Korupsi  dan perilaku tidak adil akan dihalalkan? :-))

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/06/28/15464/indonesia-dicanangkan-sebagai-pusat-halal-dunia/

Selasa, 28 Jun 2011


Indonesia Dicanangkan sebagai Pusat Halal Dunia


Jakarta (voa-islam)- Dalam pameran Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2011 yang 
berlangsung di Gedung SMESCO, Jakarta, 24-26 Juni lalu,  telah dicanangkan 
Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia (World Halal Center). Pencanangan tersebut 
dideklarasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa saat 
membuka pameran tersebut.

Dikatakan Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim, MSi, INDHEX 2011 merupakan 
rangkaian kegiatan yang mengajak seluruh stake holder halal baik di di 
Indonesia maupun dunia untuk bersama-sama memberi motivasi dan dorongan kepada 
para konsumen agar semakin peduli terhadap produk halal. Begitu juga produsen 
agar memperkenalkan produk halalnya kepada masyarakat luas, sehingga lebih 
mudah memperluas pangsa pasarnya, bukan hanya di Tanah Air, melainkan juga di 
luar negeri.

"Umat Islam Indonesia yang mencapai 200 juta jiwa, merupakan potensi pasar 
produk halal yang sangat besar. Oleh karena itu, diperlukan upaya dan komitmen 
bersama agar Indonesia bisa berperan lebih jauh lagi di bidang halal," kata 
Lukmanul Hakim.

Rangkaian kegiatan INDHEX 2011 yang Ahad lalu ditutup oleh Menteri Koperasi dan 
UKM, Syarifuddin Hasan, selain menggelar pameran produk halal, juga 
diselenggarakan International Training dari lembaga halal luar negeri yang 
berlangsung di Kota Bogor pada 16-22 Juni 2011. Acara ini diikuti 18 negara 
(terdiri dari 38 peserta dari 27 lembaga), antara lain: Amerika, Jepang, 
Afrika, Australia dan negara lainnya.

Kegiatan lainnya juga digelar International training on Halal Assurance System, 
bertempat di Jakarta (23-24 Juni), diikuti 60 peserta dari 15 negara. Secara 
bersamaan juga diselenggarakan World Halal Food Council Meeting (WHFC) yang 
berlangsung di Hotel Bidakara.

Dalam kesempatan itu, LPPOM MUI memberikan penghargaan kepada empat perusahaan 
nasional dan multinasional yang berkomitmen kuat  dalam mengusahakan perolehan 
sertifikasi halal, yakni: PT. Indofood, PT. Nestle Indonesia, Kievit Indonesia 
dan Takasago Ltd.

LPPOM MUI juga memberi penghargaan kepada tokoh-tokoh pelaku halal di 
Indonesia, diantaranya: Ketua MUI periode 1985-2000 KH. Hasan Basri yang 
merupakan perintis sertifikasi halal di Indonesia. Penghargaan juga 
didedikasikan kepada Ketua Komisi Fatwa Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML  (Direktur 
LPPOM Pertama), Dr. Ir HM Amin Aziz MSc,  serta Hj. Aisjah Girindra yang 
merupakan tokoh perintis sistem sertifikasi halal Indonesia dan sistem 
sertifikasi halal di dunia.

Tak kalah penting, LPPOM MUI juga memberikan penghargaan kepada kota yang 
merintis sebagai kota halal, dalam hal ini dimulai dari kota Bogor, selanjutnya 
diikuti kota Depok, Bekasi, dan Sulawesi Selatan. Diharapkan akan menyusul 
kota-kota lainnya di seluruh Indonesia.

Selain pameran, INDHEX 2011 juga dimeriahkan dengan berbagai acara, seperti: 
talkshow, seminar konsultasi halal untuk UKM, Menghias Kue Halal, menghias 
cupcake, lomba Jingle Halal is My Life, peragaan busana, demo kecantikan, aneka 
game dan hiburan untuk anak-anak.

Dengan pameran INDHEX, diharapkan persaingan global tidak mematikan industri 
UKM di masa yang akan datang. Itulah sebabnya  LPPOM MUI bekerjasama dengan 
instansi pemerintah terkait akan terus mendorong Usaha Kecil dan Menengah untuk 
perolehan sertifikasi halal.

UKM Menjadi Skala Prioritas Pemerintah 






Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) 
Syarifuddin Hasan mengatakan, untuk meningkatkan daya saing dari para produsen, 
banyak hal yang bisa dilakukan dalam memperluas pangsa pasarnya. Diantaranya, 
memberikan rasa aman kepada masyarakat yang  hendak mengkonsumsi produk yang 
diinginkan.

Harus diakui, masyarakat muslim di Indonesia (sekitar 230 juta lebih) termasuk 
konsumen terbesar dari seluruh dunia. Karena itu, produk yang dikonsumsi 
masyarakat haruslah produk yang aman dan 100 persen halal. Ini adalah komitmen 
bersama, antara pemerintah bekerjasama dengan LP POM MUI  untuk menciptakan 
produk yang aman dan halal untuk dikonsumsi masyarakat muslim.

"Ke depan, komitmen itu harus lebih lebih ditingkatkan lagi, sehingga kemanapun 
pergi umat Islam dan kemanapun ingin membeli produk, bisa dengan mudah dan 
terbiasa menggunakan produk-produk halal. Terpenting, ada rasa aman bagi umat 
untuk membeli produk yang diinginkan," ungkap Menteri.

Syarifudin Hasan member contoh, kendati secara fisik, suaru produk nampak 
halal, namun jika dicantumkan elemen-elemen yang terdapat dalam produk 
tersebut, maka dapat indikasikan, kemungkinan produk itu tidak dijamin halal. 
Karena itu,  peran LPPOM MUI menjadi sangat penting.

"Rasa aman dalam mengkonsumsi produk halal, khususnya Indonesia, inilah yang 
akan menjadi tolak ukur konsumen di seluruh dunia. Bahwa,  apabila ingin 
mengkonsumsi produk-produk halal, maka konsumsilah produk-produk dari 
Indonesia," tandas Syarif Hasan.

Menteri mengharapkan, dengan adanya pusat sertifikasi produk halal dunia yang  
akan berkantor di Indonesia, tentu harus mendapat dukungan penuh dari seluruh 
masyarakat Indonesia. "Saya berharap kerjasama MUI dengan Pemernitah, khususnya 
Kementerian Koperasi dan UKM , ke depan akan memberikan kenyamanan bagi semua 
produk-produk Indonesia, khususnya produk-produk UKM.  

Pihak Pemerintah juga berjanji akan memberikan skala prioritas kepada pelaku 
koperasi dan UKM, terutama dalam mensukseskan program nasional sertifikasi 
halal. Patut dibanggakan, eksistensi para industri dari UKM, saat ini sudah 
tembus nilai omzetnya hampir RP  600 trilun.

"Maka kerjasama pemerintah dengan MUI, Insya Allah ke depan akan menghasilkan 
produk-produk halal. Terpenting, jangan pernah berhenti untuk melakukan 
kreativitas produk halal. Dengan demikian,  bisa dipastikan, inovasi halal akan 
terus tercipta."

Setiap produk halal yang dikonsumsi masyarakat Indonesia, lanjut Menteri, maka 
seperti janji Allah Swt, apabila engkau memberikan makanan kepada anak cucu 
kalian dari produk-produk yang halal, maka anak itu akan tumbuh menjadi 
pemimpin yang amanah, berbakti kepada orangtua dan bangsanya.

Diperlukan kebersamaan dari pelaku UKM, produsen, para stake holder, MUI, dan 
pemerintah untuk memproduksi produk-produk yang halal. Semoga, produk-produk 
yang kita dapatkan di pasaran adalah produk yang sudah mendapat sertifikasi 
halal dari MUI.

"Tak kalah penting, harus memenuhi aspek aman, standarisasi kualitas, tampilan 
produk, pemanfaatan teknologi dalam menciptakan produk halal dan thoyyiba," 
jelas Menteri Koperasi dan UKM berpesan. [Desastian]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke