http://www.sinarharapan.co.id/content/read/larangan-jilbab-fifa-tolak-protes-iran/
07.06.2011 14:47 Larangan Jilbab, FIFA Tolak Protes Iran Penulis : Wishnugroho Akbar (AP Photo) JENEWA - Badan sepak bola dunia (FIFA) tetap memberlakukan sanksi terhadap tim nasional wanita Iran karena menggunakan jilbab dalam pertandingan sepak bola. Keputusan FIFA tersebut sekaligus menolak keberatan yang diajukan Iran atas sanksi yang mereka terima. Akibat sanksi tersebut, tim nasional wanita Iran dilarang mengikuti kualifikasi Olimpiade 2012. Larangan tersebut sudah diberlakukan sejak Jumat pekan lalu saat timnas Iran bertandang ke Amman untuk menghadapi Yordania dalam lanjutan kualifikasi Olimpiade 2012. Dalam laga yang batal digelar tersebut, FIFA menetapkan Yordania sebagai pemenang dengan skor 3-0. FIFA beralasan, penggunaan jilbab dalam pertandingan melanggar aturan permainan sepak bola dan rentan menyebabkan cedera. "Sebelumnya delegasi Iran menyatakan pihaknya memahami aturan main, tetapi saat berada di lapangan, para pemain menggunakan jilbab yang menutupi kepala hingga leher yang melanggar aturan permainan," demikian ditegaskan dalam laman resmi FIFA.com, Senin (6/6). Persoalan penggunaan jilbab atau penutup kepala bagi wanita sebenarnya sudah dilarang leh FIFA sejak 2007. Tahun ini, FIFA bahkan melarang penggunaan mantel penghangat leher yang dinilai bisa mengakibatkan cedera. Otoritas sepak bola dunia itu juga tidak mengizinkan munculnya simbol-simbol keagamaan di lapangan sepak bola. Selain gagal melawan Yordania, Iran juga tidak bisa melanjutkan pertandingan sisa melawan Vietnam, termasuk Thailand dan Uzbekistan. Pihak federasi sepak bola Iran langsung mengajukan protes kepada pejabat FIFA asal Bahrain yang juga bertanggung jawab atas pelarangan pertandingan kontra Yordania. "Kami akan protes kepada FIFA atas sikap pejabat mereka yang tidak mengizinkan pertandingan melawan Yordania,"kata Presiden asosiasi sepak bola Iran, Ali Kaffashian. Bukan hanya Iran, pihak Yordania sebenarnya juga keberatan terhadap larangan penggunaan jilbab. Bedanya, Yordania sudah bersiap memutuskan memainkan pemain yang tidak menggunakan jilbab. FIFA sendiri sudah memberikan toleransi berupa izin penggunaan penutup kepala. "Masalahnya, penutup kepala yang diizinkan FIFA tidak sesuai karena masih menyingkap leher pemain. Itu tidak dibenarkan dan tidak bisa diterima," kata Rana Husseini, Direktur tim nasional wanita Yordania, kepada Associated Press. Atas dasar keberatan sejumlah negara Timur Tengah, Rana Husseini mengungkapkan, Yordania melalui Pangeran Ali, selaku anggota Komite Eksekutif FIFA, akan mencoba mencari solusinya. (AP/Fifa.com) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
