Dari: [email protected]
Dikirim: Selasa, 26 Juli 2011 10:08
Judul: Buku Gurita Pacitan : Ada Apa Dengan Pacitan ?

  Ada Apa Dengan Pacitan ?

Ada
 apa dengan Pacitan ? mengapa masih suram saja meski sudah berganti 
Bupati ? Bagi yang mau inden Gurita Pacitan, silahkan. harga 38 ribu, 
sudah masuk ongkos kirim seluruh Jawa :) 

sekilas singkat ada di 
http://prestasipustakaraya.com/politik/gurita-pacitan-membongkar-jaringan-tersembunyi-mafia-koruptor/

Kompilasi
 fakta dan data tersebut kami susun dalam sebuah buku yang oleh 
penerbitnya diberi nama “Gurita Pacitan”. Sekilas tentang buku ini, 
silahkan kunjungi url berikut ini :
http://prestasipustakaraya.com/politik/gurita-pacitan-membongkar-jaringan-tersembunyi-mafia-koruptor/

Ini
 sebenarnya termasuk mengupas sedikit
 sisi kehidupan salah satu kader PKS yang karena 
konsistensinya mengkritisi penguasa, saat ini sudah divonis 4 bulan 
penjara. Di masa proses hukumnya itulah, beliau menjabarkan sedikit 
fakta dari banyak ketidakadilan yang terjadi di bumi 1001 goa, tanah 
kelahiran Presiden SBY.

Bagaimana beliau mengadu kepada jajaran 
struktural PKS, dari tingkat kabupaten hingga pusat, mengharapkan 
bantuan advokasi dan pendampingan yang signifikan, tetapi ternyata 
hingga saat ini bisa dikatakan minim. Bahkan, saat ini ybs sudah 
diberhentikan sementara sebagai anggota dan wakil ketua DPRD Pacitan.

Sebagai
 simpatisan PKS dari sejak masih PK, sebenarnya kami kecewa berat dengan
 sikap PKS karena setahu kami dan masyarakat khususnya korban 
kesewenangan pemerintah kabupaten Pacitan, hanya Handaya Aji-lah anggota
 dewan yang berani menampung keluh kesah penderitaan masyarakat Pacitan.
 Dari kasus pungli rapelan CPNS Depag thn 2007, DAK Pendidikan,
 Pengadaan buku ajar salah spek, Pengurangan belanja modal infrastruktur
 tahun 2010.

Tidak kalah kontroversial pembebasan lahan PLTU 
Pacitan 2×315 MW yang masih menyisakan tanda tanya ke mana larinya dana 
penggantian lahan kas desa. Begitu pula dengan pertambangan emas 
berkedok timah dan tembaga yang sudah nyata-nyata mencemari lingkungan 
dan berpotensi merusak kualitas sumber air PDAM Pacitan. Juga kasus 
pembebasan lahan Jalur Lintas Selatan Jawa yang karena tidak adil 
terhadap nilai ganti rugi dan tidak transparan, menjadikan masyarakat 
Jetak Tulakan masih bersikukuh tidak mau melepaskan tanahnya, dengan 
harga berapapun.

Bahkan, komisioner KOMNAS HAM, Johny Nelson Simanjuntak dan tim turun langsung 
ke lokasi berkonflik ini di Pacitan.

Kini,
 kami masyarakat Pacitan tidak tahu lagi harus berharap kepada siapa 
tentang penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kami, dengan 
tekanan yang massif dari sistem dan aparat hukum di
 Pacitan.

Buku ini diharapkan dapat sedikit menjadi pelampiasan, 
pengaduan kami kepada saudara-saudara kami yang masih peduli dengan 
kenyataan pahit ini di bumi Presiden SBY.

Untuk pemesanan, 
silahkan hubungi saya, dan harga cukup Rp. 38 ribu saja, Insya Allah 
sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh penjuru Jawa.

Comments (4)
Like
Be the first to like this post.
4 Comments »

Rupanya
 iming2 duit lebih manjur daripada akal sehat…Entah bagaimana nasib 
dunia pendidikan disana, jika benar pak Bupati setempat ternyata tidak 
segan2 merendahkan martabatnya dihadapan mafia yang merusak dunia 
pendidikan

    Simpati
    (Sarasehan Mandiri Pemberantas Korupsi)
        —————————————————————————
From: JARAK (Jaringan Anti Korupsi)
    Subject: di pacitan lelang pakai LPSE malah dijadikan ajang mensiasati agar 
makin aman untuk korupsi
    Date: Monday, May 9, 2011, 7:45 AM

Percuma saja pak dikiritik, pejabat pacitan itu, ketularan (atau nulari 
para pejabat negri sekarang), biasa tutup mata, tutup telinga, suara 
masyarakat dianggap anjing mengonggong.. aksi koruptor trus berlanjut, 
suara masyarakat dianggap gongongan anjing.. 
peristiwa terakhir:
1.
 bagaimana dalam pengadaan alat peraga pendidikan, mereka memenangkan 
rekanan yang menawarkan produk yang jelas tidak sesuai spesifikasi dari 
kementrian pendidikan.. sudah memenangkan yang tidak sesuai spesifikasi 
dan dipilih yang harganya mahal. Ya mungkin karena mereka merasa tidak 
mungkin akan dihukum, karena mereka selalu mengatas namakan sebagai 
orang pak beye
2. Selain alat peraga dan kompuer, dalam pengadaan 
buku juga demikian, setelah dua kali diprotes karena dokumen pengadaan 
tidak berdasar petunjuk teknis dari pak menteri, maka mereka diam2 
mengumumkan lewat LPSE, dan yang diminta tetap tidak sesuai dengan 
petunjuk teknis, hanya sekarang karena via LPSE, mereka
 yang protes hanya bisa via email, persoalan ditanggapi atau tidak, 
terserah mereka. Mereka hanya tunduk kepada nasehat dari Mr. sugeng yang
 konon katanya adalah tokoh PAN Jatim. Maka mereka juga berkelit dari 
pedoman Kementrian, pedoman Dinas pendidikan Jawa Timur, dan berkelit 
dari aparat.
-----------------------------------------------------
    From: Aliansi Pendidikan Pacitan
    Subject: Panitia Lelang DAK Pendidikan di
 Pacitan Harus Tegas & Berani
    Date: Sunday, May 8, 2011, 5:45 AM

Benarkah
 info yang beredar, bahwa Bupati pacitan sudah menghadap kepada Bpk 
Alim, direktur PT. Bintang Ilmu, selaku distributor tunggal departemen 
pendidikan nasional dan Bpk Sugeng selaku pengendali dan pelaksana 
proyek DAK pendidikan dari Distributor resmi depdiknas, di pacitan 
khususnya dan jawa timur pada umumnya. Dan dari pertemuan di Hotel Hyaat
 Surabaya itu sudah disepakati untuk mengatur lelang DAK pendidikan di 
pacitan?

benarkah info bahwa setelah pertemuan itu, bapak bupati 
pacitan telah mendapatkan uang muka dari sejumlah uang gratifikasi yang 
dijanjikan oleh bapak sugeng?

Benarkah info bahwa PT. Bintang Ilmu dan PT. Mapan telah ditunjuk, sebagai 
distributor tunggal Depdiknas?

Terlepas
 benar atau tidak, setelah
 dilakukan investigasi, kami meng-apresiasi keberanian dari sebagian 
warga pacitan khususnya maupun warga jawa timur pada umumnya yang telah 
membocorkan banyak rahasia, tentang rekayasa pengadaan di bidang 
pendidikan ini, baik berupa dokumen pengadaan yang disusun oleh pak 
sugeng dan kemudian dijalankan oleh dinas pendidikan setempat, dokumen 
petunjuk untuk menggugurkan peserta yang lain, dalam lelang peraga 
pendidikan, selain perusahaan pak sugeng dan perusahaan lain yang dibawa
 oleh pak sugeng yang mendapat penunjukan dari PT. Mapan, sampai foto2 
pertemuan antara pak sugeng dengan panitia, dinas pendidikan dan bupati 
setempat.

Agar berita yang didapat menjadi akurat, tentunya perlu konfirmasi pada pihak2 
yang bersangkutan.
Bpk.
 Turmudi, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan yang juga 
merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam lelang pengadaan ini.
HP Bpk Turmudi: 081259496641
HP Bpk Ardi (Aspri Bpk. Turmudi):
 08123441895
Bpk Joko (staff Bpk. sugeng): 0817307677, 081233734112

Selain
 itu juga bisa berkomunikasi dengan pantia dan ULP di Jl. Jaksa Agung 
Suprapto Pacitan atau di dinas pendidikan pacitan, Jl. Dewi Sartika 17, 
tlp: (0357) 881042, 886169 Pacitan

    ———————————————————–
    From: Komite Peduli Pendidikan
    Subject: Panitia Lelang DAK Pendidikan di Pacitan Harus Tegas & Berani
    To: Dinas Pendidikan Pacitan
    Date: Sunday, May 8, 2011, 4:39 AM

membaca berita koran dibawah ini, sebenarnya sangat mudah bagi dinas pendidikan 
pacitan,
maupun Unit Layanan Pengadaan (ULP) pacitan, untuk bersikap dan bertindak.

Apalagi
 sebagaimana ditegaskan oleh ketua pokja ULP Pacitan, Bpk Sarno, 
sebagaimana berita koran dibawah ini, bahwa sebenarnya dokumen lelang 
dll dalam pelaksanaan lelang pengadaan
 DAK di Pacitan, sudah sangat benar. Dan peserta lelang tidak boleh lagi
 mempertanyakan kebijakan dari panitia pengadaan.

Maka untuk 
pelaksanaan lelang selanjutnya, agar lelang dilaksanakan dengan tegas, 
jika ada peserta lelang yang mempertanyakan kebijakan ULP, Panitia, 
Dinas pendidikan Pacitan, maka seperti saran dari Pak Sugeng selaku 
tokoh pendidikan di jawa Timur kepada Dinas pendidikan pacitan dan 
panitia, sebaiknya suara2 dari peserta yang tidak tahu apa2 itu 
diabaikan saja.

Karena sudah jelas, bahwa oleh Departemen 
Pendidikan Nasional telah ditunjuk distributor resmi, bahwa untuk buku 
Distributor resmi adalah PT. Bintang Ilmu. maka langkah dinas pendidikan
 maupun panitia dalam lelang terdahulu sebenarnya adalah sudah tepat, 
yakni langsung menentukan judul buku2 yang akan dilelang adalah hanya 
buku dari para penerbit yang bernaung dalam distributor tunggal 
Depdiknas, yakni buku yang tergabung dalam PT. Bintang Ilmu. Maka jika 
dalam
 pelelangan ulang yang akan datang, sebaiknya panitia yang menghadapi 
peserta harus tegas, yakni bahwa pelelangan ini hanya menjalankan 
kebijakan Depdiknas. Jika ada peserta yang ngotot karena tidak memahami 
kebijakan, maka sebaiknya diabaikan saja, dan pelelangan diteruskan.

Untuk
 alat peraga pendidikan dan teknologi informatika yang pelelangannya 
masih berlangsung, maka harap dilihat bahwa Depdiknas sudah menunjuk PT.
 Mapan sebagai distributor resmi, maka hanya rekanan yang  membeli 
barang atau memperoleh surat penunjukan/ surat dukungan dari PT. Mapan 
saja yang diloloskan, dan nantinya dari beberapa rekanan yang mendapat 
dukungan dari distributor resmi itu saja yang dievaluasi. Sedangkan yang
 lain harus digugurkan.

Atau nantinya jika karena kengototan para
 peserta yang tidak tahu aturan tersebut, maka biarkanlah lelang gagal 
kembali dan sesuai perpres 54/2010, maka panitita/dinas pendidikan 
berhak melakukan pengadaan barang memlalui
 penunjukkan langsung. Dan langsung saja memilih sesuai dengan kebijakan
 Depdiknas, tentang distributor resmi. maka tinggal melakukan 
penunjukkan langsung pada rekanan yang mendapat dukungan dari 
Distributor resmi depdiknas, baik untuk buku perpustakaan, alat peraga 
pendidikan dan teknologi informatika

    

    Lelang Buku DAK Gagal Dua Kali
    Jum\’at, 06-05-2011 12:04:08
    Jika Gagal Lagi,Kelewatan

    PACITAN-Pengadaan buku SD dan SMP yang bersumber dari Dana Alokasi
    Khusus(DAK)2010 di Pacitan terhambat. Sebab,proses tender proyek
    bernilai lebih dari Rp10 miliar itu sudah dua kali batal.Tender kali
    pertama digelar Oktober silam lantas diulang 21 April lalu yang
    sama-sama
 gagal.

    Ketua Pokja Unit Layanan Pelelangan(ULP)Bidang Pengadaan Barang Dindik
    Pacitan Sarno Utomo menyebut dua penyebab pembatalan proses lelang buku
    DAK tersebut.Pertama,tidak terpenuhuninya jumlah judul buku yang
    ditawarkan sejumlah rekanan.Peserta lelang tidak mampu melampirkan
    jumlah judul buku terendah sebanyak 970 judul.”Dalam proses pendaftaran
    lelang pertama,jumlah terbanyak dari rekanan hanya 680 judul buku,jelas
    Sarno,kemarin(5/5).

    Penyebab kedua,imbuh dia,munculnya perbedaan persepsi antara ULP dengan
    calon penyedia barang. Ini terkait petunjuk teknis Permendiknas Nomor 18
    dan 19 Tahun 2010 tentang Juknis Pelaksanaan DAK.Sebanyak 58 rekanan
    peserta lelang sempat menuding pihak pokja ULP
 menyalahi prosedur
    lantaran dianggap menunjuk buku yang disediakan salah satu
    penerbit.”Penilaian itu tidak benar.Satu paket buku perjenjangnya harus
    dikeluarkan 80 penerbit,”terang Sarno.

    Perbedaan persepsi antara Pokja ULP dengan rekanan itu terungkap dalam
    proses penjelasan pekerjaan (aanwijzing),pada 21 April lalu.Karena tidak
    adanya titik temu,maka ULP membatalkan tahapan proses tender dan
    disetujui pihak calon penyedia barang.Tertundanya tender proyek DAK buku
    itu membuat pihak ULP harus memutar otak agar tidak gagal untuk ketiga
    kalinya. Kata Sarno,pihaknya berupaya menyusun formulasi yang tepat
    agar pengadaan buku yang diperuntukkan untuk perpustakaan itu
    terealisasi secepatnya.”Kalau gagal untuk
 ketiga kalinya ya
    kebangeten.Dan,proses mulai awal lagi,”ungkapnya.

    Ditanya batas akhir dimulainya proses tender kali ketiga,Sarno tidak
    bisa memastikan.Namun,dia menegaskan,proyek DAK buku tahun anggaran 2010
    itu harus segera rampung.Sesuai keputusan pemerintah pusatm sebelum
    akhir tahun proyek bernilai miliaran rupiah itu harus selesai.(fik/hw)
http://mukhlason.wordpress.com/2011/04/21/ada-apa-dengan-pacitan/

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke