Saya ulang: nenek moyang kita sudah bikin kesalahan dengan menyediakan diri mereka jadi korban kibulan orang Arab primitif yang ngibul bilang buku taik anjing al-Mushaf itu berisi wahyu Allan - yang nota bene tidak berbukti ada.
Adalah tugas tiap orang rasional Indonesia untuk beramai-ramai dan dengan gigih menunjukkan bahwa ajaran agama tai anjing Islam itu bukan saja dungu, tapi juga buas, kejam, keji, zalim lagi biadab. --- In [email protected], Harry Adinegara <sans_culotte_30@...> wrote: > > Membaca ada TKW Indonesia dan ada 25 TKW yang menanti hukuman mati di Saudi > Arabia, ngak luput aku > merasakan betapa aneh-nya kejadian di tanah air sendiri. > Sampai2 kultur budaya Arab ini, paling getol di ikuti oleh bangsa kita. > Cewek2 > dan pria2 yang nggantheng2 > di Indonesia banyak yang sudah ganti cara berbudaya dan bersikap. > > Jilbab yang sebetulnya hanya cocok buat iklim panas di Arab Saudi, di tiru > oleh > wanita kita. Padahal pakaian ala jilbab ini tidak cocok > dengan iklim tropis, yang selain panas dan kelembab-an udara bisa mencapai > 90-an. Jadinya kalau badan para wanita kita yang mulus (he he he), terus > diselubungi /dibungkus ,bisa2 body odornya ngak keluar dan bisa2 jadi tengik. > Dan yang pria, pria yang nggantheng2 itu pakai pakain kedodoran dan lagian > piara > brengos janggut seperti kambing. Menurangi ke-gantheng-an-nya dan piara > jenggot > itu cari perkara, wasting time and money buat ngerapi-in jenggot kambing itu. > > Kenapa ngak santai aja lho, bagi para wanita ya pakai pakaian yang tergolong > sopan, jangan norak lah. Yang pria mbok ya jangan neko-neko, > yang penting itu jenggot kambing perlu ditabas saja. Kembali-lah ke budaya > tanah air , ngak perlu pakai blankon dan kebaya, tapi cari pakaian yang > sesuai > dengan iklim tempat kerja. > > Dari itu aku sampai pikiran nih, sudah mati2-an mau bertingkah seperti orang > dari padang pasir sono, ngak tahunya sang majikan dari padang pasir ngak > punya > kemanusiaan. Ya kalau hukuman adalah hukuman mati ya perlu dipikirkan > eksekusi-an lakukanlah secara manusiawi. Jangan me-nyembelih manusia seperti > binatang saja. > > Aku ini ngak punya keberatan atau anti dengan pakaian jilbab, tapi ini sudah > dua kali kejadian. Pergi pulang balik kerja aku pakai public transport, kalau > lihat ada yang mau masuk pakai jilbab, apalagi kalau pakai burqah aku tanpa > perlu mengundang perhatian banyak orang aku ya turun, tunggu kendaraan > berikutnya. Lho siapa tahu ,tahu2 nanti orang menyamar pakai jilbab /burqah > ngak > tahunya dibawahnya penuh dengan bom, alias suicide bomber. > > Harry Adinegara > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
