Meski Tuhan Terbukti Tidak Ada, Tetap Berguna Untuk Hiburan !!!
                                                
Kalo anda bisa membuktikan bahwa gelas itu ada airnya, berarti juga bukti bahwa 
gelas itu tidak kosong.

Sebaliknya, kalo anda berhasil membuktikan gelas itu kosong, maka berarti juga 
membuktikan bahwa gelas itu tidak ada isinya.

Demikianlah, kalo anda bisa membuktikan bahwa Tuhan itu "ada", maka berarti 
anda berhasil membuktikan bahwa "Tuhan yang tidak ada" itu adalah salah.  
Sebaliknya kalo anda bisa membuktikan Tuhan itu "tidak ada", maka sama artinya 
anda berhasil membuktikan bahwa "Tuhan yang ada" adalah tidak benar atau salah.

Demikianlah, bahwa "Tuhan itu ada" belum pernah ada yang bisa membuktikan 
sepanjang sejarah alam semesta ini.  Sebaliknya, bahwa "Tuhan itu tidak ada", 
sudah lebih dari 1000 tahun bisa dibuktikan para filosofer maupun para 
cendikiawan.

Kalo sekarang anda menyaksikan semua negara2 maju melarang pelajaran agama 
disemua sekolah2 pemerintah, maka tindakan ini bukan berarti bahwa dikarenakan 
"adanya Tuhan" melainkan karena mereka berhasil membuktikan secara pasti "tidak 
adanya Tuhan" sehingga melarang buang2 uang pajak rakyatnya untuk dongengan2 
yang memboroskan.

Tapi melarang agama disekolah bukan berarti "anti-agama", negara2 maju 
menyadari, agama hanya lah kepercayaan yang bersifat entertainment yang 
harusnya dibiayai sendiri bukan dibiayai pemerintah dari uang pajak.  Sebagai 
entertainment bisa dibuktikan bahwa jalan cerita semua agama ber-beda2, sama 
seperti semua dongeng2 juga ber-beda2, setiap orang bebas memilih lebih suka 
yang mana.

> "Wong Gendeng" <wong_gendeng05@...> wrote:
> anda meminta saya untuk membuktikan bahwa
> Tuhan tidak ada, yang dapat saya lakukan
> adalah menunjukan bahwa manusia tidak
> mungkin bisa membuktikan bahwa tuhan itu
> memang ada.

Gampang, kalo gagal membuktikan Tuhan "ada", maka sama artinya membuktikan 
Tuhan "Tidak Ada".

Kalo anda gagal membuktikan diri anda "punya uang", maka sama artinya 
membuktikan anda "Tidak Punya Uang".

Cara ini adalah pembuktian secara analytic.  Tetapi ada cara lain yang disebut 
sebagai pembuktian secara "comprehensive reasoning", yaitu menyusun definisi 
"Tuhan" yang umum yang diterima semua agama untuk kemudian dibuktikan 
eksistensinya ada atau tidak.

contoh cara ini juga tidak sulit, perdefinisi "Tuhan" adalah maha kuasa, adalah 
maha pencipta, adalah maha pengampun, adalah maha kasih sayang, selebihnya 
tidak perlu diuraikan lebih lanjut karena spesifikasinya berbeda dari setiap 
agama.  Spesifikasi definisi tentang Tuhan yang ber-beda2pun sudah membuktikan 
"Tuhan" tidak ada karena segala yang ada harus jelas definisinya sedangkan hal 
yang tidak ada definisinya jelas tidak pernah ada.

Demikianlah, bisa dibuktikan ada pendeta mati ketabrak mobil, itu bukti Tuhan 
bukan maha pengampun dan bukan maha pengasih, ada Imam mesjid yang ketabrak 
kuda langsung mati, dan ini juga sama membuktikan Tuhan bukan maha pengampun 
dan maha pengasih.  Para ilmuwan membuktikan terjadinya penciptaan bintang baru 
akibat ledakan blackhole, dan ini membuktikan bahwa Tuhan bukan maha pencipta.

Dari semua cara2 pembuktian telah berhasil dibuktikan bahwa Tuhan betul2 tidak 
ada.  Oleh karena memang Tuhan itu tidak ada, maka tidak ada agama yang benar, 
dan itulah sebabnya semua negara2 maju tidak lagi menyembah agama, dan agama 
dianggap sebagai pelipur lara atau hiburan bagi orang2 yang kurang pendidikan, 
yang tidak mampu berpikir, dan sebagai kepercayaan yang bersifat komersil, 
bersifat budaya, tradisi, maupun entertainment.  Akibatnya, semua keputusan 
negara bersifat sekuler tanpa ciri2 agama apapun juga dan semua agama 
dilindungi sama sejajar meskipun saling berlawanan tidak pernah ada negara yang 
berpihak kepada satu agama saja.

Agama maupun kepercayaan adalah bersifat psikologis yang dalam medis bisa 
mengurangi sakit, juga bisa menimbulkan perasan sembuh akibat kekuatan 
kepercayaan tadi tanpa perlu spesifikasi kepercayaannya.  Itulah sebabnya, 
agama bukan lagi sebagai kekuatan politik dinegara maju.

Jadi meskipun Tuhan tidak ada, tetap ada nilai komersilnya, tetap ada nilai 
psikologisnya, tetap ada nilai budayanya, jadi meskipun Tuhan tidak ada, untuk 
saat tertentu bebas untuk dipercaya sama seperti filem Superman, meskipun tidak 
pernah ada Superman tentunya tidak perlu dilarang mereka yang suka atau percaya 
kepada Superman.

Komplikasi kepercayaan adanya Tuhan bisa juga berbahaya atau membahayakan 
dikala mereka yang percaya berkeyakinan perintah Tuhan akan kewajiban jihad 
sehingga jatuh banyak korban.

Jadi kalo ada orang Kristen yang akibat percaya "Tuhan" kemudian bagi2 
Supermie... ini hal yang baik.

Jadi kalo ada muslimin akibat percaya "Tuhan" kemudian berjihad membunuhi 
mereka yang dianggapnya tidak percaya "Tuhan" dan menolak masuk "Islam", maka 
kepercayaan seperti ini racun, menimbulkan bencana kemanusiaan, harus dilarang 
dan ditumpas.

Ny. Muslim binti Muskitawati.










------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke