http://us.detiknews.com/read/2011/06/19/094423/1663238/10/migrant-care-ruyati-dipancung-buaian-pidato-sby-soal-tki-lenyap


Minggu, 19/06/2011 09:44 WIB

Migrant Care: Ruyati Dipancung, Buaian Pidato SBY Soal TKI Lenyap  
Nurvita Indarini - detikNews






Jakarta - Masyarakat seakan terbuai dengan pidato Presiden SBY di Sidang ILO 
ke-100 pada 14 Juni lalu tentang sudah berjalannya mekanisme perlindungan pada 
tenaga kerja Indonesia (TKI). Namun buaian itu sontak lenyap dengan kabar TKI 
Ruyati binti Sapubi yang telah dihukum pancung di Saudi Arabia.

Dalam keterangan tertulis pada Minggu (19/6/2011), Migrant Care menyebut SBY 
pada 5 hari lalu mengatakan bahwa di Indonesia mekanisme perlindungan terhadap 
PRT migran Indonesia sudah berjalan, tersedia institusi dan regulasinya. Pidato 
tersebut begitu menyejukkan dan menjanjikan.

"Namun buaian pidato tersebut tiba-tiba lenyap ketika hari Sabtu 18 Juni 2011 
muncul pemberitaan di berbagai media asing mengenai pelaksanaan eksekusi 
hukuman mati dengan cara dipancung terhadap Ruyati binti Sapubi, PRT migran 
Indonesia yang bekerja di Saudi Arabia. Peristiwa ini jelas memperlihatkan 
bahwa apa yang dipidatokan Presiden SBY di ILO tidak sesuai dengan realitas," 
ujar Direktur Eksekutif Anis Hidayah dalam rilisnya.

Menurutnya, eksekusi mati terhadap Ruyati binti Sapubi merupakan bentuk 
keteledoran diplomasi perlindungan PRT migran Indonesia. Hal ini dikarenakan 
dalam kasus Ruyati, publik tidak pernah mengetahui proses hukum dan upaya 
diplomasi apa yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

"Keteledoran ini juga pernah terjadi pada kasus eksekusi mati terhadap Yanti 
Iriyanti, PRT migran Indonesia asal Cianjur yang juga tidak pernah diketahui 
oleh publik sebelumnya. Bahkan hingga kini jenazah Yanti Iriyanti belum bisa 
dipulangkan," sambung Anis.

Dia menuturkan, dalam kasus Ruyati, Migrant Care telah menyampaikan 
perkembangan kasus ini kepada pemerintah Indonesia sejak Maret 2011, namun 
menurutnya belum ada tindak lanjut. Migrant Care pun menyatakan duka 
sedalam-dalamnya atas eksekusi mati terhadap Ruyati. Migrant Care juga mendesak 
Presiden SBY untuk mengusut tuntas keteledoran diplomasi perlindungan PRT 
migran Indonesia.

"Migrant Care juga mendesak agar dilakukan evaluasi kinerja (dan jika perlu 
pencopotan) terhadap para pejabat yang terkait dengan keteledoran kasus ini 
seperti Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Luar Negeri, Kepala 
BNP2TKI dan Duta Besar RI untuk Saudi Arabia," imbuh Anis.

Baca Juga :
  a.. Laporan dari Swiss
  PBB Beri Perhatian Bagi Kasus Kekerasan Terhadap TKI
  b.. Laporan dari Swiss
  SBY Banggakan TKI di Konferensi Buruh Internasional
  c.. Di Jasad TKI Komariyah Terdapat Luka Baru dan Lama
  d.. Keluarga Desak Kematian TKI Komariyah di Malaysia Diusut Tuntas 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke