Wah.. Ini menarik.
Dari apa yang dijelasksn selintas disini, maka saya akan tertarik untuk ikut mendukung partai SRI ini.. Alasan saya: pendirinya,kelihatannya, orang sipil dan bukan serdadu dan bukan pendukung Orde Lama atau Orde Baru. Tidak bawa-bawa agama. Dan nama partainya tidak pake embel-embal nasionalis atau "bangsa". Tapi ini reaksi pertama saya dan berdasarkan apa yang tertulis di posting ini dan saya juga belum membaca programnya. Akan saya ikuti berita selanjutnya. --- In [email protected], Wahyu Suluh <wahyusuluh@...> wrote: > > Pemilu legislatif masih tiga tahun lagi.Namun, sesuai Undang-undang (UU) > Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik (Parpol), satu demi satu > partai,baik yang telah ikut Pemilu 2009 maupun yang baru, mulai > mendaftarkan diri agar bisa ikut Pemilu 2014. > > > > > > Kita tahu, syarat bagi sebuah parpol untuk bisa dikatakan partai, > kecuali di Aceh yang membolehkan berdirinya partai lokal,amatlah berat. > Sebuah parpol baru diakui sebagai badan hukum partai apabila memiliki > kepengurusan di 33 provinsi seluruh Indonesia, 75% pengurus > kabupaten/kota di tiap provinsi, dan 50% kecamatan di tiap > kabupaten/kota. > > > > Meski persyaratan untuk menjadi badan hukum partai amat sulit, tidak > sedikit partai baru yang mencoba nasib untuk terdaftar di Kementerian > Hukum dan HAM. Sampai 18 Juni 2011, ada 14 partai lama dan baru yang > mendaftar. Di antara partai baru yang sudah mendaftar adalah Partai > Nasdem (Nasional Demokrat),Partai Nasional Republik, Partai Kedaulatan > Bangsa Indonesia dan Partai Republik Satu. > > > > Salah satu partai politik baru yang juga akan mendaftar ialah Partai > Serikat Rakyat Independen (Partai SRI), partai para pendukung mantan > Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.Partai yang pernah mengikuti > pemilu sebelumnya yang sudah mendaftar ialah PDI Perjuangan,Partai Damai > Sejahtera, Partai Peduli Rakyat Nasional,Partai Buruh, Partai Pemersatu > Bangsa, dan Partai Kebangkitan Bangsa. > > > > Partai-partai baru yang belum pernah mengikuti pemilu legislatif tentu > harus bekerja keras agar keberadaannya benar-benar diterima masyarakat. > Syukur bila ternyata satu atau tiga partai baru itu dapat mematahkan > dominasi partai-partai besar lama seperti Partai Demokrat, PDIP, Partai > Golkar,PKS,dan partaipartai menengah bawah seperti PPP,PAN,PKB,Partai > Gerindra, dan Partai Hanura. > > > > Jika partai-partai baru itu mampu mengemas kampanye mereka, khususnya > dengan memfokuskan diri bahwa sebagian besar partai-partai yang ada saat > ini penuh diwarnai dengan korupsi dan ketidakjujuran, mungkin saja > partai-partai baru ini dapat dilirik masyarakat. > > > > Dua dari partai-partai baru yang cukup diperbincangkan adalah Partai SRI > dan Partai Nasdem. Berdirinya Partai SRI merupakan suatu kemajuan besar > karena selama ini sebagian pendukung Sri Mulyani Indrawati sangat > antipartai dan lebih menonjolkan diri sebagai kekuatan politik yang tak > berpartai. > > > > Aktivitas mereka mengampanyekan agar pemilu presiden/ wakil presiden > dapat diikuti oleh kandidat perseorangan adalah contoh dari upaya mereka > untuk semakin mendemokratiskan sistem pemilu presiden.Itu tentu > bertentangan dengan konstitusi negara yang hanya membolehkan partai atau > gabungan partai yang dapat mencalonkan presiden/ wakil presiden. > > > > Jika mereka mendorong amendemen konstitusi, ini juga tak gampang karena > kartel politik dan oligarki elite partai yang ada di Senayan (Gedung > MPR, DPR dan DPD) akan bersatu padu agar calon perseorangan tetap tak > dapat ikut pemilu presiden. Partai Nasdem juga diperbincangkan karena > dua hal. > > > > Pertama,masyarakat sudah menduga bahwa ormas Nasdem yang terus > mendirikan kepengurusan baru di berbagai wilayah Nusantara, suatu saat > pasti akan menjadi parpol. Kedua, pembentukan Partai Nasdem menimbulkan > riak gelombang pro-kontra di dalam ormas Nasdem karena ini keluar dari > rencana mereka yang hanya akan menjadi ormas. > > > > Selain itu, tidak sedikit aktivis Nasdem juga anggota partai seperti > Partai Golkar,PDIP dan lainnya. Kita belum tahu bagaimana kinerja > partai-partai baru itu pada Pemilu Legislatif 2014. Jika ternyata mereka > mampu mematahkan dominasi oligarki partai-partai politik yang bagaikan > kartel politik sudah menguasai perpolitikan di Indonesia, ini dapat > mendinamisasi politik Indonesia. > > > > Kita juga belum tahu apakah mereka akan luluh lantak lalu menggabungkan > diri pada kartel politik lama yang sudah mapan ataukah mereka tetap > bergeming, tidak mau menyatu pada kekuatan politik yang amat koruptif > yang telah menjadikan Indonesia sebagai negara kleptomania. > > > > Bila rakyat masih punya asa dan tetap percaya bahwa masih ada kaum elite > yang punya cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai negara yang > mampu mengatakan tidak pada tekanan asing, yang mampu menjaga kedaulatan > nasional, yang mampu meningkatkan budaya bangsa di tengah amerikanisasi > budaya internasional, bukan mustahil partai-partai baru itu, khususnya > Partai SRI dan Nasdem, memiliki peluang yang baik. > > > > Jika partai-partai baru ini ternyata survive melawan dominasi politik > kekuatan oligarki lama yang masih mengungkungi politik di Tanah Air, > masih ada harapan bagi masa depan demokrasi di Indonesia. Tapi jika > partai-partai baru itu ternyata didominasi oleh kekuatan elite politik > lama juga yang hanya berganti baju,rakyat pastilah sulit mempercayai > mereka. > > > > Pada tahap awal, kita harus menyambut kehadiran partai baru yang > benar-benar baru dan bukan partai baru sebagai baju baru bagi elite > politik lama yang juga korup.Semoga kehadiran partai-partai baru ini > membawa nuansa baru bagi perpolitikan di Indonesia dan mengangkat harkat > bangsa Indonesia di mata internasional. > > > > Kita butuh seorang pemimpin yang berani mengambil langkah ke depan demi > perbaikan bangsa. Orang itu tidak harus berasal dari kalangan militer > atau pengusaha. Dia juga tidak harus berjenis kelamin laki-laki, bisa > seorang perempuan yang mampu membawa negeri ini ke masa depan yang lebih > baik. Selamat datang partai-partai baru. ï IKRAR NUSA BHAKTI Profesor > Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI > > > > http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/407349/ > > Berbagi berita untuk semua > http://goo.gl/KKHtihttp://goo.gl/fIWzb > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
