Klub Istri Patuh: Istri Harus Tampil 'Nakal'

» Ilustrasi Pernikahan

Elin Yunita Kristanti | Senin, 6 Juni 2011, 11:45 WIB

VIVAnews -- Sebagai pengantin baru, Ummu Atirah yang baru berusia 22 tahun 
yakin bahwa ia tahu rahasia pernikahan yang langgeng dan bahagia: mematuhi 
suami dan memastikan kebutuhan seksualnya terpuaskan.

Atirah dan sekitar 800 perempuan muslim lainnya di Malaysia bergabung dalam 
klub yang sama, yakni 'Klub Istri Patuh'  yang memancing kontroversi di 
kalangan muslim Malaysia -- di mana muslimah di sana memegang posisi penting, 
baik di pemerintahan maupun dunia usaha.

'Klub Istri Patuh' baru diluncurkan Sabtu lalu. Kelompok ini mengklaim dapat 
menyembuhkan penyakit sosial seperti pelacuran dan perceraian. Caranya, dengan 
mengajarkan pada perempuan untuk patuh dan membuat suami bahagia di tempat 
tidur.

"Islam mengajarkan istri patuh pada suami. Apapun yang dikatakan, harus saya 
patuhi. Adalah dosa jika aku tidak patuh dan tak membuatnya bahagia," kata 
Atirah, seperti dimuat AP.

Klub ini didirikan oleh kelompok Islam Global Ikhwan -- yang juga pernah 
membuat geger gara-gara membuat 'Klub Poligami'. Global Ikhwan  banyak dikritik 
karena dianggap melecehkan perempuan muslim yang maju dan mengembalikan 
kehidupan mereka bagai di Abad Pertengahan.

Meski berlatar belakang Islam konservatif, salah satu pendiri klub, Rohayah 
Mohamad, secara terbuka mengutarakan tentang seks dalam pernikahan -- meski 
beberapa rekannya malu untuk mengungkapkannya.

"Seks adalah hal yang tabu dalam masyarakat di Asia. Dalam pernikahan itu 
sering diabaikan. Padahal, istri yang baik adalah pekerja seks yang baik untuk 
suaminya. Apa salahnya menjadi pelacur untuk suami Anda," kata dia. "Ini cara 
melindungi keluarga dan mengurangi penyakit sosial."

Ditambahkan dia, istri harus melampaui tugas tradisionalnya dalam rumah tangga: 
juru masak yang baik atau ibu yang baik bagi anak-anaknya. Istri, kata dia juga 
harus 'patuh, melayani, dan menghibur' suaminya.

Secara tak langsung, kata Rohayah, istri yang tak patuh adalah "penyebab 
kekacauan di muka bumi". "Sebab, lelaki yang tak bahagia di rumahnya, pikiran 
dan jiwanya tak tenang."

Peningkatan kasus perceraian laki-laki muslim di Malaysia makin meningkat jadi 
dalih. "Ini karena saat suami pulang ke rumah, para istri tak menyambut suami 
mereka dengan senyum hangat dan pakaian seksi. Ini fakta yang terjadi saat ini."

Kelompok Global Ikhwan merupakan cabang dari mantan anggota sekte Al-Arqam -- 
yang dilarang pada tahun 1994 karena ajaran-ajarannya telah menyimpang dari 
Islam.

Meski 'menggiurkan' bagi suami, protes mengarah pada klub semacam ini. Beberapa 
warga Malaysia membentuk grup di Facebook untuk menentang 'Klub Istri Patuh'.

Salah satu pria muslim, Amirul Aftar menulis, "Saya tidak menginginkan istri 
yang selalu tunduk pada saya. Saya ingin istri yang mengerti saya. Dalam rumah 
tangga, saya bukan tuan bagi istri saya, kami adalah patner."

Sementara kelompok perempuan, 'Sisters in Islam' mengatakan, Islam menganjurkan 
perkawinan berdasarkan sikap saling kerja sama dan saling menghormati. (AP)



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke