http://www.voa-islam.com/counter/liberalism/2011/06/02/15084/sunni-dan-syiah-tak-mungkin-disatukan-menanggapi-deklarasi-majelis-sunnisyiah/

Kamis, 02 Jun 2011



Sunni dan Syi'ah Tak Mungkin Disatukan! (Menanggapi Deklarasi Majelis 
Sunni-Syi'ah)
Oleh: Al Fadhli
Ketua Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) Bandung



Jumat (20/5/2011) dideklarasikan sebuah majelis yang menaungi Islam Ahlus 
Sunnah wal-Jama'ah (Sunni) dan sekte Syi'ah. Majelis yang dimotori oleh PP DMI 
dan PP IJABI ini dideklarasikan dengan nama "MUHSIN" yang merupakan kepanjangan 
dari Majelis Ukhuwah Sunni Syi'ah Indonesia. Walaupun, belakangan PP DMI 
menolak keterlibatan dalam deklarasi ini, namun tetap bahwa keterlibatan kader 
DMI yang notabene merupakan seorang Sunni dapat menjadi syubhat bagi masyarakat 
awam.

Deklarasi ukhuwah dua sekte besar Islam ini merupakan deklarasi yang pertama 
kali dilakukan di dunia. Nusantara telah menjadi saksi kejahilan umat muslim di 
negeri ini. Apakah warga muslim Sunni yang terlibat dalam deklarasi ini tidak 
tahu hakikat Syi'ah..? Atau hal ini merupakan sebuah konspirasi yang dilakukan 
oleh musuh-musuh Islam dalam mengaburkan al-haqq dan mencampurbaurkannya dengan 
al-bathil..?

Daud Poliradja, Ketua Departemen Kepemudaan PP DMI, berkata dalam deklarasi 
MUSHIN di Jakarta, "Kami yakin Sunni-Syi'ah bisa bersatu dalam bingkai 
kebhinekaan tanpa memandang aspek Fikih." (sabili.co.id, 24/05/11).

Sebagai seorang intelektual, seharusnya Daud memahami dengan benar hakikat 
Syi'ah yang sebenarnya dan perbedaan di antara Sunni dan Syi'ah bukan merupakan 
perbedaan mazhab fikih belaka. Lebih dari itu, Sunni dan Syi'ah berbeda 
keyakinan dalam hal-hal yang fundamental (akidah).

SIAPAKAH SYI'AH?

Syi'ah menurut etimologi bahasa Arab bermakna: pembela dan pengikut seseorang. 
Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara. 
(Tahdzibul Lughah, 3/61, karya Azhari dan Tajul Arus, 5/405, karya Az-Zabidi; 
dinukil dari kitab Firaq Mu'ashirah, 1/31, karya Dr. Ghalib bin 'Ali Al-Awaji).

Adapun menurut terminologi syariat, Ibnu Hazm telah memberikan definisi yang 
mudah dipahami: Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama 
dari seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum 
muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. (Al-Fishal Fil Milali Wal 
Ahwa Wan Nihal, 2/113).

Asy Syahrastani menyatakan bahwa Syi'ah, dalam sejarahnya mengalami beberapa 
pergeseran. Seiring dengan bergulirnya waktu, kelompok ini terpecah menjadi 
lima sekte yaitu Kaisaniyah, Imamiyah (Rafidhah), Zaidiyyah, Ghulat, dan 
Isma'iliyah. Dari kelimanya, lahir sekian banyak cabang-cabangnya. (Al-Milal 
Wan Nihal, hal. 147).

Adapun Syi'ah yang tergabung dalam organisasi IJABI merupakan Syi'ah Imamiyah 
atau dikenal juga dengan nama Syi'ah 12 imam. Sedangkan ulama Ahlus Sunnah 
biasa menyebut kelompok ini dengan sebutan Rafidhah. Kelompok inilah yang 
merupakan kelompok mayoritas dan masih tersebar hingga kini, bahkan mereka 
telah memiliki sebuah negara dan pemerintahan di Iran.

MENCELA DAN MENGKAFIRKAN SAHABAT NABI

Di antara perbedaan yang mendasar antara Sunni dengan Syi'ah adalah pendapat 
dan keyakinan kedua sekte ini tentang kedudukan para sahabat Nabi. Diriwayatkan 
oleh seorang ulama Syi'ah Al-Kisysyi dalam kitabnya Rijalul Kisysyi (hal. 
12-13), dari Abu Ja'far (Muhammad Al-Baqir) bahwa ia berkata: "Manusia (para 
shahabat) sepeninggal Nabi, dalam keadaan murtad kecuali tiga orang," maka aku 
(rawi) berkata: "Siapa tiga orang itu?" Ia (Abu Ja'far) berkata: "Al-Miqdad bin 
Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi." Kemudian menyebutkan 
surat Ali Imran ayat 144. (Dinukil dari Asy-Syi'ah Al-Imamiyyah Al-Itsna 
'Asyariyyah Fi Mizanil Islam, hal. 89).

Ahli hadits mereka, Muhammad bin Ya'qub Al-Kulaini berkata: "Manusia (para 
shahabat) sepeninggal Nabi dalam keadaan murtad kecuali tiga orang: Al-Miqdad 
bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi." (Al-Kafi, 8/248, 
dinukil dari Asy-Syi'ah Wa Ahlil Bait, hal. 45, karya Ihsan Ilahi Dzahir). 
Demikian pula yang dinyatakan oleh Muhammad Baqir Al-Husaini Al-Majlisi di 
dalam kitabnya Hayatul Qulub, 3/640. (Lihat kitab Asy-Syi'ah Wa Ahlil Bait, 
hal. 46).

Bahkan dalam sebuah ceramah, seorang ulama Syi'ah di Iran mencela Ummul 
Mu'minin 'Aisyah dengan mengatakan bahwa sebutan al humaira (kemerah-merahan) 
yang diberikan Nabi kepada 'Aisyah bukanlah berasal dari kata "al-hamra" 
(merah), tapi berasal dari kata al himar (keledai), sehingga al humaira tidak 
diartikan sebagai "yang kemerah-merahan" namun menjadi "yang seperti keledai". 
Na'udzubillah.

Tidaklah salah kemudian bila kita mengatakan bahwa keyakinan Syi'ah lebih buruk 
daripada Yahudi dan Nasrani. Jika kita tanyakan kepada orang-orang Yahudi: 
siapakah orang terbaik dalam agama kalian? Maka tentulah mereka akan menjawab: 
sahabat-sahabat Musa. Dan umat Islam menyepakatinya. Jika kita tanyakan kepada 
orang-orang Nasrani: siapakah orang-orang terbaik dalam agama kalian? Maka 
pasti mereka akan menjawab: sahabat-sahabat Isa. Namun, jika kita bertanya 
kepada orang-orang Syi'ah: siapakah orang-orang terburuk dalam agama kalian? 
Maka mereka akan menjawab: para sahabat Nabi. Maka, apakah ada yang lebih buruk 
daripada pemahaman seperti ini dalam menilai kedudukan para sahabat Nabi?

PENDAPAT ULAMA AHLUS SUNNAH TENTANG SYI'AH

Ulama Ahlus Sunnah telah menyepakati kesesatan Syi'ah sejak lama. Di antara 
ulama Ahlus Sunnah yang menyatakan keburukan sekte Syi'ah Rafidhah adalah:

1. Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri ketika ditanya tentang seorang yang mencela Abu 
Bakr dan 'Umar, beliau berkata: "Ia telah kafir kepada Allah." Kemudian 
ditanya: "Apakah kita menshalatinya (bila meninggal dunia)?" Beliau berkata: 
"Tidak, tiada kehormatan (baginya)". (Siyar A'lamin Nubala, 7/253).

2. Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar al Marwadzi, katanya: "Saya mendengar 
Abu Abdullah berkata, bahwa Imam Malik berkata: "Orang yang mencela 
shahabat-shahabat Nabi, maka ia tidak termasuk dalam golongan Islam."

3. Dari Yunus bin Abdila'la, beliau berkata: "Saya telah mendengar Imam 
Asy-Syafi'i, apabila disebut nama Syi'ah Rafidhah, maka ia mencelanya dengan 
sangat keras, dan berkata: kelompok terburuk." (Al Manâqib, karya al Baihaqiy 
1/468)

4. Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Aku tidak melihat dia (orang yang mencela 
Abu Bakr, 'Umar, dan 'Aisyah) itu orang Islam." (As-Sunnah, 1/493, karya 
Al-Khallal).

5. Al-Imam Al-Bukhari berkata: "Bagiku sama saja apakah aku shalat di belakang 
Jahmi, dan Rafidhi atau di belakang Yahudi dan Nashara (yakni sama-sama tidak 
boleh -red). Mereka tidak boleh diberi salam, tidak dikunjungi ketika sakit, 
tidak dinikahkan, tidak dijadikan saksi, dan tidak dimakan sembelihan mereka." 
(Khalqu Af'alil 'Ibad, hal. 125).

Serta masih banyak lagi pendapat ulama Ahlus Sunnah tentang kesesatan dan 
keburukan Syi'ah. Maka, apakah mungkin Sunni dan Syi'ah bersatu? Apakah mungkin 
kelompok orang-orang yang memuliakan para sahabat bisa bernaung bersama 
orang-orang yang menghinakan mereka..?

Apalagi, jika kita telusuri lagi berbagai macam kesesatan Syi'ah lainnya, maka 
kita tidak akan pernah menemukan sehelai benang merah pun yang dapat mengikat 
ukhuwah antara Sunni dan Syi'ah, karena selama keyakinan Syi'ah belum berubah 
dan mereka belum bertaubat atas segala macam bentuk kesesatannya, maka selama 
itu pula pertentangan dan permusuhan di antara Sunni dan Syi'ah. Wallahu a'lam. 
[VOA-ISLAM.COM]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke