Kamu siap murtad ternyata bukan hanya sekedar keluar Islam; tapi juga sudah 
anti TUHAN !

--- In [email protected], siap murtad <islamic.invasion@...> wrote:
>
> Saatnya Muslimah Menggugat “Hukum Allah”
> 
> http://bacabacaquran.com/2011/07/saatnya-muslimah-menggugat-hukum-allah/
> 
> 
>  
> Semakin kentara, bahwa berbicara tentang status wanita Muslim 
> adalah berbicara tentang gugatan wanita kepada sosok-sosok yang 
> mengatas-namakan Allah dalam menista wanita. Bukan rahasia lagi bahwa 
> Hukum Islam menganggap wanita tidak utuh. Kesaksian seorang wanita (di 
> pengadilan) hanya bernilai setengah dari kesaksian pria 1. Wanita telah 
> dianggap tidak memiliki intelegensia yang setara dengan pria dan juga dalam 
> menerapkan praktek-praktek agama 2 . Lebih mengenaskan lagi wanita dianggap 
> pula sebagai harta milik seperti halnya emas, perak, kuda dan ternak 3 . 
> Seseorang wanita telah disamakan sebagai sebuah ladang-olahan yang boleh 
> dikerjakan atasnya seenak kehendak suaminya 4 . Dan sungguh getir mendapati 
> Allah yang Maha Adil dan Bijak namun 
> memproklamirkan hak kepada para pria untuk mengganti salah satu istrinya 
> jikalau ingin mendapatkan istri yang lainnya asalkan maharnya jangan 
> diambil kembali 5 . Dan yang paling menyakitkan adalah pernyataan Muhammad 
> bahwa wanita itu datang dalam bentuk setan:
> “Jabir melaporkan bahwa Rasul Allah melihat seorang wanita, 
> sehingga beliau (merasa perlu) mendatangi istrinya Zainab yang sedang 
> merawat kulitnya, untuk berhubungan sex dengannya. Setelah itu beliau 
> mendatangi para sahabatnya dan berkata kepada mereka: Perempuan datang 
> menggoda dalam bentuk setan, maka bilamana seseorang diantara kamu melihat 
> seorang perempuan, ia 
> harus mendatangi istrinya (untuk sex), sebab itulah yang akan mengusir 
> apa yang dirasakannya dalam hatinya”. (Shahih Muslim, Buku 8no.3240)
> Ajaran Islam tentang wanita adalah semacam pendekritan maklumat nasib yang 
> dijatuhkan kepada mereka secara sepihak. Termasuk penetapan bahwa mayoritas 
> penghuni neraka adalah kaum wanita 6 .  Allah dan nabinya dalam Sura 4:34 
> telah mewahyukan ketetapan bahwa 
> laki-laki adalah pemimpin atas perempuan… Perempuan harus memelihara 
> dirinya dibalik belakang suaminya …Mereka bisa dipisahkan dari tempat 
> tidur dan dipukul (atas dasar sangkaan “nusyus” saja). Hal terbaik bagi 
> wanita adalah tidak dilihat atau melihat pria (Ghazali mengutip Hadith 
> ini di Ihya’ ‘Uloun ed-Din vol. II Kitab Adab al-Nikah. Dan Dar al-Kotob 
> al-‘Elmeyah, p. 53). Seorang pria dapat menikahi empat istri 7 , bahkan 
> juga memiliki istri yang masih anak-anak atau memiliki istri- darurat hasil 
> kawin-kontrak 8 .
> Pendek kata, pihak pria mendapat hak-hak-langit dari Muhammad 
> sehingga bisa mengontrol isteri mereka secara penuh dan komplet. 
> Laki-laki tercipta dengan mempunyai DNA suatu derajad lebih tinggi dari 
> perempuan 9 , sementara
> “perempuan tercipta dari sebuah  tulang rusuk, dan bagian  yang 
> paling bengkok adalah dibagian atasnya; jikalau engkau (pria) mencoba 
> meluruskannya, maka ia akan patah. Tetapi jikalau engkau membiarkannya, 
> ia akan tetap bengkok. Maka aku (Muhammad) mendesak kalian untuk 
> mengatur perempuan” 10.
> Disini segera timbul gugatan yang sah dan perlu dari kaum perempuan 
> terhadap “kalimat surge” tersebut. Yaitu memprotes kenapa mereka justru 
> diciptakan sedemikian bengkok sehingga mereka tidak bisa diperbaiki 
> lagi, kecuali akan jadi patah? Dan jikalau dibiarkan, mereka akan tetap 
> bengkok dan menanggung hukuman kekal dineraka? Padahal bukankah semua 
> kesalahan ciptaan itu Murni berasal dari design Allah SWT? Alangkah tak 
> bertanggung jawabnya Penciptanya yang Maha Bijak, dan alangkah sadisnya 
> Nabi yang membiarkan kemalangan kaum perempuannya terpuruk sepanjang 
> didunia dan diakhirat.
> Muslimah akan makin sadar terhadap diskriminasi-nasib yang sangat 
> aneh dan kelewatan batas. Semuanya ditetapkan tanpa juntrung sebagaimana yang 
> didalilkan kepada mereka oleh Nabinya:
> “Saya belum pernah melihat seseorang yang lebih rendah 
> (defisit/ tekor) ilmu dan agamanya seperti kalian (kaum perempuan). 
> Lelaki yang baik-baik dapat disesatkan oleh sebagian dari kalian”. Maka 
> para perempuan tersebut bertanya balik (baca: protes), “O Rasul Allah! 
> Apanya yang rendah (defisit/ tekor) dari kami perihal  ilmu dan agama?” 
> Jawab Nabi, “Bukankah kesaksian dari dua orang wanita setara dengan 
> kesaksian dari satu orang pria?” Para wanitapun mengiya-kannya. Ia 
> berkata, “Inilah ketekoran kalian dalamilmu . Bukankah perempuan tidak 
> dapat ber-shalat maupun berpuasa tatkala 
> datang haid?” Para wanitapun mengiyakannya. Ia berkata: “Inilah 
> ketekoran kalian dalam agama.” (Hadis  Shahih Bukhari, Vol.1, Book 6, 
> No.301).
> Tidak jelas kenapa kaum perempuan tersebut diatas mengiyakan 
> pendalilan Muhammad sampai 2x. Apabila hal itu didalilkan kepada 
> Muslimah jaman kini, maka akan segera terlihat bahwa kedua alasan dari 
> Nabi bukanlah alasan apapun. Nilai kesaksian wanita yang diprekondisikan jadi 
> ½  kesaksian pria itu TIDAK pernah bisa dijadikan dalil â€"didunia 
> dan akhiratâ€" untuk membuktikan tingkat keilmuan seseorang! Itu melainkan 
> sebuah pelecehan yang harus digugat. Science masa kini justru 
> membuktikan bahwa wanita tidak “deficient in intelligence” ketimbang 
> pria. Wanita mempunyai mental dan intelektual power yang sama dengan apa yang 
> dipunyai pria.
> Begitu pula dengan pendalilan Nabi tentang deficiency (ketekoran) 
> dalam agama yang dirujukkan kepada datangnya mens/ haid. Ini konyol, 
> karena Allah sendiri-lah yang menciptakan sistim siklus mens nya wanita. 
> Apakah Nabi mau berkata bahwa selama masa kanak-kanak (belum mens) 
> sekelompok perempuan dan laki-laki tetap sama derajat agamanya dimata 
> Allah, lalu ketika masuk umur belasan tahun dan masa mens, maka anak 
> perempuan mendadak menjadi tekor agamanya ketimbang anak laki-laki? Ini 
> adalah message atau wahyu yang paling konyol yang bisa diucapkan dari 
> mulut seorang penyampai wahyu! Muslimah beradab tidak bisa 
> berangguk-angguk kepala mengiyakan dalil ini. Sebaliknya mereka justru 
> akan mencurigai â€" seperti yang sering disuarakan oleh jaringan/ gerakan 
> perempuan mandiriâ€" bahwa Ayat dan Hadis demikian telah ditulis oleh 
> orang-orang misogynist, yang betul-betul membenci 
> perempuan. Teks-suci yang menindas wanita adalah penemuan baru yang 
> tidak dikenal pada kitab Taurat, Zabur, Injil, bahkan pada yang palsu 
> sekalipun, kalau benar ada yang palsu!
> Berbagai ajaran di atas sesungguhnya hanyalah sekumpulan “ijin-ijin” 
> yang mengatas namakan Allah bagi para pria Muslim untuk menindas wanita. 
> Lebih khusus lagi, menindas tubuh dan aurat dan organ sex perempuan! 
> Memang sejumlah suami non-Muslim dan Kristen pun suka menindas istri 
> mereka, akan tetapi tidak ada satupun tindak penindasan demikian yang 
> dapat mereka sandarkan kebenarannya kepada firman Tuhan dari Kitab Suci 
> mereka. Apalagi pengkhususan tentang aurat sebagai barang yang dilaknat 
> tapi diinginkan!
> Hukum Perkosaan dan Perzinahan.
> Tahun 1979, Pakistan mengadopsi Peraturan Hudud (Hudood Ordinances) yang
>  pada dasarnya merupakan hukum Syariah. Dalam hukum ini, garis batas 
> antara perkosaan dan perzinahan sangatlah tidak jelas.
> Perzinahan adalah ketika seseorang mengakui/ terbukti telah 
> berhubungan seksual dengan seseorang yang tidak dinikahinya. Pembuktian 
> memerlukan kesaksian dari pria dewasa Muslim.  Di bawah hukum ini, 
> non-Muslim tidak dapat memberikan kesaksian yang merugikan Muslim. Harga dari 
> kesaksian para kafir adalah nol. Sementara itu harga seorang 
> wanita hanyalah setengah dari harga kesaksian seorang pria 11 . Sebagai 
> konsekuensinya, jika seorang wanita tidak dapat menyediakan 
> saksi-saksi yang cukup (4 saksi pria atau 8 wanita!), maka hukum akan 
> menganggapnya seorang pezinah. Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan 
> memperkirakan telah terjadi perkosaan setiap 8 menit dan kadang terjadi 
> lebih dari 1.500 pembunuhan terhadap wanita (untuk membela kehormatan 
> keluarga) setiap tahunnya. Mantan Mufti dari Australia, Sheik al Hilali, 
> menyatakan jika seorang wanita tidak menutup auratnya dengan baik, maka ia 
> yang bersalah jika sampai mengalami perkosaan.
> 
> Baca lengkap di Sini
> 
> 
>       * Siapakah Yesus, Menurut Yesus Sendiri? Bagian 2 dari 2
>       * Siapakah Yesus, Menurut Yesus Sendiri? Bagian 1 dari 2
>       * Saatnya Muslimah Menggugat “Hukum Allah”
>       * Saatnya Umat Muslim Bertanya Ulang: Dimanakah Nabi Muhammad Berada 
> Saat Ini?
>       * Muslim Manakah yang Tahu Akan Isi Kitab Zabur?
>       * Original Burn The Quran Day: Muslims Did It!
>       * Secara Ringkas: Kenapa Ilmuwan Non-Muslim Tidak Suka Dengan Islam?
>       * Bagaimana Islam Menghalalkan Segala Cara
>       * Ambisi Meng-Islam-kan waktu dunia?
>       * Dari Segumpalan Darahkah Muhammad Tercipta?
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke