kremasi adalah proses paling mahal untuk mengantar 
manusia ke alam berikutnya.
secara umum biaya kremasi di krematorium paling murah 3 juta, belum 
termasuk peti mati dan ongkos nangis (katanya di budaya cina 
kalo pelayat ikut nangis bisa dapet angpau).
kalau petinya tebel maka tarifnya bisa sampe 5-10 juta.
apalagi kalo peti nya dari keramik buat melapis 
pesawat ulang alik discovery itu, perusahaan jasa kremasi 
bisa bangkrut soalnya petinya ngga hangus2.

ada sih tarif kremasi yg agak murahan.
tapi dibakarnya pake lilin ulang tahun sebanyak umur mayat.
kremasi paket hemat ini cocok buat kimhook nanti kalo mati, 
disesuaikan dengan sisa tabungannya.

di bali, hanya orang2 super kaya yg bisa menyelenggarakan 
upacara ngaben.
jaman dulu kalo ngaben yg digunakan adalah kayu bakar biasa.
akibatnya proses pembakaran bisa sehari semalam.
karena mem-barbecue manusia sampe tinggal abu doang perlu api 
besar yg menyala terus menerus.
jaman sekarang sudah mulai pakai cara yg lebih praktis, yaitu 
pake semacam kompor minyak tanah.
masalahnya harga bbm sekarang ngga murah.
sebagian orang cari cara yg lebih murah, yaitu dibuang ke laut.
masalah lagi, bagi sebagian orang membuang mayat ke laut 
hampir ngga ada bedanya dengan ngasih makan ikan hiu, agak 
kurang beradab begitu.

ujung2nya yg paling beradab itu ya dikubur di tanah.
selain tidak memerlukan sumber enerji yg besar,
mayat manusia juga akan menjadi sumber enerji bagi mahluk2 di tanah.
sehingga hukum kekekalan enerji bisa terjaga.

(kimhook olohok bingung, apa hubunganya dgn hukum kekekalan enerji? katanya)

--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Betul, jadi abu juga. 
> Yang pasti abu itu kering, tanpa kehidupan. 
> Artinya, tidak mengandung jasad renik yang baik 
> untuk bumi / tanah. 
> 
> Lagipula abu bisa bikin batuk.. 
> 
> --- "Stanley Sethiadi" <ssethiadi@> wrote:
> 
> > Dikremasi juga jadi abu. Proses jadi abu lebih cepat daripada 
> > dikubur.
> > 
> > Salam. Stanley.
> > 
> >  
> > 
> > From: ajeg
> > 
> > --- "kim" <kimhook@> wrote:
> > > 
> > > Dengan demikian, cara kremasi tidak lah menjadi kendala
> > > dalam ajaran Kristen dan dengan sendirinya cara kremasi
> > > itu lebih ramah terhadap lingkungan juga lebih praktis. 
> > 
> > O tidak bisa... 
> > Kuno itu. 
> > 
> > Di adab modern yang green, sampah nggak boleh lagi 
> > dibakar, tapi didaur ulang. Sampah basah juga didaur 
> > jadi humus. 
> > 
> > Adapun jenazah segar, ya didaur di dalam tanah. 
> > Termasuk yang abis didodet-dodet & diewer-ewer 
> > mahasiswa kedokteran. 
> > 
> > Coba sesekali kulik itu Genesis 3:19. Atau, perhatiin 
> > pendeta-pendeta Hollywood di pinggir lobang kubur, 
> > "earth to earth, ashes to ashes, dust to dust." 
> > 
> > Gitu katanya selalu. 
> > 
> > 
> > 
> >   _____
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke