Ref: Hotel Prodeo sudah siap menunggumu, Nazaruddin kembalilah! hehehehe http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=33607
MINGGU, 23 Juli 2011 | 663 Hits Petinggi PD Akui Pusing Hadapi Serangan Nazaruddin SBY: Nazaruddin, Kembalilah! Jakarta, AE.- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali gerah dengan kicauan Nazaruddin yang hingga saat ini masih dalam pelarian. Apalagi nyanyian Nazaruddin menyeret beberapa nama petinggi partai yang dibinanya. Meski mengaku tidak menyaksikan langsung kicauan mantan kadernya tersebut di televisi, namun SBY tetap menggelar konfrensi pers menanggapi serangan terhadap Partai Demokrat tersebut."Komentar saya sederhana, kembalilah Nazaruddin ke Indonesia, ke tanah air, kembalilah," imbau SBY dalam konfrensi pers di Istana Negara, Jumat (22/7). SBY mengatakan, sulit untuk mengungkap semua yang disampaikan Nazaruddin, bila keberadaan mantan Bendahara Umum PD tersebut tidak diketahui ada dimana, dengan siapa dan apa saja yang dilakukannya. Statement-statement Nazaruddin di media massa justru dinilai membuat masyarakat bingung. Sedangkan untuk internal PD menjadi terganggu dan saling curiga satu sama lain. "Sebagai warga Negara yang baik, ikutilah proses hukum, yang sudah ditunggu oleh KPK dan Kepolisian. Silahkan dijelaskan, semua sangkaan dan tuduhan itu. Proses hukum berjalan transparan dan akuntabel," kata SBY. SBY menjamin bila memang Nazaruddin bisa membuktikan dirinya tidak bersalah, maka hukum pasti akan memihak padanya. Bahkan secara khusus SBY berjanji akan meminta Nazaruddin menyampaikan semua hal yang diketahuinya, lengkap dengan bukti dan bukan fitnah. Jika benar ada kader PD yang terlibat sesuai dengan sangkaan Nazaruddin, maka sanksi tegas akan diterapkan. "Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Kuncinya Nazaruddin kembali, hadapi permasalahan hukum, berikan pada saya apapun informasi yang berkitan dengan Partai Demokrat. Sangat berguna bagi saya, bagi partai guna melakukan penataan bila ada yang tidak bersih di tubuh kami," kata SBY. Disisi lain, mantan Plt Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean meragukan kebenaran pernyataan Muhammad Nazaruddin bahwa ada tiga petinggi KPK yang berupaya mengatur kasus Wisma Atlet Jakabaring di Sumatera Selatan, agar tidak sampai menyeret nama Ketum PD Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, dan sejumlah nama lain. "Saya kenal beliau (M Jasin, Chandra Hamzah, dan Ade Rahardja) kok, saya sama sekali tidak memiliki keyakinan tentang kebenaran (pernyataan Nazaruddin)," kata Tumpak, ditemui selepas menghadiri upacara penutupan perayaan Hari Bhakti Adhyaksa, Jumat (22/7). Tumpak yang mantan Kajati Sulawesi Selatan ini juga tak yakin ketiga rekannya saat berdinas di KPK itu, sempat bertemu dengan petinggi Partai Demokrat agar kasus Jakabaring hanya berhenti di Nazaruddin saja. Seperti diketahui tudingan Nazaruddin tersebut terungkap dalam wawancara di salah satu TV swasta pada Selasa (19/7). Dalam wawancara tersebut, Nazaruddin menyebut dia diperintahkan kabur ke Singapura oleh Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Versi Nazaruddin, Anas punya jaringan di KPK sehingga tahu akan keluar cekal terhadap Nazar. Seluruh tudingan politikus asal Sumatera Utara itu dibantah oleh KPK maupun para pejabat Partai Demokrat "Tidak adalah pertemuan itu," cetus Tumpak. Pusing Hadapi Nazaruddin Sementara itu, serangan tersangka kasus dugaan suap wisma atlit SEA Games, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, M. Nazarudin, cukup membuat Partai Demokrat pusing dan repot. Dari balik persembunyiannya, mantan Bendahara Umum PD itu menggoyah Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dan politisi lain, serta pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi terlibat. Tapi, PD menegaskan, gara-gara seorang Nazarudin, tidak akan merusak partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono itu. "Jangan gara nila setitik rusak susu sebelanga. Nazar itu setitik nila. Serangannya cukup merepotkan Partai Demokrat, bikin semua pusing," kata Wakil Sekretaris Jendral PD, Ramadan Pohan, di Jakarta, Jumat (22/7). Anggota Komisi II DPR RI itu juga menyesalkan serangan yang dilancarkan M. Nazarudin dari balik persembunyiannya. "Serangan dia (Nazarudin) itu yang kita sesalkan. Memang, tidak ada masalah kebebasan ekspresi dan opini. Tapi ketika dia menyerang orang dan menyatakan orang itu korupsi, itu sudah melanggar hukum," ungkap mantan wartawan itu. Pohan juga menyatakan, Ketua Dewan Pembina PD, SBY, sudah mengingatkan kepada kader untuk tidak main-main dengan anggaran, kongkalikong anggaran, tidak menjanjikan dan tidak memeras orang. "Kalau di bawah ada yang main itu, uang bisa dipastikan tidak ke partai. Tapi, bisa ke pribadi atau teman-temannya dan itu oknum. Partai ini terstruktur dan sistematis," katanya. Seperti diketahui, dari balik persembunyiannya, Nazarudin terus melancarkan serangan. Namun, sayang keberadaannya tidak dapat terdeteksi oleh aparat penegak hukum. Padahal, durasi Nazarudin wawancara live via telepon di stasiun televisi swasta itu cukup lama. Soal pergantian Nazarudin, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, memiliki wewenang penuh menentukan siapa yang bakal menggantikannya."Itu wewenang Ketua Umum. Tentunya memertimbangkan saran-saran yang masuk. Saran bisa datang dari mana aja, tapi yang memutuskan beliau (Anas)," kata Ramadan. Ramadan menegaskan, untuk menggantikan Nazarudin, PD tidak kesulitan mencari kader potensial. "Ganti Nazar kita tinggal pilih. Ada ratusan kader potensial yang dimiliki Demokrat," ungkap Pohan yang juga Anggota Komisi II DPR RI itu. Dia menyebut, para Wakil Bendahara Umum PD Pohan juga sangat potensial naik posisi jadi bendum. Menurut dia, ada empat Wakil Bendahara Umum PD, antara lain, Sartono Utomo, Mirwan Amir dan Andoyo. "Satu lagi saya lupa. Dari DPD juga banyak bendahara bagus," tegasnya. Menurut dia, kriteria untuk menjadi Bendahara Umum itu tentunya seperti yang lain, proporsional dan sebagainya. "Tapi, taste itu yang harus dimiliki, sehingga chemistrinya pas. Semua bisa, tergantung Ketua Umum (Anas)," ungkap mantan wartawan itu. Seperti diketahui, karena bermasalah hukum dan menjadi buronan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, M. Nazarudin dipecat sebagai kader PD. Sebelumnya Nazar juga sudah dinonaktifkan sebagai Bendahara Umum PD. Dengan pemecatan sebagai kader partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono itu, maka otomatis Nazarudin juga lengser dari kursi DPR RI. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
