Ini baru berita!

Setelah 7-8 kali orang serius main pemilu-pemiluan, akhirnya 
ada juga lembaga yang mau memikirkan demokrasi Indonesia dengan 
tepat. Bagus! Sudah seharusnyalah lembaga seperti KIPP ini 
mendesak (jangan cuma minta apalagi cuma usul) disediakannya 
kolom golput di surat suara. 

Secara pribadi saya mendukung penuh desakan KIPP ini. Bukan 
mustahil KIPP akan mengalami hal-hal yang lebih mengerikan 
dari saya yang cuma "digebuki" rame-rame ketika bicarakan ide 
ini lewat milis maupun kawan-kawan yang ada di partai. 

Memang lucu, semua orang (termasuk presiden) selalu bilang 
golput adalah hak warganegara. Tapi bersamaan dengan itu mereka 
tidak pernah mengupayakan hak ini terwujud dalam pemilu. 
Lihat saja, di setiap pembahasan paket UU Politik mereka lagi-lagi 
cuma meributkan hak & kepentingan partai. Samasekali tidak ada 
pembahasan tentang 'hak warganegara' tadi yang sebetulnya sudah 
dilindungi dalam Undang-Undang Dasar. 

Karena itu, KIPP perlu menggandeng lembaga-lembaga lainnya 
untuk memperkeras suara desakan ini, termasuk menggandeng TEPI. 
Cerahkan masyarakat bahwa suara golput yang disalurkan secara 
kontitusional (melalui surat suara) bisa menjadi instrumen untuk 
menekan partai politik berbenah diri. 

Kalau partai politik & pemerintah tetap menolak golput dalam 
surat suara, sudah sepantasnya rakyat memboikot pemilu 2014. 
Sebab, penolakan atas hak bersuara ini bukan cuma mengingkari 
kata-kata sendiri tapi juga pengkhianatan terhadap konstitusi. 
Lagipula orang sudah bosan dengan model pemilu fans-club. 

Pemerintah & parpol tidak perlu khawatir apatisme masyarakat 
akan meningkat pada pemilu 2014 karena saat saja ini apatisme 
rakyat sudah sangat tinggi. 

Mau meningkat ke mana lagi memangnya? 


--- 

> Pemilu 2014 - KIPP Minta Golput Ditandai di Surat Suara 
> Thursday, 11 August 2011
>
> JAKARTA Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) mengusulkan agar
> golongan putih (golput) diakomodasi dalam surat suara Pemilu 2014. 
> RUU Pemilu perlu mengatur klausul ini. Hal ini untuk memberi ruang 
> bagi masyarakat yang tidak menemukan calon wakil rakyat yang 
> dikenal atau dipercaya.
> 
> Masyarakat yang menolak memilih caleg seharusnya diberi ruang untuk
> menunjukkan calon-calon yang tidak mereka suka. Pola semacam ini
> dipraktikkan di Thailand dan terbukti banyak manfaatnya, kata
> Koordinator Kajian KIPP Girindra Sandino di Jakarta kemarin.
> 
> Secara teknis,jelas Girindra, masyarakat yang memilih golput bisa
> memberi tanda dalam sebuah kolom di dalam surat suara. Dengan
> demikian, akan diketahui tingkat ekspektasi masyarakat terhadap 
> pemilu.
> 
> Di Thailand, ada kolom vote no di sebelah kanan bawah surat suara.
> Di sanalah pemilih bisa menunjuk caleg-caleg yang tidak disukainya. 
> Bisa karena kasus korupsi, ingkar janji, tak prorakyat, atau karena 
> calon yang tersedia hanya muka-muka lama dan terbukti tak bisa 
> memberi kontribusi apa pun bagi daerah pemilihannya, papar Girindra.
> 
> Sementara itu,Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry
> Sumampouw khawatir masyarakat menganggap golput adalah pilihan sikap
> yang pantas bila hal itu diakomodasi dalam surat suara. Jumlah
> masyarakat yang tidak memilih karena alasan prinsip bisa meningkat
> tajam. Dampaknya, legitimasi terhadap para caleg terpilih akan 
> lemah, katanya.
> 
> Menurut Jeirry, akan jauh lebih baik bila parpol dan semua politikus
> didesak untuk memperbaiki kinerja dan sikapnya agar rakyat tidak 
> apatis terhadap pemilu. Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa 
> (PKB) mengkhawatirkan meningkatnya apatisme politik masyarakat pada 
> Pemilu 2014.
> 
> Hal ini akan membuat rakyat muak terhadap politik yang pada akhirnya
> memunculkan ketidakpercayaan terhadap pemilu, politikus, dan lembaga
> politik. Rakyat sangat merindukan politik yang sederhana dan
> kesederhanaan dalam berpolitik. Bukan malah menambah rumit masalah
> bangsa, ungkap Ketua Dewan Pembina Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa 
> ini.
> 
> http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/420048/




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke