orang prancis emang maunya revolusi, JANGAN PULANG INDONESIA LU --- In [email protected], "Umar Said" <kontak@...> wrote: > > Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/ > > > > yang > sampai sekarang sudah dikunjungi 749 240 kali > > > > ===== ========== =========== > > > > Lahirnya Kekuatan Politik Alternatif > > yang Revolusioner Sangat Diperlukan > > > > Seperti yang sama-sama kita saksikan, negara dan bangsa Indonesia sekarang > ini sedang menghadapi masa-masa yang penuh gejolak. Banyak sekali orang > tidak bisa membayangkan atau mengira-ira apa saja yang mungkin terjadi dalam > waktu dekat ini. Buntut kasus Nazaruddin dan Anas Urbaningrum masih panjang > dan sudah membikin gonjang-ganjing besar politik yang luar biasa dahsyatnya. > > > > Kehormatan dan kewibawaan Presiden SBY sudah anjlog dalam sekali. Dalam > sejarah Republik Indonesia hanya SBY dan Suharto-lah yang merupakan > presiden kepala negara yang menjadi bulan-bulanan kutukan yang begitu hebat. > Pemerintah sudah kelihatan loyo, tidak berdaya, dan kacau menghadapi > merajalelanya korupsi serta pelecehan hukum oleh segala macam mafia di > banyak bidang. > > > > DPR yang terdiri dari wakil partai-partai, sudah tidak dipercayai lagi oleh > publik, karena banyaknya persoalan-persoalan, yang mencerminkan betapa > rusaknya moral di kalangan anggota-anggotanya. Contohnya adanya 44 (bahkan > lebih) anggota DPR yang sedang menghadapi pemeriksaan hukum karena berbagai > pelanggaran. > > > > Partai-partai sudah menjadi pelindung atau benteng para koruptor yang > menggunakan BUMN sebagai sapi perah untuk memperkaya diri dan memakai APBN > dan ABPD sebagai sumber dana haram partai. Kareanya, pemilu-pemilu selalu > menjadi kesempatan untuk mencuri berjemaah dan mengumbar chotbah-chotbah > palsu yang penuh dengan janji-janji kosong. > > > > Kerusakan akhlak juga banyak sekali terjadi di kalangan tinggi kepolisian, > kejaksaan dan peradilan. Dari yang sudah ketahuan saja, ada lebih dari 30 > bupati di antara 33 propinsi ditindak karena korupsi, dan sejumlah > gubernurpun sedang diperiksa. Bahkan, banyak suara-suara negatif juga > dilontarkan kepada petinggi-petinggi KPK (antara lain Chandra Hamzah dan Ade > Rahardja) . > > > > > > Partai Demokrat yang busuk dan bobrok > > > Kebobrokan atau kebusukan Partai Demokrat kelihatan telanjang bulat-bulat > karena munculnya berbagai kasus yang berkaitan dengan perkara Nazarrudin, > Anas Urbaningrum, Andi Nurpati, dan kongres Partai Demokrat di Bandung, > projek Wisma Atlet di Palembang dan kompleks olahraga Hambalang. Kebobrokan > Partai Demokrat ini sudah menjadi pembicaraan ramai di kalangan > masyarakat. > > > > Dari yang sudah diberitakan oleh pers dan televisi, maka banyak bukti atau > indikasi bahwa Partai Demokrat, yang merupakan partai terbesar, dan memegang > kekuasaan, ternyata adalah partai yang tokoh-tokoh utamanya paling korup, > paling tidak jujur, paling munafik. Tidak hanya Anas Urbaningrum atau > Nazaruddin saja yang demikian itu, melainkan banyak juga lainnya. (Kita > semua akan mengetahuinya lebih jelas dan lebih banyak di kemudian hari) > > > > Apa yang terjadi di kalangan Partai Demokrat adalah cermin bahwa negara kita > memang sudah memasuki pancaroba yang besar sekali. Sebab, segala macam > kebobrokan dan kebusukan itu tidak hanya terdapat di Partai Demokrat saja, > melainlan juga di partai-partai lainnya, walaupun dalam skala yang > berbeda-beda dan jenis yang macam-macam. > > > > Keadaan yang demikian buruk di kalangan partai-partai politik koalisi yang > mendukung pemerintahan SBY menimbulkan pesimisme bahwa seandainya tsunami > yang terjadi di Partai Demokrat mengakibatkan tergulingnya pemerintahan SBY > dan digantikan oleh pemerintahan lainnya, maka tidak akan terjadi > perubahan-perubahan besar. > > Sebab, besar kemungkinan bahwa pemerintahan yang begitu itu juga akan > terdiri dari partai-partai yang sekarang ini ikut membikin pemerintahan yang > korup, yang menjalankan berbagai politik yang tidak pro-rakyat, dan yang pro > neo-liberalisme. > > > > Keadaan yang serba rusak akan berlangsung lama, kalau . > > > > Keadaan yang demikian itu memberikan gambaran bahwa situasi ambrul-adul, > bobrok, dan serba rusak seperti yang kita saksikan dewasa ini, masih akan > terus berlansung lama sekali, selama masih belum bisa didirikannya > pemerintahan yang sama sekali baru, dan yang menjalankan politik yang > berbeda sama sekali dari pemerintahan-pemerintahan sejak Orde Baru sampai > sekarang. > > > > Jadinya, kita bisa bayangkan betapa banyaknya rakyat kita yang harus tetap > menderita berkepanjangan, akibat terus merajalelanya korupsi dan pelecehan > hukum dan berbagai kejahatan kalangan elite. Penderitaan ratusan juta orang > akibat kebejatan akhlak para tokoh-tokoh ini adalah kejahatan besar sekali, > yang tidak bisa dima'afkan sedikitpun oleh orang-orang yang > berperikemanusiaan. > > > > Kasus para tokoh Partai Demokrat yang terkait dengan korupsi besar-besaran > sampai ratusan miliar rupiah (bahkan mungkin sampai triliunan) , seperti > kasus Nazaruddin dan Anas Urbaningrum adalah sebagian saja dari borok-borok > parah dan busuk yang sedang membikin sakit negara dan bangsa kita sekarang > ini. > > > > Masalah Anas Urbaningrum merupakan contoh yang paling tipikal untuk dipakai > sebagai tolok ukur tentang betapa rusaknya ketokohan pimpinan partai-partai > politik kita dewasa ini. Ia adalah Ketua Umum Partai Demokrat, yang dalam > pemilu yang lalu mendapat suara lebih dari 20% (150 kursi dalam parlemen), > jauh lebih banyak dari pada partai-partai besar lainnya (Golkar 14 % dan > PDIP juga 14%). > > > > Menurut Nazaruddin, untuk bisa menjadikan Anas Urbaningrum sebagai Ketua > Umum Partai Demokrat dalam kongresnya di Bandung dalam bulan Mei 2010 telah > dihabiskan uang haram sebanyak 20 juta US dollar atau 170 miliar Rupiah. > Sebagian dari uang ini adalah hasil « permainan » dalam projek pusat > olahraga Hambalang , sebesar 50 miliar. > > > > Sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazarrudin yang masih muda ini (33 > tahun) telah mengumpulkan dana (termasuk yang haram ) dengan macam-macam > cara. Dari segala cerita tentang Nazaruddin yang paling menarik dan > sekaligus paling mengherankan adalah hubungannya dan kedekatannya (tadinya) > dengan Ketua Umumnya , Anas Urbaningrum. > > > > Kedua tokoh Partai Demokrat ini sudah berteman erat sekali sejak > bertahun-tahun sebelum Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum. Mereka berdua > sama-sama menjadi pimpinan perusahaan (antara lain : PT Anugerah Nusantara), > sering saling bertemu dan makan bersama, bikin baju sama-sama, bahkan pergi > mandi di sauna sama-sama. Nazaruddin adalah kawan terdekat dan terpercaya > Anas Urbaningrum. Karena itu banyak sekali uang « gelap » dalam jumlah > besar-besar sudah mereka tangani berdua secara bersekongkol. > > > > Hubungan kedua tokoh ini rusak, bahkan kemudian menjadi permusuhan yang > sengit sekali setelah muncul kasus korupsi dalam projek Wisma Atlet untuk > SEA Games di Palembang. Setelah Nazaruddin mengetahui bahwa akan dicekal > oleh KPK, maka ia kabur dengan keluarganya ke Singaura pada tanggal 23 Mei. > Dan sejak itu ia telah membongkar segala kebobrokan Partai Demokrat melalui > Black Berry Message, yang menghebohkan khalayak ramai. > > > > Pembongkaran kebobrokan Partai Demokrat ini kemudian lebih jelas lagi dengan > adanya telewicara melalui Skype antara Nazaruddin dengan Iwan Piliang. > Lebih-lebih lagi, dengan, pengakuan atau kesaksian 2 sopir Nazaruddin dan 2 > pengawal yang mengangkut (dengan 4 mobil) ratusan milyar Rupîah untuk > kongres Partai Demokrat di Bandung maka kejahatan besar yang dilakukan oleh > Nazaruddin dan Anas Urbaningrum makin sulit untuk ditutup-tuttupi lagi. > > > > Kerusakan moral menghebat selama di bawah kepemimpinan SBY > > > Meskipun banyak hal yang masih harus diselidiki lebih lanjut, namun apa yang > sudah dibongkar selama ini menunjukkan dengan jelas bahwa Partai Demokrat > ternyata sama sekali bukanlah partai yang bisa diharapkan untuk mendatangkan > kebaikan bagi bangsa dan negara. Di bawah kepemimpinan SBY sebagai Ketua > Dewan Pembina, partai ini justru telah mendatangkan kemunduran dan kerusakan > moral secara besar-besaran dan luas sekali di berbagai bidang. > > > > Kerusakan dan pembusukan ini sudah sedemikian parahnya dan luasnya, sehingga > adalah hanya ilusi atau mimpi kosong saja kalau ada orang atau kalangan yang > mengharapkan adanya perbaikan atau perubahan. SBY adalah sosok yang telah > gagal sebagai presiden dan pemimpin negara dan partai politik, walaupun ia > telah mendapat suara lebih dari 60% dalam pemilihan presiden yang lalu. > > > > Itulah sebabnya maka makin banyak suara yang dilontarkan oleh banyak sekali > kalangan, yang menuntut mundurnya SBY dari jabatannya sebagai presiden. > Bermacam-macam demonstrasi sudah dilancarkan oleh ormas pemuda dan mahasiswa > di banyak kota, dan berbagai ragam aksi telah digelar oleh kaum buruh, tani, > seniman dan intelektual. > > > > Banyaknya macam-macam gerakan dan aksi (dan suara-suara lewat pers dan > televisi) oleh berbagai golongan masyarakat ini menunjukkan bahwa kesedaran > politik rakyat sudah makin meningkat tinggi. Mereka sudah tidak > mempercayakan masalah-masalah penting bangsa dan negara hanya kepada DPR > atau DPRD saja , yang terdiri dari tokoh-tokoh partai yang kebanyakannya > adalah justru orang-orang yang sama sekali tidak pantas disebut mewakili > rakyat. > > > > Pentingnya kelahiran kekuatan politik alternatif > > > Makin berkembangnya berbagai gerakan atau aksi-aksi masyarakat melalui > ormas-ormas, perkumpulan atau LSM adalah pertanda yang baik dan > menggembirakan bagi kehidupan bangsa, yang sekarang sedang ditempa oleh > berbagai macam penyakit parah. Kalau gerakan atau aksi-aksi ini makin > membesar dan meluas, maka akan bisa menjadi kekuatan sosial dan politik > alternatif. > > > > Oleh karena itu, berbagai gerakan (antara lain : Gerakan Pasal 33, aksi BEM > se-Indonesia, Gerakan Indonesia Bersih, Koalisi Anti-Korupsi) perlu disokong > dengan aktif dan besar-besaran oleh semua golongan masyrakat. > > > > Kekuatan alternatif ini, yang juga merupakan gerakan ekstra-parlementer > pro-rakyat dan terdiri dari macam-macam kekuatan demokratis dalam masyarakat > (antara lain : buruh, tani, pemuda, mahasiswa, perempuan, intelektual) bisa > kemudian menjadi dasar atau sumber lahirnya partai-partai politik progresif > atau kiri, yang betul-betul mewakili kepentingan rakyat. > > > > Lahirnya partai-partai politik yang sungguh-sungguh memperjuangkan > kesejahteraan rakyat, untuk menggantikan partai-partai yang sekarang hanya > menjadi alat penipu rakyat, adalah syarat mutlak bisa tercapainya masyarakat > adil dan makmur sesuai dengan tujuan revolusi 17 Agustus 45. Hanya dengan > partai-partai yang berjuang untuk terjadinya perubahan-perubahan besar, > drastis, radikal dan fundamental maka hari depan bangsa dan negara bisa > diselamatkan dari keterpurukan seperti yang sedang kita saksikan dewasa ini. > > > > Sekarang makin jelas bagi kita semua bahwa perubahan-perubahan besar tidak > akan mungkin bisa terjadi dengan terus berkuasanya SBY bersama Partai > Demokratnya, yang mendapat dukungan dari koalisinya. Perubahan besar menuju > perbaikan negara dan bangsa juga tidak mungkin dengan partai-partai yang > tergabung dalam koalisinya, seperti Golkar atau PAN atau PKS. Dalam > kenyataannya, partai-partai semacam itu atau sejenis itu adalah sama saja > buruknya atau sama busuknya, hanya berbeda dalam kadar dan skalanya saja.. > > > > Perubahan besar-besaran hanya mungkin dengan revolusi > > > Perubahan besar-besaran dan fundamental dan drastis untuk perbaikan bangsa > dan negara hanya mungkin dengan menempuh jalan revolusi oleh kekuatan > alternatif dan partai-partai revolusioner, seperti yang sudah ditunjukkan > oleh berbagai ajaran revolusioner Bung Karno. > > > > Ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno, yang pada intinya adalah pro-rakyat, > pro-« wong cilik », anti-imperialisme dan anti-kapitalisme, untuk > menciptakan masyarakat adil dan makmur, adalah senjata di tangan kekuatan > politik alternatif dan gerakan ekstra-parlementer, untuk menggantikan > dominasi pemerintahan-pemerintahan reaksioner, sejenis pemerintahan SBY > beserta sekutu-sekutunya, yang bersekongkol dengan kekuatan asing > (neo-liberalisme). > > Ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno adalah satu-satunya jalan bagi bangsa > Indonesia untuk benar-benar merealisasikan isi UUD 45, terutama pasal 33, > mewujudkan tujuan Pancasila dalam praktek, dan menjadikan Bhinneka Tunggal > Ika menjadi kenyataan. > > > > Jalan lain menuju masyarakat adil dan makmur tidak ada ! Ini sudah > ditunjukkan oleh Orde Baru dan semua pemerintahan sejak itu, sampai > sekarang. Segala macam sistem sudah dicoba , beraneka ragam konsep sudah > ditrapkan, dan berbagai teori politik, sosial, ekonomi sudah digunakan, > namun hasilnya adalah keterpurukan seperti yang sama-sama kita saksikan > dewasa ini. > > > > Semua itu perlu menjadi renungan kita bersama ketika bangsa kita sedang > menghadapi perayaan 17 Agustus yang akan datang. > > > > Paris, 6 Agustus 2011 > > > > A. Umar Said > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
