Penangkapan Mladic dalam konteks Eropa dewasa ini (balik ke 
topik awal dulu) sebetulnya unik, kalau tidak bisa dibilang 
simalakama. 

Ada kesan penangkapan ini adalah improvisasi yang dipaksakan 
untuk mendandani wajah bengis Eropa yang semakin beringas 
oleh ulah NATO di Libya & Afghanistan. Memang, Eropa yang 
sedang gandrung Islamophobia tak lagi punya topeng manis 
kecuali penangkapan Mladic ini. Di sisi lain, penangkapan 
Mladic juga bisa mengundang kaum Islamphobic bersentimen-ria. 

Betul, itu urusan intern Eropa. Tetapi, Indonesia yang pernah 
jadi gembong Non-Blok mestinya bisa memanfaatkan situasi ini 
untuk menggugah kesadaran bahwa yang sedang berkecamuk di 
Eropa saat ini bukanlah konflik antaragama. Bahwa isu agama 
hanya dijadikan tunggangan kaum ekstrim kanan yang 
kebangkitannya ditandai dengan kemenangan partai-partai kanan 
dalam rangkaian "pilkada" Eropa Raya :) sejak tahun 2009. 
Seperti, BNP di "propinsi" Inggris; UMP di "propinsi" Prancis; 
JMM di "propinsi" Hungaria; maupun FPO di "kabupaten" Austria 
serta PVV di "kabupaten" Holland...:) 

Bila perlu, presiden RI berkeliling dunia menggedor door 
to door untuk mengatakan, omong kosong dengan konflik agama. 
Yang ada hanyalah keserakahan kaum ultranasionalis yang tak 
mau berbagi kesejahteraan dengan para pendatang! (yang 
umumnya berasal dari bekas jajahan mereka sendiri). 

Ke dalam negeri, gedoran itu juga berguna untuk mengamalkan 
Sila kesatu sampai Sila kelima. Artinya, ada kesamaan langkah 
yang jelas, baik ke luar maupun ke dalam negeri. Bahwa 
perikemanusiaan dan perikeadilan harus menjadi dasar hubungan 
antarmanusia. 

Tapi, melihat keadaan presiden yang sekarang, semua itu 
rasanya ya cuma mimpi. Jangankan bicara Pancasila, Dasasila, 
kanan maupun kiri, lha depan-belakang saja sepertinya ybs 
masih bingung & ragu untuk menentukan. Makanya nggak perlu 
sedih dan prihatin ketika orang terisak bernyanyi, balenggang 
pata pata.. ngana pegoyang pica pica... 

Jadi, dengan kualitas kelucuan orang-orang partai di DPR dan 
pemerintahan, bukan mustahil soal Indonesia yang raya pun 
para politikus kocak itu kalah pengetahuan dengan anak-anak 
Persiraja, Persipura dll yang setiap laga tandang harus terbang 
berjam-jam dengan pesawat jet menempuh 3 wilayah waktu. 

Itu baru urusan geografis.. 


--- baswati <baswati@...> wrote:

> Itu kalau Demokrat punya ideologi, atau paling sedikit
> memahami Pancasila sebagai dasar negara dan sistem nilai 
> bangsa.
> 
> Kalaum saya melihat omongan mereka para politisi muida itu
> blazzz nggak ada isinya, nggak ada tenaga dalamnya. Mereka 
> mereduksi Pancasila sebagai plrulaisme, multiikultural. 
> Belum ada sama sekali yang menyentuh esensinya, esensi 
> Pancasila sebagai dasar negara untuk memabngun NKRI
> yang dideklqarasikan 17 Agustus 1945. Bahkan juga tidak
> oleh dewan pembina dan ketuanya. justru pesan borjuasi yang 
> tampak.
> 
> Dua pesan esensial yang itu nasionalisme dan
> internasionalisme yang emstinya menjadi dasar kebijakan 
> pembangunan dan politik mereka semakin kabur, kalau tidak 
> ingin mengatakan melaewannya. Sama sekali tidak beridentitas 
> sebagai sebuah bangsa yang t6elah memiliki disain ketika
> mendeklarasikan kemerdekaannya.
> 
> Jadi, lihatlah latar belakang pendirian partai demokrat.
> Saya tadi terpingkal-pingkal me,ihatn politisi muda PD di 
> Metrio dengan rambut gondrong bersuara lantang bak aktivis 
> mengenai PD serbagai partai modern, terbuka. Dan, itu diulang-
> ulang bak play back tinggal tekan tombol. That's all. Oleh 
> karena itu, layak dan pantas kalau dia akan semakin terkucil 
> dari pergaulan Indonesia Raya. 
> 
> Inilah pilihan favorit ibu-ibu mulai profesi bakul pasar
> hingga profesor di perguruan tinggi bahkan biarawati. Dimana 
> Sri Edi Swasono yang dulu di pilpres membela setengah hidup ? 
> Apakah dia memang cukup puas di Ps 33 tidak diamandemen? 
> Bagaimana dengan amandemen yang lain dan UU dibawahnya ?
> 
> Jangan-jangan Indoensia Raua itu hanya mimpi segelintir
> orang saja seperti Ajeg ?





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke