Refleksi : Pemerintah boleh saja mengklaim pemerataan ekonomi, tetapi penilaian ada pada pihak rakyat!
Raja adil raja disembah, raja penipu [lalim]raja disanggah, demikian kata pepatah melayu. http://www.sinarharapan.co.id/content/read/pemerintah-klaim-pemerataan-ekonomi/ 30.05.2011 14:15 Pemerintah Klaim Pemerataan Ekonomi Penulis : Faisal Rachman JAKARTA Aktivitas ekonomi dinilai makin banyak tersebar ke daerah timur Indonesia. Menurut Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, setidaknya hal tersebut bisa dilihat dari pertumbuhan permintaan listrik yang naik 24 persen di daerah timur. "Setahun terakhir penambahan keperluan listrik sebesar 3.000 MW. Ini menandakan ekonomi Indonesia tumbuh dengan baik. Indonesia Timur konsumsi listriknya naik 24 persen, sedangkan bagian Barat 17 persen. Percepatan Indonesia Timur lebih cepat dari kawasan mana pun," ujarnya dalam peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011025 di Jakarta, Jumat (27/5). Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah sadar akan pesatnya pertumbuhan ekonomi di daerah timur. Hal ini menurutnya positif, karena berarti distribusi pemerataan pertumbuhan ekonomi sudah mulai berjalan. Untuk mempercepat pertumbuhan di kawasan timur Indonesia yang selama ini terlihat tertinggal, pemerintah pun, kata Hatta, sengaja untuk memperbesar alokasi dana pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. "Bisa dilihat dari Rp 755 triliun dana pemerintah yang dihabiskan (hingga 2014) alokasi, untuk Jawa hanya 28 persen, sisanya di luar koridor Jawa. Ini menunjukkan bahwa perluasan itu terjadi dan kami dorong pusat pertumbuhan baru,tuturnya. Menteri PPN/Kepala Bappenas mengatakan, untuk mendukung perluasan infrastruktur, pemerintah memang sengaja menyiapkan anggaran infrastruktur sebesar Rp 755 triliun, dengan alokasi pemerintah Rp 544 triliun dan pemerintah melalui PPP sebesar Rp 211 triliun. Menurutnya, dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan jalan Rp 143 triliun, rel KA Rp 138 triliun, pelabuhan Rp 49 triliun, bandara Rp 14 triliun, energi Rp 288 triliun, air Rp 8 triliun, telematika Rp 102 triliun, dan infrastruktur lainnya Rp 13 triliun. "Dana sebesar itu akan dialokasikan di Jawa 28 persen atau Rp 213 triliun, lalu 72 persen atau Rp 542 triliun akan dialokasikan di koridor ekonomi lainnya," kata Armida. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
