--- Pada Kam, 30/6/11, PAREWA <[email protected]> menulis:
Dari: PAREWA <[email protected]> Judul: Re: [proletar] Kompas: Mba Cepat Tolongi, Saya Akan Diperkosa Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 30 Juni, 2011, 4:54 PM Dan arab bukanlah islam. Islam ya Islam, arab ya arab. Al quran menulis "tak ada bedanya arab dan non arab. Yg membedakan manusia adalah iman dan taqwanya (amal salehnya)". Penghapusan Tradisi jahiliyah di arab adalah yg pertama2 jadi misi islam ketika agama ini turun di negeri arab. Dan tradisi ini masih berlansung sedikit banyaknya di jazirah arab, sebagaimana yg byk dikritik bahkan oleh penulis2 arab sendiri. Penguasa2 arab otoriter, masyarakatnya sendiri melawan, berapa byk aktivis islam yg dibantai di negara2 arab. dan anda saja yg mengasosiasikan arab dengan Islam. Setiap kejadian yg dilakukan jahiliyah arab anda paksakan itulah islam (pd saat yg sama ternyata fakta mengatakan jagal2 jutaan manusia dari negara2 nasarani). Tapi kayaknya si item lebih 'tergila-gila" pada arab dibanding org islam sendiri. Ada apa nih Tem ....hem...hem. Ashobiah (rasis) dilarang dalam islam Tem. --- Pada Rab, 29/6/11, Habe Proletar <[email protected]> menulis: Dari: Habe Proletar <[email protected]> Judul: Re: [proletar] Kompas: Mba Cepat Tolongi, Saya Akan Diperkosa Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 29 Juni, 2011, 10:28 AM lu tuh lahir cacat otak ya tem? lu bilang Islam menghalalkan perkosaan lu kasi contoh di arab tkw pada disiksa dan diperkosa gue kasih argumen, kalau islam memang menghalalkan penyiksaan dan perkosaan semestinya di indonesia sebagai negara Islam terbesar di dunia kasus perkosaan pada pembantu bakalan lebih banyak terjadi lantaran jumlah ummat islam lebih banyak di sini dari pada penduduk 5 neraga arab dikumpulin jadi satu tapi kan kasus itu hampir ngga pernah terjadi di indo, malah yang banyak nyiksa pembantu biasanya majikan cina kenapa Islam secara umum di Indonesia lebih moderat dari Islam di arab? sebab semakin dekat dengan arab, semakin bengis islam, lu bisa liat pengaruh arab di negara yang pernah kena ekspansi arab, seperti afghanistan, sudan, dan iran Islam datang ke indonesia melalui pedagang India, itu yang menyelamatkan Indonesia dari kebusukan tradisi total arab ngerti lu? ________________________________ From: item abu <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, June 28, 2011 1:29:32 PM Subject: Re: [proletar] Kompas: Mba Cepat Tolongi, Saya Akan Diperkosa Nurut tawangalun, itu salah tkw krn ga bawa muhrimnya. Nurut Abbas Amin, ga ada bukti dan biarin aja hukum KSA yg mutusin. Nurut habe, itu sih budaya Arab diikuti dgn ngefitnah gua Nurut Meutia Hatta, habisnya si tkw cantik sih hehehe... --- On Tue, 6/28/11, Bukan Pedanda <[email protected]> wrote: From: Bukan Pedanda <[email protected]> Subject: [proletar] Kompas: Mba Cepat Tolongi, Saya Akan Diperkosa To: [email protected] Date: Tuesday, June 28, 2011, 10:51 AM Derita TKI Mba Cepat Tolongi, Saya Akan Diperkosa Icha Rastika | Benny N Joewono | Senin, 27 Juni 2011 | 17:36 WIB Dibaca: 31291 Komentar: 108 | Share: KOMPAS/PRIYOMBODO Ilustrasi:: Tenaga kerja Indonesia, yang baru saja dipulangkan dari Jeddah, Arab Saudi, menghapus air mata saat tiba di Terminal II, Bandara Soekarno-Hatta, Banten, beberapa waktu lalu. 1 TERKAIT: * TKI: Belum Laku, Dipajang di Ruang Kaca * TKI: Saya Dijadikan Budak Seks JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak keluarga Ernawati (15), TKW asal Kudus yang meninggal di Arab Saudi melaporkan Kementrian Luar Negeri dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ke Ombudsman, Senin (27/6/2011). Kedua instansi tersebut dinilai lambat merespon laporan keluarga terkait penyiksaan yang diterima Ernawati dari majikannya di Saudi. "Kemenlu yang harus bertanggungjawab," ujar Yeni Larasati kakak dari Ernawati selaku perwakilan keluarga di kantor Ombudsman, Jakarta. Staf Divisi Advokasi Migrant Care, Eli Anita saat mendampingi Yeni menambahkan, pihak keluarga dengan didampingi Migrant Care telah melaporkan tindak kekerasan majikan yang dialami Ernawati kepada Kemenlu sejak 31 Januari. "Kemenlu waktu itu jawabannya akan difollow up," kata Eli. Namun, hingga keluarga menerima kabar meninggalnya Erna pada 10 Februari, tidak ada upaya nyata dari Kemenlu untuk melindung Erna. "Kemenlu bilang akan selidiki lagi apakah berita (kematian Erna) itu benar atau tidak," tambah Eli. Hingga kini, keluarga juga belum mendapatkan kepastian soal keberadaan jenazah Ernawati yang dikabarkan bunuh diri dengan meminum racun itu. Pihak Kemenlu, kata Eli, mengatakan bahwa jenazah masih diotopsi. Selain melapor ke Kemenlu, Yeni mengatakan bahwa keluarga telah melaporkan perilah kematian Ernawati tersebut kepada BNP2TKI. "Tanggal 14 Februari, BNP2TKI bilang kita akan panggil PT (PJTKI), tanggal 23 Februari BNP2TKI bilang sudah dipanggil PT-nya, tanggal 3 April Kemenlu bilang masih dalam proses," ucap Yeni. Menanggapi laporan tersebut, anggota Ombudsman Kartini berjanji bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan memanggil pihak Kemenlu dan BNP2TKI. "Kita akan lakukan klarifikasi dulu, kalau sudah, direkomendasi, kalau tidak dapat dimediasi, maka dikasih rekomendasi," katanya. Ombudsman akan menelisik sejauh mana Kemenlu dan BNP2TKI melindungi para TKI. "Terutama yang di timur tengah karena yang paling parah di timur tengah," ujar Kartini. Adapun pihak keluarga mendapatkan kabar kematian Ernawati dari temannya yang bernama Mise. Erna diduga meninggal dunia di Arab Saudi karena meminum racun. Dia bunuh diri karena tidak tahan lagi dengan perilaku kasar majikannya. "Desember 2010 (Erna) telepon ke keluarga, kondisinya sangat menghawatirkan, kondisinya sangat tertekan," kata Eli. Dia juga mengisahkan, Erna pernah dicambuk dengan selang air oleh majikannya. "Terakhir, berat badannya tinggal 33 kilogram," tambah Eli. Bahkan, Erna juga mengaku kepada Eli bahwa dia diancam akan diperkosa. "Mba cepat tolongin saya, saya diancam diperkosa teman laki-laki majikan saya," tutur Eli menirukan Erna. Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
