Refl: Warisan apa yang diberikan kepada rakyat oleh rezim SBY maupun rezim pengantinya di masa mendatang?
http://bataviase.co.id/node/608966 SBY Jangan Wariskan Kabinet Gegana 20 Mar 2011 Pemerintah diminta tidak terlalu reaksioner terhadap saran masyarakat. Reaksi berlebihan membuat masyarakat skeptis. Irvan Sihombing PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono harus bisa menyelesaikan agenda-agenda besar bangsa. Salah satunya ialah maraknya tindak pidana korupsi di kalangan pejabat negara. Jangan sampai presiden hasil Pemilu 2014 harus membentuk Kabinet Gegana yang bertugas menjinakkan bom waktu warisan Kabinet Indonesia Bersatu II. Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat, mengemukakan itu di Lampung, kemarin, pada Seminar Nasional Ikatan Alumni Lemhannas 2011 bertajuk Apa Golongan Darah Bangsa Indonesia. "Kalau pemerintah sekarang meninggalkan bom waktu, kabinet mendatang akan menjadi penjinak bom, menjadi Kabinet Gegana," ujar Komaruddin. Gegana adalah kesatuan khusus Polri untuk menjinakkan bom. Hari-hari ini nama Gegana melambung bersamaan dengan maraknya paket-paket yang dicurigai berisi bom. Dalam seminar yang dibuka Wapres Boediono itu. Komaruddin juga mengingatkan agar pemerintahan ini menyelesaikan masalah yang ada sehingga tidak menjadi beban bagi pemerintahan pasca-2014. "Misalnya korupsi. Jangan-jangan pasca-2014, banyak juga mantan anggota kabinet yang kena. Hilang pula kepercayaan kepada pemerintah karena masyarakat berpikir jangan-jangan kayak dulu lagi," imbuhnya. Pembicara lainnya, mantan Rektor UGM Sofian Effendi, menegaskan pemerintah harus hadir dalam permasalahan yang dihadapi rakyat. Jangan lepas tangan dan membiarkan rakyat mencari solusi sendiri. Dalam memberikan contoh, Sofian mengatakan kemacetan lalu lintas di Jakarta terjadi karena pemerintah gagal mencari-kan solusi. Akibatnya, rakyat mencari sendiri-sendiri sehingga penuhlah jalan dengan sepeda motor karena rakyat hanya mampu menyediakan motor bagi dirinya. Dia menambahkan, Indonesia di bawah rezim SBY-Boediono sebenarnya mendekati negara gagal jika mengikutiyMed states index 2010. Sofian juga berharap pemerintah tidak bersikap terlalu reaksioner terhadap saran masyarakat. Dia mengungkapkan, Forum Rektor pernah dipanggil Mendiknas M Nuh dan Seskab Dipo Alam karena menyampaikan hasil human development report index yang menyatakan Indonesia mendekati negara gagal. Forum Rektor diminta mencabut pernyataan itu. "Seharusnya tidak perlu. Forum Rektor bukan pemberontak. Reaksi berlebihan seperti itu membuat masyarakat skeptis kepada pemerintah." Belum tuntas Dalam seminar itu Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan perjalanan 13 tahun reformasi belum sesuai dengan arah pembangunan politik yang diharapkan. "Reformasi harus dilanjutkan dengan menekankan fokus pada reformasi kelembagaan negara di tingkat nasional," ujarnya. "Fokus reorientasi reformasi adalah perbaikan hubungan pusat dan daerah, optimalisasi peran partai dalam demokrasi, mengawal perubahan sosial dan kultural yang lebih kondusif bagi demokrasi, serta mendorong berkembangnya kepemimpinan transformasio-nal di setiap level pemerintahan di Indonesia," lanjutnya. Sementara itu, Wapres Boediono ketika membuka seminar mengatakan upaya perbaikan sistem bernegara memang bisa membuat orang kehilangan kesabaran. (X-4) [email protected] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
