----- Original Message ----- 
From: H. M. Nur Abdurrahman 
To: [email protected] ; [email protected] 
Sent: Sunday, May 22, 2011 8:53 PM
Subject: [wanita-muslimah] Sex dan Spiritualisme


  
Maret 31, 2008
Sex dan Spiritualisme
oleh Liong Tjioe Chia(*)

peringatan : artikel khusus dewasa. tapi bagi para dewasa yang masih memandang 
seks itu tabu, silakan tutup mata 

Beberapa hari yang lalu, kebetulan banget, saya dapat pinjaman buku bagus 
sekali. Judulnya PRIA MULTI ORGASME, rahasia setiap pria untuk mengalami 
orgasme berulang kali dan meningkatkan hubungan seksual secara dramatis, by 
Mantak Chia dan Douglas Abrams Arava.

Buku ini sangat blak-blakan dan komprehensif sekali, membahas seksualitas pria 
dan juga bercinta. Yang menarik, bahasan buku ini tidak hanya menguraikan 
teknik-teknik bercinta sehingga mencapai kepuasan orgasmik, tapi juga 
mengungkap sisi spiritualisme dari bercinta itu sendiri.

Sayangnya, buku yang saya dapat ini 'versi bajakan' alias foto copy-an, 
sehingga saya tidak menemukan biografi singkat dari penulisnya (atau mungkin 
saja, aslinya juga tidak memuatnya). Tapi perkiraan saya, penulis merupakan 
pakar dan mendalami Tao dan kaitannya dengan seks secara khusus. Kemungkinan 
penulis berminat dengan spiritualitas Timur.

Bisa dikatakan, secara singkat buku ini memuat teknik-teknik Tao untuk 
meningkatkan kemampuan dan kapasitas seksual pria (dan juga perempuan). Malah 
ada istilah yang dipakai secara khusus yaitu Kung Fu Seksual. Seks, dalam 
pandangan Tao, ternyata tidak hanya melibatkan dimensi fisik saja tapi juga 
spiritual. Dengan teknik yang benar, maka orgasme yang diraih bersifat 
'mistik', penyatuan dengan pasangan dan bahkan alam semesta. Dan harap dicatat, 
ternyata orgasme berbeda sekali dengan ejakulasi. Dalam pandangan Tao, (pasca) 
ejakulasi adalah masa kematian sesaat. Energi seorang pria tersedot, dan dia 
memerlukan masa untuk memulihkan kembali energinya. Sedangkan orgasme, bagi 
pria, dia akan merasa mendapatkan suntikan energi baru (hmmm.tiba-tiba teringat 
dengan sex yoga kundalini -kalo ga salah-, dimana tujuannya setelah bercinta 
maka masing-masing pasangan bukannya kehabisan energi tetapi tetap segar dan 
bervitalitas).

Saya sendiri setuju dengan dimensi spiritual dari making love ini. Karena itu, 
dalam idiom Inggris, dibedakan antara having sex, making love, bahkan fu****g. 
Saya memandang, dalam making love, yang terjadi adalah proses saling memberi 
dan menerima dalam suasana sakral, dan proses take and give tersebut 
menumbuhkan suatu energi baru yang lebih positif. Entah itu berupa leburnya 
sekat-sekat yang membatasi sehingga tercipta hubungan yang lebih intim, hingga 
penyatuan jiwa dan raga dari masing-asing pasangan sehingga tidak ada lagi 
'kamu' dan 'aku' tetapi hanya ada 'kami' dan 'kita'.

Karena itu, konsep Yin dan Yang, seperti dalam buku ini, menurut saya 
menggambarkan hukum alam mengenai spiritualitas itu sendiri, termasuk seks. 
Seks harus bersifat seimbang dan harmonis. Dalam buku ini, proses making love 
adalah sebuah pertukaran energi. Dalam pandangan spiritual Timur, setiap materi 
adalah energi, tak terkecuali tubuh kita. Dalam bahasa cina disebut chi, dalam 
bahasa sansekerta disebut prana, dan sebagainya. Aura konon adalah pancaran 
energi kita yang membias keluar. Karena itu, ilmu penyembuhan Timur biasanya 
bersifat holistik. Dalam tubuh sendiri, energi mengalir seperti arus listrik ke 
seluruh bagian tubuh, dan menurut Tao, chi mengikuti (mengalir) kemana pikiran 
berjalan.

Energi seksual sendiri (ching-chi) merupakan salah satu dari jenis energi 
biolistrik yang paling kuat. Saya sendiri juga menyetujui pendapat ini. Dari 
pengamatan dan hasil perenungan, energi seksual adalah energi yang bersifat 
primitif tetapi bersifat primer. Meminjam konsep Jung dan Freud, ia adalah 
energi yang bersifat purba, ada pada setiap makhuk hidup. Ia adalah energi yang 
mendorong terciptanya kehidupan baru. Karena itu, wajar jika kita bertemu 
pertama kali dengan orang baru, kita cenderung tertarik dengan energi 
seksualnya. Individu dengan energi seksual yang kuat, biasanya lebih menarik, 
lebih berenergi, seperti magnet. Bahasa awam mungkin seksi, menarik, memorable, 
atraktif, dsb, tapi kemungkinan besar, itu adalah energi seksual yang terpancar 
dan ditangkap oleh orang-orang disekitarnya. Bagi individu yang pandai mengolah 
energi seksualnya, ia mampu memanfaatkan secara pas di segala situasi. 
Pemimpin-pemimpin besar dunia, menurut saya, tak lepas dari energi seksual yang 
dimilikinya. Maka tak heran jika pemimpin-pemimpin tersebut umumnya 
kharismatik, misal Soekarno.

Salah satu sisi spiritual dari making love yang diungkap dalam buku ini yaitu 
pada bahasannya mengenai posisi bercinta. Dalam pandangan Barat, siapa yang 
berada di atas, dialah yang memegang kendali. Dengan kata lain, dia yang 
mengkontrol, menentukan, dan memutuskan (eh jadi inget film lawasnya Penelope 
Cruz, apa ya judulnya, pliz sapa tolong kasih tahu ?? Belum nonton sih, tapi 
kata orang yang sudah nonton, di film itu Cruz senang sekali berada di atas).
Dalam Tao, pihak yang berada di atas, adalah pihak yang memberikan lebih banyak 
energi kepada pasangannya (di bawah). Pasangan hanya sebagai pelengkap dari 
gerakan yang di atas. Walaupun sebagai pelengkap, tetapi perannya sangat 
penting. Dengan memahami peran masing-masing, maka akan membantu memperluas, 
mensirkulasikan, dan mempertukarkan chi lebih cepat. Jadi pihak yang berada di 
atas, sebenarnya melayani yang di bawah dengan memberikan lebih banyak energi 
penyembuhan.

Bayangkan jika masing-masing pasangan bersikap egois dan saling memaksakan 
keinginannya. Endingnya hanyalah pelepasan ketegangan tapi thats it, sampai 
situ saja. Tidak ada kepuasan yang bersifat mendalam dan penuh cinta kasih 
sayang. Mungkin bisa disamakan dengan proses reproduksi hewan, hanya sebatas 
pelepasan sperma, selesai sudah.

Pandangan Tao (dan pandangan Timur lain) menyatakan bahwa nirwana dan bumi 
selalu berada dalam kesatuan seksual, saling menyeimbangkan dan menyelaraskan. 
Hujan dari langit, bersatu dengan tanah di bumi, menumbuhkan kehidupan baru. 
Matahari di tata surya, menyinarkan sinarnya mengenai bumi, mendorong 
kehidupan. Seperti proton dan elektron, seperti tetesan hujan dan tanah, energi 
kewanitaan dan energi pria akan bersatu menyelaraskan diri secara harmonis dan 
memurnikan energi seksual masing-masing.

Seperti yang diuraikan di atas, energi paling dasar yang dipakai adalah energi 
seksual. Jika kita mengerahkan energi seksual ini, ia akan dimurnikan menjadi 
chi. Chi ini akan dimurnikan lagi menjadi shen, atau energi kejiwaan. Ketiganya 
saling berhubungan dan terkoneksi dengan tubuh (materi). Dengan making love, 
maka terjadi sirkulasi dan pemurnian energi seksual bersama. Orgasme yang 
dicapai, tidak hanya bersifat fisik yang murni tetapi juga bersifat kejiwaan, 
yang merupakan bentuk alami dari keintiman jiwa (soulmating).

Bukti bahwa making love adalah sebuah proses lebih tinggi yang membutuhkan 
keselarasan dan dimensi spiritual, ada dalam bagian buku yang saya kutip 
sebagai berikut (dengan beberapa penyesuaian) :

Menurut Taoisme, penggabungan puncak kenikmatan orgasme dari sepasang manusia 
yang sedang menikmati proses making love, terjadi jika Yin dan Yang 
masing-masing berada dalam keselarasan sepenuhnya. Semakin mampu memasrahkan 
dan menenangkan diri sepenuhnya pada pasangan anda, semakin besar kemungkinan 
anda dapat merasakan kaitan yang luar biasa ini. Bentuk penyelarasan ini sangat 
kuat. Jika anda dapat membuka dan menerima energi cinta dari pasangan anda, dan 
sebaliknya pasangan anda juga, anda akan merasakan pencampuran dan keintiman 
yang tidak ada tandingannya.

Energi anda, Yin dan Yang, adalah bagian dari energi alam yang sama, hanya 
muatannya saja yang berbeda. Kalau aliran energi seksual antara anda berdua 
mencapai kekuatan dan keseimbangan yang tepat, masing-masing tubuh akan tampak 
mencair menjadi getaran ekstatik dari denyutan dan sirkulasi energi. Inilah 
orgasme sebenarnya dari tubuh dan jiwa. Dengan menganggap bahwa saluran 
komunikasi dan berbagi rasa lainnya terbuka dalam hubungan anda dengannya, 
pertukaran energi ini akan membantu cinta anda lebih berkembang dan rasa saling 
mencintai akan memperkaya mereka yang berada di sekeliling anda.

Making love, dapat memperluas energi seksual dan memperkuat emosi dan sikap 
kita. Inilah mengapa kita merasakan kenikmatan seksual begitu memabukkan dan 
perasaan jatuh cinta begitu kuat mengalahkan segalanya. Sisi negatifnya, 
pertengkaran yang terjadi di antara pasangan yang saling mencintai, dampaknya 
begitu dalam pada masing-masing pasangan. Maka adalah penting jika anda berdua 
mencoba memecahkan pertentangan emosi S E B E L U M mensirkulasikan energi 
seksual. Energi seksual seperti api, ia bisa membantu atau merusak tergantung 
pada cara anda menggunakannya. Jika emosi negatif muncul saat sedang bercinta, 
berhenti dan alihkan bentuknya menjadi emosi positif, misal dengan tersenyum 
dan membayangkan sifat-sifat positif (senyuman tulus memancarkan energi cinta 
yang memiliki kekuatan menghangatkan dan menyembuhkan).
.
Dengan memahami bahwa making love juga bersifat spiritual, maka akan tercapai 
pengertian dan menumbuhkan sikap saling memahami di antara masing-masing 
pasangan. Tidak ada lagi salah satu pihak yang menuntut kepuasannya tanpa 
memperdulikan kepuasan orang lain. Keduanya saling memberikan energi positif. 
Dengan semakin matangnya seksualitas seseorang, dia akan mengetahui sifat 
sejati seksualitasnya, dan akan semakin sempurna bersamaan dengan kematangan 
dirinya.

** pagi ini membaca berita kriminal, di Brebes, seorang tukang becak membunuh 
istrinya karena kalap, istrinya terus-terusan meminta 'jatah' tanpa memaham 
keadaan dirinya yang kelelahan sehabis narik.

Kesimpulannya ?? Making love adalah proses penyatuan bagi dua insan menuju 
tingkat yang lebih tinggi, kesatuan dengan alam semesta. Dalam proses tersebut, 
dibutuhkan sikap saling melayani, saling memahami, take and give, harmoni dan 
selaras. Seperti halnya yang berlaku selama ini dalam hukum alam, saling 
memberi dan menerima sehingga terjadi keseimbangan. Apa yang terjadi jika 
keseimbangan rusak ?? Kita bisa belajar dari alam yang sedang 'marah' untuk 
beberapa waktu ini. Bencana di mana-mana.
--------------------------
(*)
Kayaknya ini nama samaran. Dalam Cerita silat Kang Ow Sam Lie Hiap (Tiga Dara 
Pendekar) ada seorang tokoh bernama Thok Liong Tjioe Chia. -HMNA-

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke