http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2011/05/25/1110/-Mengapa-Wanita-Selingkuh

25 Mei 2011 | 08:13 wib
Mengapa Wanita Selingkuh?
Oleh Er Maya Nugroho

MASIH hangat dibicarakan, skandal seks yang dilakukan Arnold Schwarzenegger 
dengan staf rumah tangganya, Mildred Patricia Baena. Seperti mengulang sejarah, 
hal yang sama pernah dilakukan juga oleh Bill Clinton yang berselingkuh dengan 
stafnya, Monica Lewinsky. Sementara, kisah lain tentang pria-pria yang 
berselingkuh pun turut menyemarakkan dunia.

Ya, masyarakat kelas bawah hingga pejabat memang tak luput pernah menyicip 
nikmat dan getirnya kisah cinta terlarang, meski dengan latar belakang 
perselingkuhan yang berbeda-beda. Seorang pria yang selingkuh pun lantas 
dianggap wajar. Apalagi dari berbagai penelitian yang dilakukan menerbitkan 
banyak alasan yang mengemuka tentang "Kenapa pria berselingkuh?" seakan membuka 
jalan bagi mereka (halal) berselingkuh dari kekasih atau istrinya.

Lantas, bagaimana jika ini terjadi pada wanita yang berselingkuh? Apakah ini 
wajar? Inilah yang tengah terjadi pada LeAnn Rimes. Pelantun tembang "Can't 
Fight The Monnlight" ini sudah lebih dari dua tahun berselingkuh dengan Eddie 
Cibrian, co-star-nya di miniseri "Northern Lights", dari mantan suami sahnya, 
Dean Sheremet.

Dalam sebuah acara yang disiarkan di Great American Country Channel, Rimes 
mengaku, "Aku tahu, yang aku lakukan ini salah. Dan pada saat itu aku tidak 
tahu bagaimana cara mengendalikan diri untuk tidak melakukannya," ungkap wanita 
berusia 28 tahun itu.

Rimes sadar betul ia telah mengkhianati janji pernikahannya dengan Dean 
Sheremet, suaminya. Diakuinya ia telah terlampau jauh 'bermain api' dan tidak 
tahu bagaimana cara memadamkan api cintanya yang terlanjur membara pada Cibrian.

Meski Rimes mengakui kesalahannya, ia justru sama sekali tidak menyesali atas 
apa yang dipilihnya. "Aku merasa berantakan sekarang, namun aku telah belajar 
banyak dari semua yang sudah aku lakukan. Aku juga tidak bahagia atas apa yang 
terjadi sekarang, tapi yang terpenting aku sadar betul dan tahu alasan atas apa 
yang telah aku lakukan," ungkapnya.

Pengakuan Rimes yang berselingkuh ini sontak menggemparkan dunia. Seakan tabu, 
jika seorang wanita dengan kodratnya sebagai makhluk yang penuh kelembutan itu 
sanggup berkhianat dan tega menghujam jantung suaminya dengan pedang bermata 
dua.

Rimes pun menganggap cibiran masyarakat terhadapnya ini sebagai sebuah 
ketidakadilan. "Ketika seorang pria berselingkuh, orang-orang akan cepat 
melupakan, namun ketika wanita melakukannya, orang-orang sangat susah melupakan 
dan memberi maaf atas apa yang dilakukan," ujarnya.

Lalu, mengapa wanita berselingkuh?

Alasannya tentu beragam, sama seperti ketika pertanyaan itu dilontarkan pada 
pria. Wanita juga dilanda rasa kesepian, ingin lepas sebentar dari rutinitas 
perkawinan hingga didorong perasaan ingin balas dendam (rebounds) setelah 
menemukan ada yang tidak beres dengan gelagat suaminya yang berselingkuh di 
belakangnya. Adapula yang hanya sekedar mencari kepuasan seksual di luar. 
Mencari kehangatan lain selain di ranjang miliknya sendiri.

Sementara, psikolog Dra Esse Dayu Mpysch, Ph.D, mengungkapkan, bahwa sebagian 
pria terlibat perselingkuhan, itu karena mereka merasa takut terlalu dekat 
secara emosional dengan istrinya, selain ingin memuaskan egonya saja. 
"Sebaliknya, wanita yang berselingkuh, biasanya karena lapar kedekatan 
emosional. Mereka juga tidak ingin menghindar atau lari dari keintiman 
perasaan," tandasnya.

Bahkan, wanita bersedia berdusta demi rasa kasih, dukungan dan menghimpun 
kekuatan untuk membuat dirinya tampil memikat, percaya diri. Apapun akan 
dilakukan seorang wanita agar prianya selalu berselera ketika bersamanya. Tak 
sekedar sebagai ibu rumah tangga, perawat anak-anak, pelaksana pekerjaan rumah 
tangga, dan semata pemuas syahwat prianya. Sayang, ketika wanita telah 
menjalani semua perannya tersebut, ia malah dilanda depresi dan ingin mencari 
'penyegaran' di luar sana.

Menyukai 'ketegangan'

Tak hanya pria yang menyukai ketegangan, wanita pun suka. Mereka mencintai dan 
membutuhkan prianya, dan tak berniat meninggalkannya. Namun, mereka juga ingin 
mendapatkan yang lebih dari yang biasa diberikan prianya. Apalagi, rumah tangga 
yang berjalan monoton mulai terasa membosankan, sementara seks, (mungkin) 
praktis dilakukan hanya di sabtu malam.

Ketegangan seksual yang tak lagi ada itu seakan mencair dan hilang seiring 
bertambahnya usia perkawinan. Seperti diungkapkan Esse, "Kebanyakan hubungan 
yang sudah berlangsung beberapa tahun, akan mencapai dataran, plateau." Terasa 
membosankan, hingga sebagian yang lain ingin mencoba sesuatu untuk menaikkan 
adrenalin. Dan selingkuh dipilih sebagai  pelampiasan untuk kembali mendapatkan 
'ketegangan' itu.

Romansa memabukkan

Sedang wanita mana yang tak akan tergoda ketika pria di seberang mejanya 
mengagumi gaya bicaranya saat ngobrol berdua. Pipinya lantas memerah, dan tak 
disadari api asmara itu mulai memercik. Sementara, pria yang dikaguminya, 
pendamping hidupnya seakan tak peduli dan tidak 'ngeh' dengan pesona yang 
dimilikinya tersebut. 

Seperti kembali menjadi anak remaja yang tengah kasmaran,  pujian-pujian itu 
berlanjut ke ajakan makan siang berdua, bahkan bunga dan coklat seperti tak 
henti mengalir deras memenuhi meja kerjanya. Dering telpon atau sms bernada 
romantis setia ditunggu, ah hal-hal kosong yang manis itu terasa menyemarakkan 
dunianya yang tengah berputar dalam badai cinta.

Inilah oase yang ditawarkan dari sebuah perselingkuhan. Segalanya indah hanya 
pada dia, bukan lagi pada pasangan yang dulu dan kini masih terikat dengan 
janji sakral perkawinan. Percayalah, itu karena wanita ingin getar-getar yang 
sama masih dirasa meski pernikahan telah beranjak matang. Seperti saat pacaran, 
yang ada hanya indah, indah dan indah saja. 
 
Namun, meski banyak alasan yang mengemuka dibalik perselingkuhan wanita, tidak 
ada satupun alasan yang bisa membenarkan tindakan egois tersebut. 
Perselingkuhan ini tak hanya menyoal dusta, pun bagian dari pengkhianatan 
terhadap kontrak sosial perkawinan.

Pengakuan LeAnn Rimes atas perselingkuhannya adalah sebuah langkah besar yang 
patut menjadi pembelajaran kita semua, para wanita. Seperti yang diungkapkan 
Rimes, "berselingkuh adalah sebuah kesalahan, namun menjadi salah besar jika 
Anda tidak mau mengakui kesalahan itu."

(maya/CN19) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke