http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011062500281514

      Sabtu, 25 Juni 2011 
     
      BURAS 
     
     
     
Pasir Isap kian Menelan Bangsa! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "BANGSA ini dalam pusaran krisis pasir isap yang kian menelannya akibat 
dari hari ke hari selalu muncul masalah dengan kesulitan baru yang tak 
terselesaikan tuntas!" ujar Umar. "Pasalnya, masalah yang datang silih berganti 
itu coba diselesaikan secara ad hoc, darurat, bukan dengan kelembagaan 
permanen!"

      "Memang! Seperti krisis TKI dihukum pancung di Arab Saudi, sekarang 
dibentuk tim khusus untuk cari penyelesaian!" timpal Amir. "Padahal, ada 
berbagai lembaga negara dan pemerintah yang secara formal punya fungsi dan 
tanggung jawab mengurusi TKI sejak di dalam negeri sampai perlindungan di 
tempat kerjanya! Tapi fungsi dan tanggung jawab itu selama ini tak dilaksanakan 
semestinya, sehingga ketika terjadi masalah perlu dibentuk badan ad hoc untuk 
mengisi kekosongan fungsi tersebut!"

      "Itu dia! Akibatnya lembaga-lembaga negara dan pemerintah itu tak 
berfungsi lagi, keberadaannya sekadar mengisi komposisi strutural!" tukas Umar. 
"Tanpa peduli, ketika badan ad hoc itu tak tuntas menyelesaikan tugasnya lalu 
tak kelihatan, lembaga formal struktural itu tetap mandul!"

      "Padahal, untuk fungsi melindungi setiap TKI itu, selain kewajiban formal 
konstitusional, juga ada kewajiban komersial berupa (imbal jasa) asuransi yang 
disetor PJTKI saat penempatan, Rp400 ribu setiap TKI, melengkapi uang 
rekomendasi izin kerja di luar negeri yang ditarik Depnakertrans 15 dolar 
AS/TKI!" tambah Amir.

      "Dengan kewajiban TKI dilunasi di depan saat diproses Depnakertrans 
sebelum berangkat itu, sekadar kantor atau biro konsorsium perusahaan asuransi 
tersebut di luar negeri tak ada, sehingga jika klien butuh PJTKI membantu 
menguruskan susah bukan kepalang! Kalau PJTKI saja mengurus asuransi sukar, 
apalagi TKI-tempatnya saja tak tahu di mana!"

      "Begitulah kenyataannya, jelas terlihat mindset lembaga-lembaga negara 
dan pemerintah tak lebih dari semata-mata menjadikan TKI sebagai mangsa 
pemerasan mereka!" tegas Umar. "Itulah sebabnya, saat timbul masalah akibat 
absennya fungsi dan tanggung jawab mereka, tak bisa mereka atasi hingga harus 
dibentuk tim ad hoc! Masalahnya, mereka memang tak mampu menjalankan fungsi dan 
tanggung jawabnya karena bisanya memang cuma memeras TKI!"

      "Seperti itulah gambaran masalah demi masalah yang beruntun tak 
terselesaikan hingga menyeret bangsa kian dalam di pusaran pasir isap!" timpal 
Amir. "Krisisnya mengimbas ke daerah, dari PHK massal akibat penghentian impor 
sapi bakalan Australia, sampai pembatasan BBM bersubsidi!" ***
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke