Islam itu agennya CIA, kata PKI/CGMI padahal balik dari USSR para antek
komunis lansung mimpin pemberontakan Madiun. Mangka mereka tahu yg
Stalin membunuhin 20 juta + rakyatnya sendiri. Islam ngajarin poligini,
kata Gerwani yg kasih contoh pesta bunga lebih afdol. dan ga secuilpun
komennya nongol karena BK nikahin Hartini. Gak manusiawi, ngerampog 
namun maculi kepala petugas demi lahan yang akan digarap BTI, halal.
--- In [email protected], "Abbas" <abas_amin08@...> wrote:
>
> Coba jelaskan, saya mau denger
>
> --- In [email protected], item abu itemabu@ wrote:
> >
> > auloh lu itu kan tukang ngibul dan tukang fitnah, ga heran kalo
umatnya jg
> > tukang ngibul dan tukang fitnah.
> >
> > apa lu pernah ngebandingin kebagusan ajaran iblis lu itu dgn ajaran
lain? kalo
> > mua ngomong soal bagusnya doang, hehehe... ajaran lain itu jauh
lebih bagus dr
> > ajaran islam. misalnya, ajaran islam itu ga punya sama sekali yg
disebut golden
> > rule, sementara ajaran2 lain punya.
> >
> > lu tau apa itu golden rule?
> >
> >
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > From: Abbas abas_amin08@
> > To: [email protected]
> > Sent: Sat, May 21, 2011 10:30:36 AM
> > Subject: [proletar] Re: Islam Agama Yang Penuh Dengan Fitnah !!!
> >
> >
> > Bagi yang tidak ihlas, apalagi masuk Islam dengan terpaksa, atau
bahkan pura
> > masuk Islam; maka wajaralah mereka itu saling FITNAH. Dan kini
barangkali umat
> > Ilam yang sungguh Islamnya hanya edikit. Jadi tetap saja ajarannaya
BAGUS;
> > manusianyalah yang mengakibatkan terjadinya saling fitnah dlsb.
> >
> > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
> > >
> > >
> > > Meskipun ada ayat2 Quran yang melarang fitnah, tapi ajaran dan
hukum Islam
> > >membuka kesempatan dan menyuburkan bergagai fitnah2.
> > >
> > > Janganlah menganggap Islam itu agama kejujuran atau agama damai,
justru Islam
> > >merupakan satu2nya agama yang penuh fitnah, kebencian, kedengkian
dan kekejaman.
> > >
> > > Salah kalo anda menganggap bahwa yang penuh fitnah itu adalah
orangnya bukan
> > >ajaran agamanya.  Justru ajaran agamanya itu yang membuka
kesempatan setiap
> > >umatnya untuk mengembangkan aktivitas saling memfitnah, saling
membenci dan
> > >menyebarkan kebencian.
> > >
> > > Ini betul2 kejadian dan bisa dibuktikan dari bukti2 nyata yang
betul2 terjadi
> > >di negara Islam di Malaysia.  Gara2 negara Malaysia memberlakukan
hukum Syariah
> > >Islam itulah menyebabkan wakilnya Perdana Menteri Mahathir yaitu
Anwar Ibrahim
> > >menjadi korban fitnah dituduh melakukan sodomy yang berdasarkan
hukum Islam
> > >adalah hukuman picis sampai mati.  Namun dia beruntung, secara
rahasia
> > >dibelakang layar pemerintah Inggris menyelamatkan beliau hingga
cuma dihukum
> > >penjara seumur hidup yang setelah dijalaninya selama lima tahun
akhirnya bisa
> > >dibebaskan.
> > >
> > > http://en.wikipedia.org/wiki/Anwar_Ibrahim
> > > http://www.youtube.com/watch?v=j6JEcl824vo
> > > http://www.youtube.com/watch?v=4Nz-pr1PsoU&NR=1
> > >
> > > Secara serampangan aja karena mau membela ajaran Islam yang salah
ini banyak
> > >umat Islam menganggap kejadian ini sebagai kesalahan orangnya bukan
kesalahan
> > >ajaran Islam itu sendiri.
> > >
> > > Anwar Ibrahim dituduh melakukan sodomy yang berdasarkan hukum
Islam diharamkan
> > >dan pelakunya dihukum mati.  Padahal dia pejabat tinggi sebagai
wakil perdana
> > >menteri.
> > >
> > > Memang tidak bisa disangkal kejadian ini didorong oleh persaingan
politik yang
> > >memanfaatkan atau menyalah gunakan ajaran Islam yang banyak
kelemahannya ini
> > >untuk mencelakakan Anwar Ibrahim yang dituduh melanggar ajaran
Islam.
> > >
> > > Cobalah anda semua membayangkannya, apakah kejadian fitnah seperti
ini bisa
> > >terjadi kalo negara Malaysia tidak menggunakan hukum Syariah Islam
tapi hukum
> > >sekuler ???  TIDAK MUNGKIN BISA TERJADI.
> > >
> > > Karena disemua negara sekuler urusan persaingan politik juga tetap
sama2
> > >terjadi, namun menggunakan fitnah yang mencelakakan politisinya
seperti yang
> > >terjadi dinegara Islam Malaysia ini tidaklah mungkin bisa terjadi.
> > >
> > > Dinegara sekuler, kalo anda fitnah seorang politikus atau pejabat
negara
> > >melakukan sodomy, tentu diperiksa apakah praktek sodomy ini
menyangkut fasilitas
> > >negara atau tidak, kalo ternyata menyangkut fasilitas negara, maka
pejabat
> > >pelakunya dipecat dan diadili sebagai korupsi dan dituntut ganti
rugi saja bukan
> > >hukuman mati.
> > >
> > > Lagi pula, tidak gampang untuk menuduh atau memfitnah seseorang
melakukan
> > >pelanggaran tanpa bukti2 hanya kesaksian2 saja seperti halnya dalam
Syariah
> > >Islam.
> > >
> > > Begitulah kejadiannya, Anwar Ibrahim dituntut melanggar Syariah
Islam dalam
> > >melakukan sodomy terhadap keempat sopir2nya yang menjadi saksi. 
Syariah Islam
> > >cukup menjatuhkan vonis atas dasar kesaksian empat orang yang rajin
shalat, ke
> > >Islamannya dianggap sempurna.  Begitulah keempat sopir Anwar
Ibrahim ini memang
> > >merupakan orang2 yang soleha.
> > >
> > > Kalo dinegara sekuler, meskipun pejabat atau politikus itu
difitnah melakukan
> > >sodomy, selama tidak merugikan negara, jabatannya, dan masyarakat
maka hal itu
> > >hanyalah dianggap hiburan pribadi yang tidak boleh dicampuri negara
maupun
> > >masyarakat.  Jadi dinegara sekuler tidak bisa siapapun melakukan
fitnah seperti
> > >ini meskipun punya niat karena kesempatannya memang tidak ada.
> > >
> > > Sebaliknya di negara2 Syariah kesempatan fitnah2 seperti ini
terbuka lebar,
> > >cukup menyogok empat supir yang soleh ini untuk bersaksi dimuka
pengadilan bahwa
> > >tuannya melakukan sodomy, maka celakalah yang jadi tuannya, leher
digorok sampai
> > >putus dimana sebelumnya disiksa badaniahnya.
> > >
> > > Demikianlah, hukum syariah yang merajam pezina, memotong tangan
pencuri,
> > >memenggak kepala orang murtad, membunuh penista agama, kesemuanya
ini merupakan
> > >kesempatan terbuka untuk menyebarkan fitnah mencelakakan orang yang
tidak
> > >bersalah.
> > >
> > > Demikianlah, hukum Syariah Islam di Malaysia telah banyak
mengorbankan
> > >masyarakat dimana salah satunya wakil perdana Menteri Anwar Ibrahim
yang
> > >beruntung diselamatkan kerajaan Inggris cuma menjalani hukuman 5
tahun
> > >dipenjara.
> > >
> > > Sekali lagi, ini bukanlah cuma kesalahan orangnya, tapi terutama
kesalahan
> > >ajaran agama Islam yang membuka kesempatan untuk setiap umat yang
soleh
> > >melakukan fitnah2 untuk menyebarkan malapetaka.
> > >
> > > Jadi bukanlah men-jelek2an Islam dengan hadirnya filem "fitna"
yang diproduksi
> > >oleh perusahaan filem di Belanda yang disutradarai oleh seorang
wanita Nigeria
> > >yang menjadi korban hukum Syariah ditanah airnya yang kemudian
berhasil
> > >mendapatkan suaka politik diselamatkan tinggal di Belanda.
> > >
> > > Memberantas kejahatan bukan hanya dengan menghukum para pelaku
kejahatan saja,
> > >tetapi juga harus dilakukan pencegahan dengan menutup kesempatan
untuk melakukan
> > >kejahatan.
> > >
> > > Contohnya, kalo ada undang2 negara yang memberi santunan seumur
hidup kepada
> > >orang2 buta, maka banyak orang yang tidak buta mengaku buta dengan
memanfaatkan
> > >undang2 tsb agar mendapatkan santunan.
> > >
> > > Sama halnya dengan Syariah Islam yang merajam pezinah yang bisa
dimanfaatkan
> > >untuk tujuan membunuh saingannya dengan memfitnahnya berzinah, atau
memfitnahnya
> > >mencuri agar tangannya dipotong.
> > >
> > > Sekali dirajam tidak akan hidup lagi, sekali tangan dipotong tidak
akan bisa
> > >tumbuh lagi.  Itulah sebabnya, hukum Syariah ditolak disemua
negara2 Islam
> > >sekarang ini karena melanggar HAM meskipun tetap secara sembunyi2
dilakukan
> > >negara2 Islam.  Karena hukum2 syariah Islam ini sangat rentan untuk
salah,
> > >banyak celah2nya untuk fitnah.
> > >
> > > Niat buruk di-mana2 bisa ada, tapi kalo kesempatannya tidak ada,
maka niat
> > >buruk itu tidak bisa terlaksana.  Demikianlah, ajaran Islam memberi
kesempatan
> > >niat buruk itu bisa terlaksana dan itulah "fitna".
> > >
> > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > >
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke