http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=99961:421-pohon-untuk-menyambut-hut-ke-421-kota-medan&catid=78:umum&Itemid=131
421 Pohon untuk Menyambut HUT ke 421 Kota Medan
Oleh : Dokter Nehru
Satu Juli 2011 ini adalah merupakan ulang tahun Kota Medan yang ke-421,
setelah didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi Ajijahe sekitar empat
abad yang lalu. Perkembangannya sekarang ini telah berada dalam taraf kota
megapolitan dengan tingkat aktivitas pembangunan infrastruktur yang sangat
tinggi serta transaksi perekonomian yang ramai pula.
Namun dalam tahun 2011 ini ada beberapa kejadian bencana alam terutama
banjir yang membuat kota Medan menjadi tidak nyaman lagi untuk dikatakan
sebagai tempat tinggal bagi penduduknya yang tertata rapi, indah, dan berudara
segar.
Dimulai 6 Januari 2011 yang lalu di Wilayah Kecamatan Medan Maimun
menjadi kawasan terparah akibat bencana banjir besar yang melanda Kota Medan
dan sekitarnya di Sumatera Utara.
Enam kelurahan di kecamatan ini ikut diterjang luapan air Sungai Deli
yang mengalir di tengah Kota Medan. Enam kelurahan tersebut adalah Kelurahan
Aur, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Jati, Kelurahan Sukaraja, Kelurahan
Hamdan dan Kelurahan Sei Mati. Totalnya, hampir sekitar 3.000 rumah warga yang
terendam banjir di wilayah ini.
Kemudian dilanjutkan dengan banjir besar yang melanda Kota Medan pada 1
April 2011. Ditengarai banjir tersebut akibat air kiriman dari hulu Sungai
Babura di kawasan Sibolangit, Deli Serdang, yang tidak bisa menampung debit
air. Akibatnya luapan air terjadi hampir di seluruh kota mulai dari kawasan
Padang Bulan, Mongonsidi hingga ke rumah dinas Gubernur Sumatera Utara dan
Walikota Medan. Banjir ini merupakan yang terbesar dalam satu dasawarsa
terakhir dan membuat seluruh kegiatan perekonomian, administrasi pemerintahan,
transportasi menjadi lumpuh.
Penulis sendiri merasakan langsung dampaknya karena terjebak macet di
kawasan Kampung Lalang saat hendak berangkat kuliah menuju kampus Pasca Sarjana
FKM USU di kawasan Padang Bulan Medan. Genangan air membuat mesin kendaraan
menjadi mogok, kuliah tidak jadi karena di kampus USU tinggi air mencapai 70
centimeter, mobil terpaksa masuk bengkel sehingga perlu biaya tidak terduga
membayar montir memperbaikinya. Artinya banjir ini membuat kerugian materi
sangat besar, konon lagi penderitaan bagi sebagian anak kos yang tinggal di
sekitar USU dimana bahan kuliah, catatan, buku teks sampai peralatan komputer,
laptop ikut rusak karena terkena air.
Ratusan sampai ribuan data berhubungan dengan materi pelajaran kuliah
yang sudah selesai dikerjakan menjadi hilang dan tidak berarti lagi sama sekali.
Kebiasaan Membuang Sampah Plastik
Beberapa ahli di bidang lingkungan hidup dan teknik sipil serta pakar di
bidang perencanaan wilayah (planologi) mengatakan bahwa salah satu penyebab
banjir di Kota Medan karena prilaku warga yang tidak lagi bersahabat dengan
alam. Contohnya adalah kebiasaan membuang sampah plastik ke sungai, menebang
pohon, pembangunan perumahan dalam skala besar di daerah resapan air hujan,
tidak bagusnya dranase di sepanjang jalan, sumbatnya saluran air, pembangunan
gedung perkantoran di sepanjang daerah sungai. Ditambah lagi tingginya produksi
karbondioksida dari mesin kenderaan bermotor, pabrik dan pemakaian air
conditioner yang mengakibatkan efek rumah kaca berupa pemanasan global.
Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah
dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon,
terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang
sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam
kayunya.
Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang
mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali
karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain,
seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk
mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam
mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca
Untuk itu dalam rangka memperingati hari jadi Kota Medan yang ke 421
Tahun alangkah baiknya bila kita juga turut berperan serta secara aktif menanam
421 pohon di kawasan yang perlu dihijaukan di Kota Medan. Sebagai Ketua KOPDA
(Komunitas Prof.Dr. Amri Amir) penulis merasa mempunyai tanggung jawab moral
untuk menghijaukan kembali kota kita tercinta.
Setelah beberapa bulan yang lalu juga melaksankan kegiatan serupa di Kota
Medan yang langsung dihadiri oleh Bapak Walikota Rahudman Harahap beserta
dengan Prof.Dr.H.Amri Amir,Sp. F(K), SH,Sp.Ak dan seluruh mahasiswa Pasca
Sarjana FKM USU.
Jika setiap penduduk dapat melaksanakan program "satu orang satu pohon"
dapat dibayangkan besarnya manfaat yang diperoleh. Karena setiap pohon yang
tertanam mempunyai kontribusi yang sangat besar bagi lingkungan dan kehidupan
manusia.
Satu pohon yang besar mampu menghasilkan persediaan oksigen (O2) untuk 4
orang per hari. Jumlah pohon yang tertanam dalam area 4.000 m2 mampu menyerap
karbondioksida (CO2) yang dihasilkan oleh kendaraan yang berjalan sejauh 26,000
mil, mampu
memindahkan sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (N0) (dua komponen
utama dari hujan asam dan polusi ozon).
Selain itu pohon dapat menurunkan debu dan asap rokok hingga 75% pada
area yang dinaungi pohon, mengurangi panas dan temperatur di wilayah perkotaan
sebanyak 90C dimana penguapan dari satu pohon dapat menghasilkan efek
pendinginan yang senilai dengan sepuluh alat pendingin yang beroperasi 20 jam
sehari.
Selain perayaan yang bersifat seremonial dan memakan biaya yang tinggi
dan hanya menunjukkan kemeriahan semata sementara persoalan rill tak
terselesaikan.
Penulis mengajak seluruh warga mulai dari kalangan pemerintah, pengusaha,
karyawan, perusahaan, anak sekolah, akademisi, tuang becak, pedagang kaki lima
untuk menanam pohon sebagi bukti kepdulian kepada kota Medan tercinta. Menanam
pohon itu mudah, tidak berbiaya ma-hal, dan dapat dilakukan oleh setiap orang.
Sementara kegunaannya akan sangat besar baik bagi kesehtan tubuh manusia.
Penelitian juga menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh di perkotaan
berpengaruh pada kemampuan memperlambat denyut jantung, mengurangi tekanan
darah tinggi, membuat rasa relax pada pikiran, mengurangi 40% polusi suara oleh
kebisingan yang dapat mempengaruhi hipertensi, peningkatan kolesterol, sifat
cepat marah dan perilaku agresif serta warna hijaunya membuat tenang dan
membantu pemulihan mata secara cepat dari ketegangan.
Selamat Ulang Tahun ke-421 tahun Kota Medanku Tercinta !! dan selamat
tumbuh 421 pohon penyejuk udara dan hati di tengah gerahnya tantangan hidup
ini.***
Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana ARS A FKM USU, Ketua KOPDA.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/