Refleksi : Kalau berada di alam cerita seribu satu malam bisa saja dibilang 
bahwa raja Nebukadnezar memberantas korupsi tanpa pengecualian, tetapi kita 
berada dibawah kekuasaan  SBY dan konco-konconya. 

Kasus korupsi mantan presiden NKRI Jenderal Haji Muhammad Soeharto,  telah 
dinyatakan oleh badan PBB bernama Stolen Asset Recovery [StAR] bahwa Soeharto 
menyembunyikan hasil panen korupsinya  diberbagai penjuru dunia. 

Diperkirakan panen koruspi yang disembunyikan itu berjumlah antara US$ 30 
miliar dan US$ 50,- miliar.  Jadi kalau mau diusut korupsi tanpa pengecualian, 
maka sudah tentu sejak semula kekuasaan SBY telah dilakukan pengusutan kasus 
Soeharto, tetapi apa kenyataannya, SBY dan rezimnya berlagak pilon, 
berpura-pura tidak tahu menahu tentang kasus Soeharto.

Mereka pandai mendongeng, bukan mendongeng tetapi pandai menipu dengan 
membodohkan anggota masyarakat.   


http://www.suarapembaruan.com/tajukrencana/usut-korupsi-tanpa-pengecualian/7193

Usut Korupsi Tanpa Pengecualian
Kamis, 26 Mei 2011 | 11:58



Dewan Kehormatan Partai Demokrat memberhentikan kadernya, Muhamad Nazaruddin 
yang duduk dalam kepengurusan pusat partai itu. Meski Nazaruddin sudah dicopot 
sebagai bendahara umum Partai Demokrat, goncangan yang mendera partai yang 
sedang berkuasa itu tidak kunjung reda.

Kemarin, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY mengumpulkan seluruh 
fungsionaris partai itu, termasuk para kadernya yang duduk sebagai anggota DPR. 
Konsolidasi menjadi agenda utama pertemuan di rumah pribadi SBY yang juga 
Presiden RI di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Tokoh sentral Partai Demokrat 
itu berpesan kepada seluruh kadernya agar tetap menjaga kekompakan, di tengah 
kegaduhan yang tengah mendera partai penopang utama pemerintahan Presiden SBY 
itu.

Sebagai sebuah partai besar pemenang Pemilu 2009, dugaan keterlibatan  kadernya 
yang mempunyai peran penting sebagai pengumpul dan pengelola dana dalam sebuah 
kasus korupsi, bisa menjadi noda yang mencemarkan citra partai. Terlebih lagi, 
Presiden SBY sosok paling berpengaruh dalam partainya selalu menyerukan kepada 
rakyat negeri ini untuk memberantas korupsi. Rakyat yang dipimpinnya pun selalu 
mengingat ucapannya yang menyatakan berdiri paling depan untuk memerangi 
korupsi.

Bukankah menjadi noda yang mencoreng citra, apabila dalam tubuh partai itu 
bercokol orang-orang yang tindak tanduknya berseberangan dengan niat 
pemimpinnya yang hendak menjadikan partainya bersih dari perbuatan-perbuatan 
tercela?

Memberhentikan bendahara umum bisa menjadi bukti para petinggi Partai Demokrat 
ada kemauan untuk membersihkan partai dari kader yang melanggar etika. Namun 
sesungguhnya, memecat Nazaruddin sebagai bendahara umum partai tanpa 
memberhentikannya sebagai anggota DPR dan juga kader partai belum menjadi suatu 
bukti yang cukup meyakinkan Partai Demokrat tidak melindungi anggotanya yang 
bermasalah dan terindikasi tersangkut masalah hukum. 

Dalam kasus suap pembangunan wisma atlet untuk SEA Games di Palembang, juga 
muncul sinyalemen, ada peran kader partai itu di dalamnya. Seorang tersangka 
yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ) di kantor 
Menteri Pemuda dan Olahraga itu sempat membeberkan keterlibatan Nazaruddin.

Kini kasus itu tidak hanya berhenti kepada tersangka Sekretaris Menteri Pemuda 
dan Olahraga Wahid Muharam, dan Mindo Rosalina Manulang serta Muhammad El Idris.

Beragam spekulasi pun bermunculan, termasuk adakah peran Menteri Pemuda dan 
Olahraga Andi Mallarangeng dalam kasus itu. Terlebih lagi Andi Mallarengan 
dalam Partai Demokrat mempunyai posisi penting sebagai sekretaris Dewan Pembina.

Di tengah upaya KPK mengusut kasus suap yang masuk sebagai tindak pidana 
korupsi itu, menjadi penting meminta keterangan dari  Andi Mallarangeng guna 
memperoleh klarifikasi mengenai ada atau tidaknya keterlibatan dia.

Partai Demokrat melalui Dewan Kehormatan juga patut menggali keterangan 
kadernya itu guna memastikan benar atau tidaknya tudingan yang menyebutkan ada 
peran sang menteri untuk memuluskan perusahaan tertentu sebagai kontraktor 
utama proyek wisma atlet itu.

Pemeriksaan terhadap seluruh kader partai tanpa pengecualian menjadi pertanda 
bahwa partai itu memang tidak melindungi orang-orangnya. Dengan begitu, sikap 
tegas partai sejalan dengan instruksi SBY sebagai ketua Dewan Pembina Partai 
Demokrat yang 

tidak akan melindungi kader yang sedang bermasalah, termasuk yang terlilit 
masalah hukum. Dengan begitu, Partai Demokrat turut mendampingi SBY yang 
menjanjikan berdiri terdepan dalam upaya besar memberantas korupsi.

Layak bagi publik berharap kepada KPK untuk bergerak cekatan dan bersikap 
objektif untuk memeriksa Nazaruddin dan siapa saja yang dicurigai terlibat 
dalam kasus suap itu. Apabila KPK hanya  menjerat tiga tersangka dalam kasus 
tersebut tanpa berupaya menelusuri mengenai kemungkinan keterlibatan orang 
lain, maka semakin menambah pesimistis masyarakat bahwa badan antikorupsi itu 
kian tumpul.

Jangan sampai menjadi kenyataan anggapan banyak orang yang menilai KPK 
bertindak keras terhadap lawan-lawan politik penguasa tapi bersikap lunak 
terhadap partai yang sedang berkuasa. Akan hancur citra KPK bila pengusutan 
sebuah tindak pidana korupsi dengan memilah-milah atau pengecualian mana yang 
bisa menjadi tersangka dan mana yang cukup menjadi saksi. 

Sebagai lembaga independen yang diberikan banyak kewenangan luar biasa, KPK 
patut membuktikan sebagai penegak hukum yang masih layak dipercaya dan 
diandalkan untuk memberantas korupsi. KPK perlu ingat, rakyat berada di 
belakangnya meski harus berhadapan dengan orang-orang yang mempunyai pengaruh 
kuat dan memiliki akses dengan pusat kekuasaan. 

Kalau seorang kepala negara sudah berdiri paling depan menghadapi korupsi, maka 
tidak akan ada yang bisa menghalangi tekad bersama bangsa ini untuk 
mengenyahkan korupsi dari bumi Indonesia. Siapapun itu, mulai dari rakyat  
biasa hingga ke petinggi negara berkedudukan sama di hadapan hukum. Tidak boleh 
ada satu pribadi pun yang bisa berdiri dengan pongah melawan gerakan bersama 
memberantas korupsi.  


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke