Kasihan saya melihat Hasan Basri yang sudah gila ini.

Tapi dia tidak mau berobat..


--- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@...> wrote:
>
> dear kamerad  wawan antonov
> gue susah untuk memberikan nasehat soal ketidak puasan elo terhadap 
> kemiskinan dan ketidak adilan di Indonesia
> soalnya sudah cukup lama gue ngga tinggal di sana. Cuti setahun sekali tidak 
> bakalan mungkin membuat gua
> paham terhadap apa yang terjadi di sana. Yang gue bisa cuma meraba raba aja, 
> membandingkan dengan
> masa dulu sewaktu gue masih tinggal di sana. 
> 
> Dulu mungkin gue memiliki pendirian soal martir dari pada kemiskinan menyebar 
> yang elu sebut di bawah
> Tapi gue sekarang berubah. Gua anggap martir adalah perbuatan sia sia. 
> Pertama orang hidup lebih berguna
> dari pada orang yang mati. Orang hidup lebih produktif dan bisa menyumbang 
> sesuatu dari pada para suhada.
> 
> Menurut gue, manusia yang happy adalah manusia yang tidak statis. Dia dinamis 
> dalam berpikir, memiliki kemampuan
> untuk mencerna pemikiran orang lain untuk memperkaya pemikiran dia sendiri. 
> Manusia yang tidak happy contohnya
> adalah si debil Jusfiq dan Haji Abu Gosok.Dunia mereka hitam putih dan tidak 
> ada warna sama sekali, saran gue jangan tiru ini
> duo orang kate
> 
> Nah mengenai pilihan dari dua kemungkinan yang elo kasih, opini gua adalah
> 
> 1. Menjadi teroris untuk memberantas korupsi adalah tindakan yang merugikan 
> diri sendiri. Pertama korupsi tidak akan
> hilang lantaran elo membunuh satu dua dedengkotnya. Korupsi adalah kesalahan 
> system, person yang melakukan korupsi
> adalah dampaknya. Trus bayangkan dong kalau elo mati sebagai atheis elo kan 
> ngga membayangkan akan mampir ke surga.
> Nah lantaran hidup ini begini sebentar dan surga dan neraka elo yakin ngga 
> ada, just forget tindakan untuk jadi pasukan hisbullah.
> Pacaran banyak banyak sebelum nikah. Nikmati hidup, jalan jalan, makan enak 
> dan kalau ada duit lebih kasih derma buat
> orang yang papa.
> 
> 2. Pilihan ini jelas lebih bagus. Sebelum memikirkan kesulitan orang lain, 
> lebih baik memebenahi kesulitan diri sendiri dulu.
> Kita tidak akan bisa membantu rejeki orang miskin, jika rejeki kita juga 
> miskin. Alias untuk memberantas kemiskinan
> yang pertama adalah kita harus kaya dulu.
> 
> Jangan terlalu terpaku dengan politik wan, jadilah orang happy seperti gua 
> hahaha 
> nih ada kata kata nasehat bagus untuk elu : 
> 
> Orang Happy itu adalah orang yang ngga pelit seperti Jusplik, they always 
> give somethin, you know
> 
> The best thing to give
> 
> your enemy is forgiveness
> to an opponent, tolerance
> to a friend, your heart
> to your child, a good example
> to your father, defernce
> to your mother, conduct that make her proud of you wan
> to your self,  r e s p e c t
> 
> to all man, charity
> 
> gue lupa siapa yang ngomong begini, kalau ngga salah penulis India
> maka untuk mempraktekan ini, gue dengan ini mengampuni kedebilan dan 
> kebebalan di bonobo jusplik, dan  abu donkey
> 
> sekian
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: wawan <selarasmilis@...>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, August 5, 2011 11:43 PM
> Subject: [proletar] Re: hore week end...
> 
> 
>   
> 
> masalah gw satu, gw gak bisa liat sikon kemiskinan dan opera korupsi di 
> indonesia,
> 
> beberapa hari lalu gw sampai ditegur halus ama boss, untuk tidak masuk ke 
> politik...
> 
> tapi gw nemuin posting elu di database apakabar taon 1998, lu bilang lebih 
> baik mati terhormat jadi martir daripada ada kemiskinan menyebar...
> 
> nah...ada dua kemungkinan gw mau akhiri hidup gw...
> 
> 1. gw mau jadi martir anarki tembak koruptor atau menyusul koruptor di 
> penjara lalu gw tusuk pake pisau
> 
> 2. gw mau pensiun jadi remixer lagu techno....(tentu kalau kondisi masyarakat 
> gak carut marut)
> 
> kasih advise dung, lebih baik yang nomor satu atau dua???
> 
> --- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@> wrote:
> >
> > good for ya commie boy
> > nikmati hidup tanpa terlalu banyak memikirkan teori dialektik
> > ingat, sampeyan masih muda, jangan tiru si beruk jusplik
> > 
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke