Refl: Luar biasa ilmu orang Dayak lebih hebat dari ilmu  Gurun Pasir (GP), Ilmu 
Kejawean, Ilmu Santri Empat Penjuru Dunia etc, sebab ilmu orang Dayak mampu 
tahan setrum 1.000 watt. Bagi penganut ilmu GP cs, jangan hanya ngoceh tanpa 
bukti. Kebenaran dan kehebatan  ilmu GP cs harus ada bukti atau dibuktikan, 
jadi  tunjukanlah kehebatan ilmumu terhadap setrum yang lebih tinggi, misalnya 
1100 watt. Moggo-monggo, plisssss! 

http://www.equator-news.com/utama/kebal-disetrum-1000-watt

Sabtu, 21 Mei 2011 
Aksi Ritual pada Pekan Gawai Dayak XXVI
Kebal Disetrum 1.000 Watt 

Julianus Ratno
Aksi tahan setrum listrik 1.000 Watt yang ditampilkan dari Sanggar Bangkule 
Rajangk disaksikan artis asal Kalbar, Piet Pagau.
Pontianak -  
Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Kerja Sama Provinsi Kalbar, MH 
Munsin mewakili Gubernur Kalbar membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XXVI di 
Komplek Rumah Adat Betang, Jalan Sutoyo, Pontianak, Jumat (20/5).

PGD Kalbar merupakan ritual ucapan syukur etnis Dayak yang dilaksanakan secara 
rutin setiap tahun, selesai panen padi. Acara itu juga sebagai sarana 
pergelaran seni budaya.

Selain dimeriahkan tiga pesawat tempur dari Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) 
Supadio Pontianak, acara pembukaan itu juga diwarnai berbagai aksi ritual adat 
dan seni budaya Dayak.

Aksi yang paling menegangkan adalah ritual adat kebal setrum listrik 1000 watt 
dan kebal pantap. Ritual itu dilakukan lima orang dari etnis Dayak yang berasal 
dari Sanggar Bangkule Rajangk.

"Acara Gawai Dayak ini merupakan ucapan syukur kepada Tuhan karena telah 
memberikan rezeki berupa panen padi kepada masyarakat Dayak. Dan juga merupakan 
satu siklus perjalanan hidup masyarakat Dayak," kata Yakobus Kumis, Ketua Dewan 
Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar dalam sambutannya.

Pada acara yang dilaksanakan hingga 24 Mei mendatang ini, dikatakannya, akan 
ditampilkan beragam seni budaya etnis Dayak dan pada pucak acara akan digelar 
pemilihan Bujang dan Dara Gawai.

Yakobus menambahkan, masyarakat Dayak, sangat menjunjung tinggi empat pilar 
Negara yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Bendera Merah Putih, dan NKRI. 
Masyarakat Dayak juga jangan sampai menjadi beban atau masalah, tetapi menjadi 
solusi untuk pembangunan Kalbar.

Sebelumnya, terang dia, Panitia PGD, telah menggelar upacara Ngampar Bide 
sebagai ritual sebelum pembukaan agar mendapatkan kemudahan dari sang pencipta 
untuk melaksanakan acara tahunan tersebut.

Yakobus menjelaskan, Ritual ngampar bide artinya meminta, memberitahukan atau 
memohon izin kepada Jubata atau Tuhan agar kegiatan Gawai Dayak mendapatkan 
kemudahan dan kelancaran.

Sementara itu, Munsin dalam sambutannya menyatakan, acara ini sebagai wahana 
memperkenalkan budaya suatu komunitas kepada masyarakat luas, agar dapat 
dikenang diketahui dan dipahami, yang pada gilirannya akan menumbuhkan sikap 
saling menghargai dan menghormati nilai budaya yang ada di Kalbar.

"Juga sebagai motivasi dan menumbuhkan semangat para pelaku dan pemerhati 
budaya, untuk senantiasa menggali, melestarikan dan mengembangkan budaya, baik 
untuk kepentingan pembentukan kepribadian maupun sebagai salah satu bahan 
pariwisata unggulan," katanya.

Kasubdit Kelompok 3 Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, 
Diana Tikupasang mengatakan, daerah tujuan wisata unggulan yang memiliki 
potensi keindahan alam dan keanekaragaman seni budaya yang merupakan daya tarik 
bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata ke Kalbar.

Tradisi gawai Dayak, sambungnya, sebagai salah satu budaya yang tumbuh dan 
berkembang dalam kehidupan etnis Dayak, merupakan satu aset yang dapat 
dijadikan sebagai daya tarik wisata.

Diana mengungkapkan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menyambut baik dan 
mendukung upaya Pemerintah Provinsi Kalbar dan panitia yang menyelenggarakan 
even Pekan Gawai Dayak yang ke 26 2011.

"Kepada semua pihak terkait, kami mengimbau agar memberikan dukungan yang 
sebesar-besarnya agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Kepada panitia 
penyelenggara dan peserta lomba, kami sampaikan selamat mengikuti, semoga acara 
ini berjalan dengan sukses," kata dia.

Setelah dibuka secara resmi pagi harinya, pelaksanaan PGD kemarin diisi dengan 
berbagai kegiatan menarik. Salah satunya pelaksanaan Display Budaya yang 
dimulai sekitar pukul 13.00.

Display Budaya ini merupakan kegiatan pawai budaya mengelilingi sejumlah ruas 
jalan protokol di Kota Pontianak. Pawai dimulai dari Rumah Adat Betang menuju 
Jalan Ayani I, Jalan Gajah Mada, dan kembali ke Rumah Adat Betang.

Kegiatan Display Budaya menjadi pusat perhatian masyarakat. Pasalnya, di 
samping diikuti berbagai sanggar tari, kegiatan tersebut juga diikuti berbagai 
kendaraan hias. Kegiatan ini makin memperkokoh eksistensi budaya masyarakat 
Dayak di tengah keberagaman budaya masyarakat Kalbar. (jul/bdu)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke