Orang bebas memeluk agama pilihannya. Ada orang yang saya katakan beruntung merasakan adanya suatu pencerahan dan ini terlepas dari kaitan agama yang dipeluknya dan dalam hal ini tidak ada salahnya diberi selamat karena pencerahan sesuatu yang bersifat pribadi. Gandhi sendiri kembali pada Hindu setelah selesai mempelajari dan membandingkan agama-agama yang ada. Tiap agama saya yakin mengandung kebenaran. Rasanya tidak etis mencela agama yang dianut oleh orang lain.
Kalau ada sepasang sejoli yang sekarang tidak aktif di milis ini dan telah berdakwah untuk mengubah orang lain, maka itu urusan mereka. Perbuatannya akan sia-sia seperti halnya menebar garam ke laut. --- In [email protected], "bukan.pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > Saya komentari ini saja dulu: > > "Berdiam diri dan tidak mencela bukan berarti menyetujui" > > Ini saya bisa memahaminya walaupun saya belum tentu menyetujuinya. > > Saya lebih menghargai sikap orang seperti "item abu" yang bilagn salah itu > salah dan benar itu benar termasuk disaat yang tidak aman buat dia, yang > adalah ciri sikap sejumlah orang protestan (dan bukan ciri adab Katolik). > > Tapi membenarkan apa yang salah di Islam itu (rezameutia naik haji diberi > ucapan selamat oleh Suryana, nota bene saat TKWI diperkosa oleh orang Arab) > bukan lagi berdiam diri. > > Selanjutnya Suryana akhir-akhir ini bersikap persis sama dengan sikap orang > Islam: menyebar fitnah dan dusta. > > > --- In [email protected], "Teddy S." <teddyr@> wrote: > > > > Saya yakin bukan. > > > > Mungkin bisa dilihat dari sudut pandang lain. Tempat tinggalnya di daerah > > yang mayoritas dihuni orang-orang Muslim dan tidak pernah ada masalah sama > > sekali. Ini mengingatkan saya akan tempat asal kami di Kalimantan di mana > > hubungan kami dengan beberapa keluarga di sana sudah seperti saudara > > sendiri saja. Saya sampai sekarang masih teringat akan kelezatan kiriman > > bubur Asyura buatan almarhumah 'nek Haji. Jadi adanya perbedaan itu secara > > umum tidak menjadi masalah di Indonesia, apalagi pada zaman dulu. > > > > Jika dibandingkan dulu dengan sekarang, memang ada perubahan di Indonesia. > > Entah apakah ini pengaruh orang-orang Saudi Arabia yang punya banyak duit > > dari minyak hingga telah mengexpor Wahhabism. Sebab saat saya berbincang > > dengan seorang Muslim asal Bosnia di Sydney, orang-orang Arab Saudi rupanya > > lebih mementingkan untuk mendirikan mesjid mereka di Bosnia ketimbang > > mendirikan rumah sakit yang mereka lebih butuhkan karena mesjid sudah cukup > > banyak di sana. > > > > Berdiam diri dan tidak mencela bukan berarti menyetujui. Dalam kondisi > > panas sehingga terlontar kata-kata tidak pantas adalah suatu keadaan yang > > ideal untuk mengetahui isi hati yang sebenarnya dari seseorang. Orang > > banyak selalu bertopeng untuk menutupi diri dan membuat kesan yang kadang > > berlawanan dengan jati diri sebenarnya. > > > > > > --- In [email protected], "bukan.pedanda" <bukan.pedanda@> wrote: > > > > > > > > > Saya mulai bertanya-tanya Suryana itu apa bukan mualaf? > > > > > > Atau uler yang lidahnya bercabang? > > > > > > Saya dulunya mengangggap biasa saja dia mengeritik orang Nasrani seperti > > > "great pretender" karena orang Nasrani sudah berabad-abad mengembangkan > > > freedom of speach dan freed of opinion yang sekarang jadi bahagian dari > > > hak-hak azasi manusia.. > > > > > > Tapi saya heran ketika dia mengucapkan selamat kepada rezameutia yang > > > naik haji. > > > > > > Saya fikir ketika itu ada yang tidak beres: mengeritik orang Nasrani lain > > > yang dianggapnya salah tapi membenarkan kedunguan orang Islam? > > > > > > Kemudian dia diam saja ketika Tawang bilang dia setuju saja perempuan > > > Tionghoa diperkosa, artinya Tawang juga setuju saja bila istri dan anak > > > perempuan Suryana diperkosa. > > > > > > Lalu sekarang postingnya nggak banyak beda tuh dengan posting orang Islam > > > yang sudahpada gila itu. > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
