Refl: Airmata duyung ataukah armata buaya? http://us.detiknews.com/read/2011/06/09/081300/1656390/10/menebak-air-mata-ketua-ma-untuk-hakim-syarifuddin
Kamis, 09/06/2011 08:13 WIB Menebak Air Mata Ketua MA untuk Hakim Syarifuddin Andi Saputra - detikNews foto: detikcom Jakarta - Dihadapan anggota Komisi III DPR, Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin Tumpa meneteskan air mata ketika bercerita tentang Syarifuddin. Tidak ada yang tahu, mengapa Tumpa yang telah puluhan tahun mengadili orang ini memberikan air matanya kepada seorang Syarifuddin. "Air mata ini saya nilai sebagai tanda malu. Perasaan malu kepada masyarakat. Apalagi selama ini MA sangat resisten terhadap Komisi Yudisial (KY)," kata psikolog forensik, Reza Indragiri Amriel saat berbincang dengan detikcom, Kamis, (9/6/2011). Perasaan malu ini sangat wajar, mengingat Tumpa selalu membela mati- matian ke publik kalau lembaganya bersih dari praktek suap. Apalagi baru 3 pekan dia pulang dari Amerika Serikat dan membawa oleh- oleh hasil riset pemerintah AS bahwa peradilan di Indonesia memuaskan bagi 75% masyarakat. Namun, hasil riset ini seakan sirna tanpa bekas usai Syarifuddin tertangkap tangan KPK. "Kalau kita percaya bahwa ada hubungan yang linier antara perilaku seseorang dengan isi hatinya, tangis Ketua MA ini malu. Tapi, dalam proses isi hati ke perilaku kan melalui proses pikir. Kalau memang tangis itu kebalikan dari isi hatinya, maka hanya dia dan Tuhan yang tahu," jelas Reza lebih lanjut. Seperti diketahui, menangis di depan publik bukan pertama kali dipertontonkan orang yang sedang terkena masalah kepada masyarakat. Sebelumnya Komjen Pol Susno Duaji menangis di depan anggota DPR. Gayus Tambunan pun ikut mempertontonkan derai air mata di depan persidangan saat mengakui dirinya keluar penjara berkali- kali. Mantan Ketua KPK juga tidak kuat menahan air matanya saat disidang di PN Jaksel. Namun, contoh diatas adalah menangis karena apa yang dia alami sendiri. Ekspresi atas perasaan subjektif bahwa dirinya di dzalimi. Tapi mengapa Tumpa menangis atas apa yang tidak dia alami sendiri ? " Sekali lagi saya katakan, hanya dia dan Tuhan yang tahu," ungkap staff pengajar Universitas Bina Nusantara (Binus) ini. Seperti diberitakan sebelumnya, Tumpa sempat meneteskan air mata di depan anggota Komisi III DPR saat memberikan pernyataan terkait penangkapan Syarifuddin oleh KPK. "Tadi diakui tamparan yang sangat berat terhadap para hakim, khususnya kepada Ketua MA. Bahkan Ketua MA sempat menitikkan air mata terhadap kasus hakim Syarifuddin," kata Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman, usai pertemuan Komisi III dengan MA di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
