Awas tuh, lu nanti dicap anti Indonesia oleh si habe keparat.



>________________________________
>From: Nanang Heriyanto <[email protected]>
>To: [email protected]; psikologi transformatif 
><[email protected]>; [email protected]; Qanita 
><[email protected]>
>Sent: Sunday, July 17, 2011 9:31 PM
>Subject: [proletar] Wow Kaya dong: Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan 
>rame2 Rekreasi/Studi Banding ke Singapore Pakai Uang Sendiri Hasil Nabung
>
>
>  
>Benar nihhh rame2 jalan2 ke Singapura dengan alasan studi banding, pakai biaya 
>sendiri?
>
>wow kaya dong... nanti kalau punya uang lagi lebih baik disumbangkan 
>untuk sekolah2 yang ancur dong, atau dipakai untuk memenuhi kebutuhan 
>hidup.. daripada dihambur2kan untuk pesiar keluar negeri.. okeyyy
>
>=============================================
>
>From: <[email protected]>
>
>Subject: Dana DAK Pendidikan Kabupaten Pasuruan Dikorupsi Besar2an - Sekolah 
>Remek/Hancur
>
>Date: Sunday, July 3, 2011, 6:30 AM
>
>Sebuah investigasi dan laporan dari LSM Cinta Indonesia Persada dan berbagai 
>elemen masyarakat
>kabupaten Pasuruan tentang korupsi dana pendidikan di kabupaten Pasuruan.
>
>laporan yang juga dimuat sebuah media massa sebagaimana link dibawah ini, 
>diantaranya menyebutkan:
>
>untuk
>pembangunan/rehabilitisasi gedung sekolah SD, yang besarnya dana 
>pembangunan adalah Rp. 72 juta/ sekolah, tiap pemborong yang ingin 
>mengerjakan, harus setor dulu uang sogokan/ fee sebelum diberi pekerjaan
>sebesar Rp. 7 - Rp 10 juta/sekolah (dengan jumlah sekolah lebih dari 
>100 SD, berapa kira2 uang pembangunan SD yang dikantongi pejabatnya), 
>dan akibat terlalu besar potongan yang satu (belum termasuk potongan 
>lain2.. bisa ditebak, sekolah2 yang baru dibangun/ direhab.. hancurrrrr)untuk
>pengadaan buku dan alat peraga pendidikan, lelang belum dilakukan, tapi
>sudah meninjau gudang salah satu rekanan yang bernama pak Sugeng 
>(infonya adalah tokoh partai dari partai PAN) & ibu Inggarwati cs 
>yang konon katanya orang kuat dan ditakuti sekaligus disukai
>oleh
>seluruh kepala daerah atau kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se- 
>jawa Timur, karena sering memberi uang sebelum proyek dimulai. Hal
>ini aneh, karena dinas pendidikan dan panitia lelang sudah menentukan 
>pemenang sebelum lelang pengadaan dimulai. karena jika lelang belum 
>dimulai, kan belum ada rekanan yang mendaftar, kok sudah meninjau 
>persediaan barang dari rekanan untuk menentukan rekanan yang akan 
>direkayasa dimenangkan, dengan alasan sudah melihat persediaan barang 
>dan gudang dari rekanan tersebut.
>
>Harian Surya
>
>Surya Timur Wilayah Pasuruan - Banyuwangi
>
>Jumat 1 Juli 2011, halaman D
>
>Dijanjikan Nglencer ke Singapura
>
>Foto:
>Tim Investigasi, DPC Hanura Kabupaten Pasuruan yang mengungkap penyimpangan 
>Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan
>
>kali
>ini kabar tak sedap menyeruak. Ada rekanan besar yang
>menjanjikan sejumlah fasilitas, termasuk ngelencer ke Singapura, yang 
>dikemas dalam studi banding bagi para kepala Unit Pelayanan Tehnis 
>daerah (UPTD) Pendidikan se kabupaten Pasuruan.
>
>Syaratnya, 
>rekanan besar ini harus memenangi seluruh proyek tender DAK pendidikan 
>anggaran 2010 & 2011 untuk buku dan berbagai peralatan sekolah.
>
>Dari sumber kuat,  rabu (29/6) malam, dioperoleh informasi jika rekanan itu 
>sudah membuat
>kesepakatan dengan salah seorang pengambil kebijakan di kabupaten Pasuruan.
>
>Oleh
>salah seorang personel di Dindik, dilanjutkan dengan mendatangi dan 
>mengunjungi lokasi gudang dari perusahaan rekanan yang berada di 
>Jakarta.
>
>"Karena orang terpenting di instansi terkait tidak dapat
>berangkat, akhirnya diwakili seorang stafnya untuk menyaksikan gudang 
>dan stok barang yang dimiliki rekanan itu. Meski harus ke Jakarta, 
>personel itu tetap saja berangkat dan perisiwanya terjadi sekitar 
>sebulan yang lalu" ujar sumber itu.
>
>Setelah mengunjungi gudang 
>rekanan, disusunlah skenario termasuk dianaranya mengajak kepala UPTD 
>pendidikan yang dulu dikenal dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan 
>ngelencer ke Singapura. Agar tidak mencolok dan kentara, acara ngelencer
>dikemas dalam studi banding.
>
>Tentu saja berangkatnya personil 
>Dindik Kabupaten pasuruan itu sangat mengherankan. Pasalnya proyek DAK 
>pendidikan untuk pengadaan buku dan alat peraga
>sekolah, belum dilelang, tapi mereka malah sudah melakukan peninjauan 
>gudang milik rekanan.
>
>"Ada sesuatu yang dipaksakan, artinya dinas
>membuat daftar spesifikasi barang sesuai milik salah satu rekanan 
>saja." urai sumber berinitial BS (Tim investigasi) ini.
>
>Kepala 
>bidang TK-SD di Dindik Kabupaten Pasuruan yang berangkat ke Jakarta, 
>saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya tidak diangkat dan saat 
>dikirim pesan singkat, membalas dengan membenarkan kunjungannya ke 
>Gudang salah satu rekanan itu.
>
>"Inggih leres dulur (iya benar 
>saudara)" tulis si M, pejabat itu. Sejumlah kepala UPTD pendidikan, 
>yakni Manan, kepala UPTD kec. Rejoso, dan Muchsin, kepala UPTD kec. 
>Kraton, membantah jika studi banding ke Singapura dibiayai rekanan. 
>Disampaikan bahwa biaya adalah  biaya sendiri dari menabung dan 
>urunan/iuran selama beberapa waktu. Kur
>
>Bayar 7 Juta,
>Surat Perintah Turun
>
>Kasus DAK Pendidikan
>
>Pasuruan,
>Surya
>
>Dugaan penyimpangan Dana
>Alokasi Khusus (DAK) pendidikan di kabupaten terus menggelinding bak 
>bola salju. Bukti bertambah, sebagaimana diungkapkan M. Muchlis, warga 
>Bangil yang mantan anggota komite SMPN 1 Bangil.
>
>Dari seorang 
>kawannya yang menjadi rekanan (kontraktor pembangunan fisik gedung 
>sekolah) dan merasa dikorbankan, ia memiliki bukti Surat  Perinah Mulai 
>Kerja (SPMK) yang diserahkan 25 Oktober 2010, tapi SK-nya baru diperoleh
>pada 4 Nopember 2010.
>
>Menuru Muchlis, semestinya yang harus 
>turun lebih dulu adalah surat keputusan (SK), baru disusul turunnya 
>dokumen SPMK. "dokumen SPMK turun lebih dulu karena rekanan teman saya 
>itu bayar Rp 7 juta. Bahklan ada rekanan lain membayar hingga rp. 10 
>juta/ sekolah untuk proyek senilai rp. 72 juta/ sekolah untuk proyek 
>rehab bangunan sekolah, ujarnya (senin, 27/6)
>
>Muchlis juga turun ke lapangan dan menemukan sekolah yang bangunannya
>sudah rusak. Padahal bangunan itu baru selesai sekitar 3 atau 4 bulan 
>sebelumnya. SD masangan kec. Bangil.
>
>Di
>sekolah ini talang air sudah remek, terlepas dan menggelantung serta 
>pintu ruang perpustakaan tidak dapa ditutup. Temuan riil ini tidak dapat
>dibantah, sehingga sepantasnya sikap ngotot dari Dinas Pendidikan yang 
>merasa pengerjaan proyek DAK tidak bermasalah, sangat tidak wajar.
>
>"Meski sudah ada audit BPK jika ada bukti kuat seperti ini, DPRD dapat meminta 
>BPK untuk mengaudit kembali', kata Muchlis.
>
>Aida
>Fitriati, ketua komisi A DPRD kabupaten Pasuruan,  yang dianaranya 
>membidangi masalah pendidikan membenarkan, bahwa Dewan Pasuruan telah 
>menerima hasil audit BPK (kamis 23/6). Namun masih belum membahas 
>hasilnya.
>
>Terkait adanya desakan agar Dewan mengajukan permohonan
>audit kembali kepada BPK, Aida mengatakan, masih perlu mengkaji dan 
>membahasnya lebih dalam karena ini terkait aturan.
>
>Secara 
>teknis, 
>pelaksanaan DAK pendidikan 2010 telah dibahas dewan dengan dinas 
>terkait sebelum pelaksanaan dimulai. Tapi saat pelaksanaan, dewan terus 
>mengawasi dan memantau jalannya pengerjaan proyek. Kur
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke