuasa Kegelapan – Oleh Alhajji Aliyu
QUESTION & ANSWERS
        1. Apakah Allah Telah Datang Sebagai Manusia oleh Iskander Jadeed
        2. Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah – Oleh Ali Sina
        3. Tanggapan atas Combat-Kit2 Ahmed Deedat
        4. Bukankah Alkitab Itu Korup
        5. Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab oleh Zakaria Boutros
        6. Mengritisi Pemikiran Dr. Yahya Waloni
        7. Pilih Mana – Puasa Islami Atau Puasa Kristen
        8. Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
        9. Bagaimana Menilai Sebuah Kitabullah
        10. Masakan Allah Kok Punya Anak Allah
        11. Tanggapan-Terhadap-Combat-Kit-Ahmed-Deedat
        12. Seri-Pelajaran-Alkitab-Amazing-Facts
        13. Apa Yang Al Quran Instruksikan Muslim Lakukan Terhadap Non-Muslim
        14. Islam Bertanya Kristen Menjawab oleh Paulus M
        15. Tanggapan tulisan Muhammad dalam Perjanjian Lama
        16. Tidak Ada Jalan Kembali
        17. Injil Digugat Karena Ahmad
        18. Wahyu Terkini Jadi Pengukur Wahyu Terdahulu
        19. Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas
        20. Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah SWT
        21. Geller – No 11 September Mosque
        22. Sumber-Penulisan-Alquran oleh Zakharia Boutros

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke