http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011060301080614

      Jum'at, 3 Juni 2011 
     
      BURAS 
     
     
     
Akibat Pancasila Cuma Keniscayaan! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "SETIAP awal Juni ramai dibahas Pancasila, dari lembaga formal sampai 
warung jalanan!" ujar Umar. "Mayoritas warga yakin Pancasila adalah ideologi 
dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Jika diimplementasikan dengan benar, 
kehidupan bernegara bisa mewujudkan kesejahteraan berkeadilan sosial bagi 
seluruh rakyat Indonesia! Artinya, kalau kini kehidupan ideal bernegara itu 
belum terwujud, itu akibat pemerintah belum mengimplementasikan dengan benar 
Pancasila!"

      "Itu terjadi karena pembicaraan ramai tentang Pancasila pada awal Juni 
itu setiap kali kembali lengang, hingga tak efektif menekan pemerintah!" timpal 
Amir. "Pemerintah pun tak repot, cukup dengan basa-basinya Pancasila itu 
keniscayaan!"

      "Sebagai keniscayaan bagaimana?" potong Umar.

      "Pancasila digali Bung Karno dari bumi dan kebudayaan masyarakat 
Indonesia, sehingga diniscayakan Pancasila selalu hidup dalam kalbu 
masyarakatnya!" jelas Amir. "Jadi tak repot mengimplementasikan dalam kehidupan 
bernegara-bangsa pun, Pancasila diniscayakan menjadi motivator dari bawah sadar 
perilaku setiap warga bangsa!"

      "Keniscayaan itu ada benarnya. Dalam arti, kalau Bung Karno menggali 
Pancasila dari bumi dan kebudayaan Indonesia, berarti Pancasila itu naluri 
(sifat bawaan alamiah) manusia Indonesia!" timpal Umar. "Masalahnya, kenapa 
Pancasila sebagai naluri atau dorongan alamiah dari bawah sadar manusia 
Indonesia tak mengaktual dalam perilaku warga, yang menonjol justru perilaku 
korupsi-yang bertentangan dengan Pancasila?"

      "Karena naluri terpendam di bawah sadar, jika tidak kontekstual, tidak 
mengaktual! Contohnya libido, naluri dasar (basic instinc) itu perlu konteks 
membangkitkannya!" tegas Amir. "Pembangkit utama naluri adalah nalar! Selain 
menyeleksi pilihan dengan akal sehat, nalar juga motivator yang psikomotorik 
untuk menggerakkan perilaku manusia di jalan maslahat! Dengan nalar yang 
terasah baik oleh pengetahuan dan pengalaman, naluri Pancasilais dari bawah 
sadar mencuat sesuai konteksnya, mengaktual dalam perilaku yang ideal sesuai 
frame arahan nalar!"

      "Tapi ada batas nalar pada setiap orang, yakni sesuai kapasitas 
fisik-mental, pengetahuan, dan pengalaman, yang kematangannya bergantung pada 
kontinuitas eksaminasinya!" timpal Umar. "Untuk itu, jika eksaminasi terhadap 
kapasitas tersebut tidak prima, tak mampu mengaktualkan naluri Pancasila 
menjadi perilaku atau realitas! Akibatnya, Pancasila cuma sebatas keniscayaan! 
Sedang realitasnya, justru perilaku korupsi!" ***
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke