Coba tuh pelototin tuh tulisan itemabu ! Biar lebih jelas ! dia jelas2 nulis air kencing UNTA bukan air kencing KUDA ! an dia jelas2 nulis air wudhu lalat; bukan NYAMUK kan !? Nyamuk dan LALAT kan BEDA bukan?!
Kaya bonobo dengan harimau beda kan ? kalau BEBEK dwngan Angsa mungkin agak sama, bukan !? --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > Abbas Amin demen pamer otak babinya.. > > Udah jelas yang dimaksud "item abu" yang ngomong secara sarkastik itu dengan > air wuduk laler itu adalah air yang habis dicemplungin laler.. > > > --- In [email protected], "Abbas" <abas_amin08@> wrote: > > > > Sayang di Garut Unta sulit; terus suli jga mendeteksi LALT lagi Wudhu ! > > Mbok yaaa kalau nyaranin murid Dawkins mestinya kan lebih CANGGIH !? > > Apakah memang murid2 Dawkins lebih BODOH dari orang ISLAM !? Malau Dok ITEM > > sayang ! > > > > --- In [email protected], item abu <itemabu@> wrote: > > > > > > Orang2 Islam itu emang kurang kuat keIslamannya, kan ada obat mujarab dr > > > auloh berupa kencing onta dan air wudhu lalat. Minum aja banyak2 obat dr > > > auloh ini, maka orang Islam ga akan tergantung lagi pd kafir2 laknatuloh > > > yg berkomplot melemahkan umat Islam ini dgn bikin obat. > > > > > > Kalopun orang Islam mati mencret krn minum obat dr auloh, mereka akan > > > mati sbg syuhada, mati sahid, shg mereka akan langsung masuk sorga dpt > > > bidadari perawan abadi dan jg cowok cantik agar bisa saling sodomi. > > > > > > Terbukti kan Islam itu emang agama yg benar, asal ngikutin perintah > > > auloh, mau hidup atau mati jg akan selalu bahagia dan sehat, hehehe.... > > > > > > > > > > > > > > > >________________________________ > > > >From: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@> > > > >To: [email protected] > > > >Sent: Saturday, July 9, 2011 1:38 AM > > > >Subject: [proletar] Tempo: RSUD Garut Menolak Melayani Pasien Miskin > > > > > > > > > > > >Â > > > >Saya kira sistem jaminankesehatan seperti di negeri Belanda lebih bagus. > > > > > > > >Tiap orang wajib punya asuransi kesehatan dan orang yang berpenghasilan > > > >rendah (diubawah 1,200 euro tiap bulan) dapat subsifi dari Jawatan Pajak > > > >untuk membayar premi asuransi. > > > > > > > >Jadi dokter atau rumah sakit tetap dapat uang dari perusahaan asuransi > > > >dan tiap penduduk bisa dapat rawatan yang sama. > > > > > > > > > > > >RSUD Garut Menolak Melayani Pasien Miskin > > > >Kamis, 07 Juli 2011 | 16:12 WIB > > > >Besar Kecil Normal > > > > > > > >TEMPO Interaktif, Garut - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut, Jawa > > > >Barat, menolak untuk mengobati warga miskin. Bahkan pemerintah daerah > > > >telah melarang para camat dan kepala desa untuk menerbitkan Surat > > > >Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi warganya sebagai rujukan untuk > > > >mendapat perawatan di rumah sakit. > > > > > > > >Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Garut Maskut Farid mengatakan penolakan > > > >pasien miskin itu disebabkan pihak rumah sakit kesulitan untuk menutupi > > > >biaya operasional yang membengkak. "Ini dilakukan semata-mata untuk > > > >menolong pelayanan selanjutnya. Kalau tidak dilaksanakan seperti ini > > > >akan menjadi masalah," ujarnya, Kamis, 7 Juli 2011. > > > > > > > >Menurutnya, sampai saat ini, biaya pengobatan yang telah dilakukan > > > >terhadap warga miskin belum dibayarkan oleh pemerintah daerah. Jumlah > > > >tunggakan yang belum dibayarkan ke rumah sakit mencapai Rp 21 miliar. > > > > > > > >Dana itu merupakan akumulasi pembayaran dari tahun 2010 hingga Juli 2011 > > > >ini. "Pelayanan terhadap warga miskin akan kami tutup mulai 15 Juli > > > >nanti sampai ada kejelasan selanjutnya," ujar Maskut. > > > > > > > >Sekretaris Daerah Garut Iman Alirahman mengatakan kondisi rumah sakit > > > >sangat sulit dan hampir mendekati kebangkrutan. Bahkan dalam beberapa > > > >kali rapat, para dokter mengancam akan melakukan mogok kerja. "Ini > > > >karena rumah sakit tidak punya obat, tidak punya uang, dan tidak punya > > > >lagi tenaga untuk melayani pasien," ujarnya. > > > > > > > >Bupati Garut Aceng H. M. Fikri mengaku telah menginstruksikan bawahannya > > > >untuk tidak lagi mengeluarkan SKTM bagi warga miskin. Hal itu dilakukan > > > >untuk memulihkan kondisi keuangan rumah sakit. > > > > > > > >Namun, Aceng memastikan pihak rumah sakit akan tetap mengobati warga > > > >miskin. Pelayanan itu hanya akan diberikan kepada warga miskin yang > > > >terdaftar dalam program jaminan kesehatan masyarakat yang dibiayai oleh > > > >Kementerian Kesehatan. "Untuk Jamkesda kita hentikan sementara. Saya > > > >menduga banyak warga mampu yang berpura-pura miskin agar bisa dibiayai > > > >oleh negara," ujarnya. > > > > > > > >Mengenai tunggakan yang belum dibayarkan oleh pemerintah daerah, Aceng > > > >mengaku akan membayarnya dengan cara mencicil. Rencananya, dalam > > > >anggaran perubahan tahun ini, pemerintah daerah akan menganggarkan dana > > > >sebesar Rp 2 miliar. > > > > > > > >SIGIT ZULMUNIR > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
