Refleksi:
nama majikannya adalah Leo Ki Chun. Agaknya
kalangan si chun yg rata2 menyembah tuhan si item ini yg suka menyiksa tki di 
malaysia. Cuman,
sialnya, berita2 jarang menyebutkan nama pelaku penyiksaan. Jadi ni kalangan
sama biadabnya dengan orang2 arab yang ingkar terhadap ajaran islam di saudi
yang juga menyiksa tki. 

TKI Asal Bandung Tujuh Bulan Disiksa di
Malaysia

Sabtu,
25/06/2011, 00:37 WIB

http://www.berita8.com/read/2011/06/25/2/44193/TKI-Asal-Bandung-Tujuh-Bulan-Disiksa-di-Malaysia

Aim Kumala (25), tenaga kerja Indonesia
(TKI) asal Bandung, Jawa Barat, mengaku selama tujuh bulan di Malaysia selalu
mendapatkan perlakuan kasar dan disiksai majikannya, sebelum korban berhasil
melarikan diri ke Konsulat Jenderal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KJRI) di
Johor Baru.



"Selain dipukul pakai rotan, hampir tiap hari saya dijambak dan
ditampar," ujar Kumala di tempat penampungan sementara Dinas Sosial Batam
di Sekupang, sesaat setelah dideportasi dari Malaysia bersama 26 TKI lain
melalui pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Jumat (24/6/2011).



Kumala menceritakan, sebelum masuk Malaysia ia terlebih dahulu bekerja
di Singapura sebagai pembantu rumah tangga.



"Saya diberangkatkan dari Jakarta oleh PT Suma dengan tujuan bekerja di
Singapura," kata dia.



Namun setelah berada di Singapura selama dua bulan, majikan merasa tidak cocok.
Kumala dibawa ke Malaysia
oleh majikannya untuk bekerja pada orang tua sang majikan.



"Saya bekerja sama orang tua majikan saya di Singapura selama tujuh bulan,
tepatnya di Kepas, Johor Baru, Malaysia," ujarnya.



Menurut Kumala, seminggu bekerja pada keluarga Leo Ki Chun di Malaysia, dirinya
mulai mendapat perlakuan kasar dari seluruh keluarga yang berjumlah empat
orang.



"Tidak hanya dipukul, dijambak ataupun ditampar, setiap mandi saya tidak
boleh menutup pintu kamar mandi. Kalau saya tutup pasti dipukul," ucap
Kumala.



Perlakuan kasar tersebut membuat Kumala tidak betah dan ingin kembali ke 
Indonesia.



"Sekitar dua bulan lalu saya berhasil kabur dengan loncat dari lantai dua
rumah majikan ke jalan. Waktu itu sekitar pukul 01.00 WIB," katanya.



Setelah berhasil lari, kata Kumala, ia minta tolong pada polisi setempat dan
minta diantar ke KJRI di Johor Baru.



"Malam itu juga polisi mengantarkan saya,"ujarnya.



Anggota Satuan Tugas Pendamping TKI Dinas Sosial Batam, Febriana, mengatakan
selain mendapat perlakuan kasar dari majikan, Kumala juga tidak mendapat
bayaran selama bekerja di Malaysia.



"Oleh penyalur, Kumala malah harus membayar biaya pengiriman ke Singapura
selama 19 bulan dari gaji yang seharusnya diterima, sehingga ia belum sempat
mendapatkan gaji karena baru terhitung sembilan bulan," kata Febriana.



Febriana mengatakan, ke-27 TKI tersebut akan didata sebelum dipulangkan ke
daerah masing-masing.



"Mulai Rabu pekan depan mereka dipulangkan menggunakan kapal Pelni menuju
daerah masing-masing," demikian Febriana.  (Aef/An)

 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke