http://groups.yahoo.com/group/parapemikir/message/18443

Perkara Bolshewik…

Saya memaklumi bahwa tuan Marx melihat penderitaan buruh di eropa abad 19
sebagai materi history.
Saya menaruh simpati kepada tuan Engels yang diwarisi keluarganya dengan pabrik
tekstil namun memilih berkolaborasi kepada kaum proletar dan lebih menerangkan
pikiran-pikiran tuan Marx kepada cara kerja materi, evolusi dan revolusi
sehingga tampak jelas dan nyata
Saya menaruh respek kepada tuan Lenin yang mampu melakukan eksekusi daripada
pikiran-pikiran tuan Marx, Engels, Feuerbach dan lain sebagainya dan mampu
membaca situasi di Russia dan menciptakan Revolusi.

Abad 19 kekuasaan monarki begitu dominan, agama kristian orthodox sebagai
institusi yang paling dihormati masyarakat dan paling diturut oleh masyarakat
berada dibelakang kekuasaan raja. Tuan Lenin melihat ini sebagai suatu kejahatan
sistemik. Kejahatan seperti ini dilindungi oleh hukum raja dan hukum "Tuhan".
Tuan-tuan pembaca bisa bayangkan situasinya, apabila kejahatan itu berlindung
atas nama Tuhan, dan masyarakat masih berada dalam situasi bahwa kepercayaan
"Tuhan" adalah satu-satunya kebenaran yang absolut, dikultuskan nan dijunjung
setinggi-tingginya dan tidak boleh dipertanyakan.

Tuan Lenin mulai menyadari bahwasanya kekuasaan "Tuhan" adalah kekuasaan semu
dan sangat mudah digunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan manusia. Tuan
Feuerbach menyadarkan bahwa surgaloka bukan diciptakan Tuhan dan sebagai kado
buat manusia, sehingga keberadaannya selalu ditunggu-tunggu oleh manusia, sambil
menghabiskan hidupnya di dunia. Tuan Feuerbach menyadarkan bahwasanya surgaloka
harus diciptakan oleh manusianya sendiri. Konsep-konsep ke-Tuhanan yang selalu
berurusan dengan pejabat-pejabat langit, dibantah oleh tuan Feuerbach bahwasanya
pejabat langit adalah semu dan itu semua imajinasi manusia-manusia primitive
sebagai history peradaban.

Tuan Lenin ingin menciptakan surga didunia seperti sabda tuan Feurbach, surga
itu tentulah wujud masyarakat sosialisme, karena kapitalisme pada hakekatnya
adalah penindasan. Dialektika materi menjelaskan bahwa dialektika terdiri dari
dua obyek, yang satu mengambil kuantitas yang lain, sehingga berubah kualitas.
Kekayaan si A karena mengambil jumlah materi si B. Kuantitas si B yang
dikurangkan dan diberikan kepada si A, mengubah kualitas si A.

Komunisme yang dibangun tuan Lenin menghapuskan kelas. Penghapusan kelas ini
tidak saja menghapuskan dialektika kelas, namun tuan Lenin lupa kepada hukum
dialektikanya sendiri. Hukum dialektika merupakan opposite dari hukum logika
formal. Hukum logika formal menyatakan bahwasanya A harus sama dengan A. Ada
suatu perbedaan di skala kecil dari satu benda A..terhadap benda A yang lain.
Disini nampak jelas hukum dialektika adalah hukum relativitas. Keadilan bukanlah
sama seperti hukum identitas, tapi keadilan adalah sama dalam ukuran besar tapi
berbeda dalam ukuran kecil, dalam artian Sosialisme baru kita adalah ada
pembatasan batas atas maksimal, ada pembatasan batas atas, dan ada dialektika /
transfered nilai dari yang kaya kepada yang miskin, sehingga jurang/selisih
antara atas bawah RELATIVE sama, tapi tidak harus sama persis.

Mendobrak kebenaran absolut.

Kita tidak tahu apakah saat ini kita benar, apakah saat ini pemerintah kita
benar, karena benar itu adalah kesadaran. Di tahun 2010 ini, secara materi
history situasinya lebih gampang dari Revolusi Russia yang diciptakan oleh tuan
Lenin. Tuan Lenin mampu membangkitkan kesadaran kelas rakyatnya. Dogma dan
aturan yang dibuat raja, dan gereja sebagai satu-satunya kebenaran absolut,
mampu didobrak oleh tuan Lenin dengan cara menyadarkan kelas terlebih dahulu.
Perubahan cara berpikir, membuat dogma-dogma yang sebenarnya penindasan mulai
luntur dan tidak dipercayai oleh rakyat. Dalam hal ini, dogma agama dan dogma
kerajaan adalah yang paling sulit didobrak, karena agama dan kerajaan merupakan
simbol kekuasaan langit, simbol kesucian, simbol kebenaran tunggal, dan simbol
kekuasaan absolut. Penindasan yang dialami rakyat dalam kepercayaannya kedalam
simbol-simbol tersebut membuat rakyat juga hidup seperti menghirup candu. Rakyat
ditindas dan kesakitan, tapi tidak tahu sebab apa yang membuatnya kesakitan, dan
rakyat mencari pelarian-pelarian yang bisa mensublimasi rasa ketertindasannya.
Pelarian yang paling efektif adalah janji-janji kosong kehidupan after life
didunia yang begitu nikmat. Cara berpikir primitive menyebut bahwa hidup di
dunia terikat takdir atau ketentuan kekuasaan langit, hidup di dunia adalah
penderitaan yang harus ditanggung manusia dan akan dikompensasi oleh kekuasaan
langit sebagai kesenangan abadi setelah masa kematian. Kehidupan di dunia
dianggap sebagai karma yang harus ditanggung setiap individu dalam dogma kaum
primitive asia selatan.Dogma-dogma primitive agama berurusan secara individu,
memisahkan individu dari kelompoknya. Dogma-dogma primitive mengajarkan
tiap-tiap individu berusaha keras mencapai kehidupannya yang lebih baik dengan
cara penderitaan hidup di dunia.

Tuan Lenin berusaha membongkar cara berpikir ini sesuai pemikiran tuan
Feuerbach, bahwasanya kehidupan yang lebih baik harus diciptakan di dunia oleh
manusianya sendiri, dan itu bisa dicapai tidak bisa dengan cara perjuangan
individu, tapi perjuangan KOLEKTIVE. Disinilah akar SOSIALISME dibangun.
Menciptakan kehidupan yang lebih baik secara kolektive. Pembangunan sorgaloka
kehidupan kita tidak bersifat individual lagi seperti dogma Agama, tapi
pembangunan sorgaloka kita dibangun secara kolektive, dan dibangun secepat
mungkin di dunia ini. Tiap individu tidak merintis jalan ke surganya secara
sendiri-sendiri lagi, tapi tiap individu menjadi bagian dari masyarakat
kolektive menciptakan surga di kehidupannya yang berlangsung secara riil di
dunia.

Situasi di Indonesia pada tahun 2010 sungguh berbeda dari masa-masanya tuan
Lenin, kemudahannya adalah adanya media pertukaran informasi yang cepat dan
mudah bagi proses dialektika ide masyarakat, tapi kesulitannya adalah akar-akar
filosofi sosialisme telah diberangus cukup lama oleh era orde baru yang militer
fasis. Sejak era orde baru, masyarakat Indonesia mempercayai bahwa kebenaran
adalah kapitalisme. Sistem ini dijejalkan di setiap otak masyarakat Indonesia,
dan pemerintahan Indonesia, dan berlangsung secara berkesinambungan. Karena ini
sudah dianggap dan dipercayai sebagai suatu kebenaran oleh masyarakat, maka hal
ini diterima saja. Tapi pada faktanya masyarakat kesakitan atas penindasan
sistem, dan sungguh seperti era pra revolusi Russia, kelompok kekuasaan agama
membentengi kekuasaan pemerintahan yang dzalim, dan masyarakat tidak berdaya
karena simbol-simbol agama dan kekuasaan pemerintahan dianggap merupakan
kebenaran dan tidak boleh untuk dilawan.

Di era orde lama, kemerdekaan dan partai komunis merupakan efek yang ditimbulkan
oleh Revolusi Bolshewik tuan Lenin di Russia. Tuan Lenin melakukan perubahan
besar di dunia, menjungkalkan kekuatan besar raja dan agama sebagai suatu sistem
penindasan rakyat. Tuan Lenin sudah mengetahui apa itu agama, agama tak lain
adalah perjuangan individu manusia untuk mencapai surganya masing-masing, agama
tak lain merupakan alat yang memisahkan individu manusia dari perjuangan
kolektive masyarakat. Agama itu memisahkan, mengelompokan, dan
mengindividualkan, sedangkan Sosialisme itu mengkolektive-kan atau menyatukan.

Esensi kemerdekaan masa lalu hampir hilang jejaknya di Indonesia ditelan oleh
zaman dan cuci otak orde baru. Namun, kalau kemerdekaan itu hanya merupakan
euforia efek dari situasi dunia, tepatnya setelah Jepang kalah perang, dan
pemimpin sekutu AS, meminta Belanda tidak berada di tanah hindia belanda lagi,
maka itu adalah merupakan kemerdekaan semu, yang mengakibatkan roh Bolshewik
Russia tidak sampai dikepalanya Soekarno dan masyarakat Indonesia.

Bolshewik Russia itu tidak hanya perkara urusan tuan Lenin menembak mati Tsar 2,
atau bukan perkara tuan Lenin menggantikan kekuasaan Tsar 2, tapi Bolshewik
Russia itu dimulai oleh tuan Lenin mengubah cara berpikir masyarakatnya terlebih
dahulu, tuan Lenin menyadarkan masyarakatnya terlebih dahulu, bahwa mereka
ditindas secara sistemik dan secara hukum formal, baik hukum formal kekuasaan
raja dan hukum formal yang diciptakan dari institusi agama.

Bolshewik itu perkara kesadaran rakyat…



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke