Kalo pemerintah ga ngutang lagi, anggota DPR bisa2 ga dpt gaji gede dan 
fasilitas lainnya spt kunjungan kerja ke luar negeri, amplop abis rapat dll. 
Jadi pasti tuh DPR ngedukung pemerintah buat ngutang, cuma kaing2 aja dikit 
anti 
pemerintah dulu spy ga terlalu kliatan bejadnya, hehehe...





________________________________
From: sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, May 28, 2011 4:27:49 PM
Subject: [proletar] Pemerintah Ngutang Terus, DPR Harus Bertindak

   
Refleki : Guru SBY adalah Pak Harto, jadi tentu sekali ilmu yang diajarkan oleh 
pak Harto  mesti meresap di otak dan sumum kepala rezim pengantinya. Rezim Pak 
Harto  banyak berhutang, jadi sebagai murid nan setia maka ilmu pinjaman Pak 
Harto harus juga diterapkan. Pak Harto meninggalkan hutang luar negeri tujuh 
turunan, SBY akan meninggalkan hutang luarnegeri yang harus dibayarar kembali 
dengan bunga untuk berapa turunan?

http://us.detikfinance.com/read/2011/05/26/173440/1647957/4/pemerintah-ngutang-terus-dpr-harus-bertindak


Kamis, 26/05/2011 17:34 WIB

Pemerintah Ngutang Terus, DPR Harus Bertindak 
Ramdhania El Hida - detikFinance 

Jakarta - Utang pemerintah tak kian surut dan malah akan terus bertambah. DPR 
diminta untuk mengawasi ketat agar utang pemerintah tidak terus membengkak tiap 
tahunnya.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Dradjad Wibowo kepada detikFinance, 
Kamis (26/5/2011).

"Kalau soal utang, sebaiknya Komisi XI tidak tergoda oleh keinginan Kemenkeu 
untuk kembali mengutamakan pinjaman luar negeri (PLN) baik multilateral maupun 
bilateral," ujar Dradjad.

Kementerian Keuangan berniat untuk menambah utang luar negeri guna membiayai 
defisit anggaran dengan alasan bunga yang rendah. Padahal, dia menilai bunga 
rendah itu merupakan keuntungan yang semu mengingat beratnya persyaratan yang 
diberikan pihak luar negeri atas utang yang diberikan ke Indonesia.

"Di Kemenkeu ada keinginan untuk menggenjot lagi pinjaman luar negeri dengan 
alasan bunganya lebih murah dari obligasi negara. Argumen bunga murah itu 
ilusi. 
Memang secara finansial seolah-olah lebih murah. Tapi pinjaman (terutama dari 
lembaga multilateral seperti Bank Dunia dan ADB) seringkali mengandung 
persyaratan yang tidak masuk akal," tutur Dradjad. 


Karena itu Dradjad meminta agar DPR bisa menekan jumlah utang luar negeri 
pemerintah dengan mengurangi defisit anggaran melalui efisiensi, realokasi 
belanja, dan mengurangi kebocoran perpajakan.

"Kebutuhan utang secara nominal sebaiknya diturunkan terus. Komisi XI bisa 
memasang target, misalkan di 2012 maksimal Rp 100 triliun, lalu turun Rp 75 
triliun di 2013 dan seterusnya. Untuk itu defisit harus ditekan serendah 
mungkin 
melalui efisiensi dan realokasi belanja negara dan mengurangi kebocoran 
perpajakan," ujarnya.

Total utang pemerintah Indonesia hingga April 2011 mencapai Rp 1.697,44 
triliun. 
Dalam sebulan utang pemerintah naik Rp 2,81 triliun dibanding Maret 2011 yang 
mencapai Rp 1.694,63 triliun.

Namun jika dibandingkan dengan jumlah utang di Desember 2010 yang sebesar Rp 
1.676,85 triliun, jumlah utang di April 2011 bertambah Rp 20,59 triliun.

(nia/dnl) 

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke