Refl: Sekarang sudah punya banyak turunan bintang film, jadi perlu ada studi 
hollywood. Cuma saja studio yang mana, sebab di Hollywood ada banyak studio 
film dewasa di  Porn-Valley. hehehe


http://us.finance.detik.com/read/2011/07/07/164902/1676808/4/pemerintah-minta-studio-hollywood-punya-kantor-di-indonesia

Kamis, 07/07/2011 16:49 WIB

Pemerintah Minta Studio Hollywood Punya Kantor di Indonesia  
Ramdhania El Hida - detikFinance 


Pemerintah mendesak agar para produsen film Hollywood memiliki kantor 
perwakilan di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya praktik 
monopoli distribusi film di Tanah Air.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro mengatakan secara 
ideal para produsen-produsen film besar itu punya kantor di Jakarta. Sehingga 
bisa langsung mendistribusikan film-film ke bioskop. Adanya sistem ini, bisnis 
bioskop di Indonesia akan hidup karena ada kepastian suplai film. 

"Nah sekarang kalau jalur film ini hanya melalui beberapa importir dan importir 
juga punya bioskop, ya kamu kalau importir punya bioskop, saya duluin bioskop 
saya, jadi akhirnya perkembangan bioskop terhambat karena di tangan pengusaha 
tertentu," kata Bambang saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (7/7/2011)

Dikatakan Bambang melancarkan distribusi film merupakan salah satu cara untuk 
mengembangkan industri perfilman. Pemerintah berharap jumlah bioskop lebih 
banyak karena bisnis ini sangat menjanjikan. Ia menegaskan bisnis bioskop itu 
bisa tumbuh jika ada kepastian suplai film.

"Akses itu bisa terjadi kalau saya sebagai pemilik bioskop bisa ketemu Disney 
misalnya nawarin film Cars 2, saya mau beli puter kontrak selesai nah kalau 
kamu punya bioskop juga dan ketemu Disney saya juga mau dong film itu, 
silahkan, bayar deal selesai," jelasnya.

Ia menuturkan hingga kini industri film masih masuk dalam Daftar Negatif 
Investasi (DNI) sehingga masih ada kesulitan bagi para investor asing untuk 
masuk. Dalam aturan DNI, harus terdapat 51% kepemilikan nasional sehingga tidak 
bisa 100% kepemilikan asing.

"Begini sekarang ada DNI semua film itu DNI semua jadi mereka nggak akan bisa 
masuk. Yang tadi itu solusi terbaik sayangnya itu masih DNI jadi butuh proses 
sebelum itu terbuka untuk penyertaan dari asing," ungkapnya.

Namun, Bambang menyatakan untuk urusan DNI memerlukan proses yang panjang di 
Kementerian Budaya dan Pariwisata. Hal ini lah yang menjadi salah satu kendala.

"Saya yakin teman-teman Budpar punya komitmen itu karena itu merujuk ke UU film 
sebenarnya. Itu bukan urusan kitalah, DNI biar teman-teman Budpar yang 
menyelesaikan, kita bereskan masalah pajak dan bea masuk saja," pungkasnya.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke