Katak Dibawah Tempurung Juga Berbahasa Indonesia !
Baik itu di Eropah, di Amerika maupun disemua negara maju, sama2 menampung
bangsa2 manusia dari seluruh dunia yang macam2 tujuannya, ada yang tujuan
belajar, ada yang mencari gelar, ada yang berdagang, dan ada juga yang cari
kerjaan.
Meskipun macem2 tujuannya, tapi mereka yang datang dari negara2 terkebelakang
ternyata tidak satupun yang tertarik kepada sejarah, bahasa, dan budaya bangsa
lain selain bangsanya sendiri. Demikianlah, mereka yang berhasil ataupun yang
gagal dalam cita2nya sama2 mengirim cerita ketanah airnya yang selalu
dikangeninya.
Orang2 dari Nigeria bilang, bahasa Nigeria itu populer di Amerika bahkan
ditempat kuliah saya dijadikan bahasa asing utama oleh para ahli untuk
dipelajari.
Orang2 Arab bilang, bahasa Arab sudah menjadi bahasa resmi nomor satu akan
menggantikan bahasa Inggris. Sekarang semua universitas menggunakan bahasa
Arab.
Orang2 Islam juga bilang, di Eropah ditempat saya belajar, semuanya sudah
beragama Islam bahkan sebenarnya mayoritas agama di Eropah adalah Islam, jarang
saya menemukan mereka yang menganut agama lainnya, semuanya Islam, apalagi
waktu saya shalat Jum'at, tidak ada yang beragama lain selain Islam, dan
seharusnyalah Eropah itu dinyatakan sebagai negara Islam seperti juga Amerika
Serikat yang superpower juga sudah menjadi negara Islam. Presiden Bush juga
sudah masuk Islam.
Demikianlah juga yang dari Indonesia, menceritakan hal yang sama seperti yang
disampaikan mahasiswa Indonesia yang gagal kuliah kemudian balik ke tanah air
membawa cerita pengalamannya agar diketahui semua orang kalo dia pernah kuliah
di Eropah: "saya hidup disalah satu negara di Eropa tengah dimana bahasa
Indonesia di beberapa universitas sangat digemari bahkan dianggap sebagai
bahasa masa depan karena kemudahannya...".
> Meneer Tedoun <teddysunardi@...> menulis:
> saya hidup disalah satu negara
> di Eropa tengah dimana bahasa
> Indonesia digemari bahkan
> dianggap sebagai bahasa masa
> depan karena kemudahannya, ...
Memang, cerita2 mereka itu bukan semuanya salah, bahkan kesemuanya ada
kebenarannya sendiri2 karena mereka yang bercerita itu hanya terkungkung dalam
kelompok bangsanya sendiri saja sehingga se-olah2 dunianya sama seperti
lingkungan ditanah airnya sendiri. Mereka sama seperti katak dalam tempurung
karena mereka tidak mampu berkomunikasi dengan lingkungan sebenarnya diluar
tempurung meeka. Meskipun dinegeri asing mereka cuma berbahasa Indonesia dan
menghindari bertemu dengan mereka yang tidak mengerti bahasa Indnonesia
sehingga se-olah2 semuanya dinegeri asing itupun berbahasa Indonesia.
> Lisman Manurung <lismanm@...> wrote:
> bahasa Indonesia akan menjadi semakin
> disukai produsen jika daya beli rakyat
> Indonesia unggul di ASEAN. Tetapi
> jika bahasa Indonesia diperlukan di
> ASEAN hanya diperlukan untuk perintah
> -perintah TKI dari/asal Indonesia
> tidak dapat dipungkiri bahwa "Indonesia"
> akan terpuruk, termasuk bahasanya, ...
Pendapat berbeda kedua pembaca diatas menjadi jelas gambarannya, lingkungan
hidup dalam tempurung itu besar pengaruhnya dalam memisahkan kehidupan diluar
tempurung.
Katak dibawah tempurung yang berbahasa Indonesia tentu meyakini bahwa seluruh
dunia juga berbahasa Indonesia, dan karena mayoritas agama di Indonesia itu
Islam, maka seluruh dunia ini beragama Islam.
Tapi bukan semua katak berada dibawah tempurungnya masing2, ada juga katak2
yang tidak suka hidup dibawah tempurung karena lebih suka menjadi manusia yang
hidup dalam alam nyata dan mereka biasanya kaget melihat bangsanya dijadikan
katak2 perbudakan dengan bahasa yang dihaluskan sebagai TKI. Biasanya setelah
merasa menjadi manusia, dia juga merasa kalo bangsa katak terpuruk selalu
karena tidak sanggup jadi manusia.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/