Generasi kreative dan pencerahan +++++++++++++++++++++++++++
A. Yang pertama kita definisikan dulu apa itu pencerahan - Menurut para pemikir-pemikir renaissance eropa, khususnya Immanuel Kant, dkk secara singkatnya, pencerahan adalah aktualisasi diri yang otentikal atau orisinal disini bisa saya jelaskan lebih lanjut bahwa pencerahan artinya kemampuan mengaktualisasikan diri secara otentikal/original. Lenin dalam beberapa artikelnya menulis bahwa setiap orang/negara (sekumpulan orang yang berserikat) berhak untuk menentukan nasib sendiri, dan Lenin secara tegas menyatakan tidak ada kekuatan lain di luar diri manusia. B. Yang kedua adalah tentang kreativitas atau inovasi. Kreativitas erat kaitannya dengan pencerahan, tanpa pencerahan sulit muncul kreativitas, karena kreativitas adalah output pemikiran, atau hasil karya idea/gagasan dari pemikiran kita yang orisinal atau otentikal. C. Yang ketiga adalah tentang orisinal atau otentikal itu sendiri. Siapakah orisinal atau otentikal kita? Saya tepatnya hidup di era setelah Albert Einstein, Vladimir Ilyich Lenin, David Hume, Immanuel Kant, Descartes, GW Hegel, Husayn Mansyur Al Hallaj, Ghazali, Soekarno, Tan Malaka, Asia Carrera, John Lennon, dlsb dan masa-masa ketika: Stephen Hawking, Richard Dawkins, Antonio Damasio, dan fisikawan-fisikawan lainya masih hidup, dicampur dengan pemikiran Steven Paul Jobs, William Hendry Gates 3, Mark Zuckerberg, enny arrow, rin sakuragi dan pemikiran-pemikiran kawan lainnya plus pengalaman empiris pribadi terhadap nature/alam, sehingga mengakibatkan saya tahu tentang terminologi apa itu: 1. Fisikalisme/materialisme 2. empirisme 3. pornoisme jelasnya reason-reason atau argumen-argumen saya, akan saya jelaskan secara perspektive fisikalisme, empirisme, dan pornoisme (apa adanya) yang pertama untuk menjawab siapakah `aku yang orisinal atau otentikal', ini cukup rumit, descartes dan immanuel kant hidup di transisi abad pertengahan dan renaissance, sehingga pemikiran dominasi gereja masih sangat kuat di pemikiran mereka, sedangkan saya hidup di abad 21, di era facebook dimana mark zuckerberg memfasilitasi idea immanuel kant tentang arti `pencerahan, yaitu kebebasan individu untuk mengekspresikan keorisinalan dirinya ( freedom of expression) penjelasan saya akan kuat/berbasis/berdasarkan 3 faktor, yaitu fisikalisme/sains, empirisme (pembuktian), dan pornoisme (apa adanya/keterbukaan informasi), karena 3 faktor ini akan sangat kuat pengaruhnya di masa depan dari perspektive fisikalisme, jelas adanya bahwa e=mc2 yang berarti energi setara/equal dengan jumlah massa, dari sini majelis ulama indonesia belum membuat fatwa lain misal energi bisa muncul tanpa massa dan bisa muncul dari kenihilan absolut, jadi e=mc2 masih saya pegang sebagai dasar perspektive fisikalisme dalam mengurai `system of nature'. Jadi dari sini penjelasan VI Lenin dan pemikir-pemikir materialisme/fisikalisme lainnya bisa saya setujui, karena jelas dinyatakan bahwa kesetaraan energi dan massa, dan tentu apabila tiada massa/energi, maka tiada bisa mempengaruhi massa tubuh kita, dan juga tiada kekuatan tanpa massa. penjelasan dari perspektive empirisme, saya dengan ideologi/cara berpikir pornoisme/keterusterangan/keterbukaan, belum pernah melihat bahwa ada benda bergerak tanpa massa dan tanpa energi, artinya kalau saya disuruh bersyahadat saya tidak berani mengucapkan dua kalimat syahadat "saya bersaksi tiada tuhan selain allah dan saya bersaksi bahwa mohammad adalah utusannya" saya tidak berani bersaksi karena secara empiris belum pernah melihat, mendengar, atau merabanya sendiri :-) namun saya berani bersaksi dan bersumpah, bahwa selama ini yang saya saksikan bisa bergerak selalu materi/fisikal, saya berani bersaksi dan bersumpah belum pernah melihat dan meraba benda bergerak yang bukan fisikal, dan dari perspektive fisika, jelas diterangkan bahwa adanya gerakan tentu akibat adanya kekuatan/energi/force. Sehingga gerakan akan muncul akibat adanya massa/energi. Sehingga dalam penjelasan lanjutan, siapa `aku yang orisinal atau otentikal' maka dari reason-reason diatas, dan dari 3 mazhab cara berpikir, yaitu fisikalisme, empirisme, dan pornoisme, maka jawab dari KH. Wawan Setiawan gelar Al Kafirun Jaya, SJ (serikat jomblo), yalah . "aku yang orisinal atau otentikal" adalah sekumpulan materi biologis, yang antar jaringan neuronnya berinteraksi secara kimiawi, interaksinya dipengaruhi oleh faktor biologis didalam tubuhnya, dan faktor luar yang berinteraksi/berkomunikasi melalui indera, misal faktor suhu, faktor cahaya,faktor suara, faktor penglihatan, sehingga menimbulkan kombinasi kompleks zat kimiawi otak yang komposisinya tidak mungkin terulang secara sama persis plekkkk 100%, ditambah bahwa secara fisika, hardware biologis carbon ini tidak pernah berada di ruang dan waktu yang sama, sehingga mengakibatkan: a. kombinasi materi biologis hardware carbon didalam tubuh kita susunan/kombinasinya selalu unique dan tidak pernah sama, ditambah dengan b. pengalaman inderawi setiap hardware biologic carbon atau kita sebut mahluk manusia selalu unique dan tidak pernah sama, tidak ada satupun manusia yang mempunyai rangkaian hardware biologis carbon yang sama persis plekk 100%, dan tidak ada satupun manusia yang mempunyai pengalaman inderawi yang tersimpan di dalam otaknya secara sama persis plekkkk 100% sehingga: keunikan didalam materi internal (hardware carbon biologis) plus pengalaman empiris inderawi manusia yang masing2 kinerjanya tidak pernah sama itulah yang kita sebut "aku yang orisinal dan otentikal" - kesalahan descartes, kantian, dan mazhab2 yang masih dipengaruhi oleh pengetahuan takhyul terletak pada pengertian `aku', tidak lain adalah `hantu yang menghuni tubuh fisik manusia' atau bahasa jermannya adalah `ruh' tapi jelas masalahnya, dalam contoh konkrit anak saya, sama sekali dia tidak mempunyai kemampuan transenden ala jawa,dan hanya bisa berbahasa russia (sedikit inggris), karena input-input yang masuk kedalam pemikirannya semua dikonsepkan melalui bahasa russia. Jadi disini, masalahnya jelas, bahwa yang disebut "aku" adalah segala input-input informasi/konsep-konsep yang masuk ke pemikiran otak kita melalui system inderawi manusia, dan saya tidak mempercayai ada terminologi `aku/ruh' yang bisa terpisah dari tubuh fisik manusia (konsep dualisme), atau tidak disusun oleh input inderawi manusia jadi disini, singkatnya, menurut KH. Wawan Setiawan gelar Al Kafirun Jaya SJ (serikat jomblo) pencerahan berarti "kemampuan mengaktualisasikan/mengekspresikan segala keunikan pengalaman empiris inderawi seorang manusia/individu (hardware material carbon)" jadi disini masalahnya jelas, bahwa apabila kaum religius mengatakan pencerahan adalah ketaatan kepada tuhan, meski tuhan itu adalah sebuah konsep inderawi juga, kaum renaissance mengatakan bahwasanya pencerahan adalah pengaktualisasikan diri secara otentikal atau original, dalam hal ini, jika saya menggunakan perspektive pencerahannya kaum renaissance eropa, maka jelas saya katakan bahwa salah satu bentuk pencerahan saya adalah statemen original/otentikal dari saya yang mengatakan "saya belum pernah melihat, meraba, atau mengalami pengalaman empiris inderawi tentang tuhan" Sapere Aude, 6 june 2011 ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
