http://www.tempo.co/hg/kabar_lebaran_10/2011/08/23/brk,20110823-353087,id.html
Masjid Terapung di Kota Injil 
Selasa, 23 Agustus 2011 | 07:30 WIB
Besar Kecil Normal 
 
Masjid Al-Hasan atau yang biasa disebut masjid terapung di Manokwari Barat. 
TEMPO/Jerry Omona



TEMPO Interaktif, Saat didirikan, bangunan itu diberi nama Masjid Al-Hasan. 
Namun, orang lebih sering menyebutnya masjid terapung karena bangunan itu 
berdiri di atas laut. Masjid terapung berada di ujung perkampungan nelayan 
Borobudur II, Kelurahan Padarni, Manokwari Barat.



Masjid itu didirikan pada 2000 atas prakarsa La Ode Caludin, pria asal Buton 
yang menjadi ustad di perkampungan itu. "Kawasan ini dulu dikenal angker karena 
sering terjadi pencurian," kata Caludin saat ditemui pekan lalu di kediamannya.



Saat itu Caludin baru saja berbuka puasa. Pria 43 tahun ini mengeluarkan 
sebatang rokok dan menyalakannya dengan pematik. Duduklah dia di atas menghadap 
ke laut. Tepat dua meter di bawahnya, delapan perahu ditambatkan pada tiang 
rumah.



Perkampungan Borobudur II sudah ada sejak 1970-an. Saat itu penghuninya masih 
beberapa orang dan sebagian besar adalah warga asli Papua. Memasuki 1980-an, 
mulai banyak pendatang yang menetap dan beranak-pinak di sana. "Sebagian besar 
muslim asal Buton," kata Caludin.



Lama-kelamaan, Borobudur II dianggap sebagai perkampungan nelayan muslim. 
Mereka menjadi minoritas karena jumlah umat Nasrani di Manokwari sangat 
dominan. Ini semua tidak lepas dari peranan misionaris asal Jerman, Ottow dan 
Geissler.



Kedua misionaris itu menginjakkan kaki di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855. 
Sejak itu, seluruh penduduk Manokwari dan sekitarnya menganut ajaran Protestan 
dan Manokwari mendapat julukan Kota Injil.



Menurut Caludin, dia datang ke Borobudur II pada 1993. Saat itu, meski 
berprofesi sebagai nelayan, warga jarang yang melaut. "Mereka lebih suka 
mabuk-mabukan dan berjudi," katanya.



Kondisi itu membuat Caludin prihatin. Dia memeras otak untuk mencari cara 
memerangi penyakit masyarakat itu. "Saya lalu mendirikan organisasi nelayan 
pada 1996, namanya Tuna Cakalang," katanya. Organisasi ini giat mengajak 
masyarakat kembali melaut dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan. "Kami 
juga membentuk diskusi kampung untuk membuka pikiran warga agar lebih rajin ke 
masjid."



Namun, untuk beribadah di masjid, mereka harus menempuh jarak lebih dari 2 
kilometer. Sebab, masjid terdekat berada di kelurahan tetangga. Inilah yang 
belakangan membuat Caludin berpikir untuk mendirikan masjid di Borobudur II.



Ide Caludin ternyata mendapat sambutan dari warga. Lokasi yang dipilih untuk 
mendirikan masjid berada di ujung kampung. Tempat itu sebelumnya digunakan 
anak-anak untuk belajar mengaji. Mahmud, pemilik lahan, juga mendukung rencana 
pembangunan masjid itu. "Awalnya berdiri musala dulu, baru kemudian masjid," 
kata Abu Rumkel, ketua pembangunan masjid.



Arsitektur Masjid Al-Hasan sangat sederhana. Berdinding papan dan langsung 
menyambung dengan rumah warga. Hanya sepuluh langkah dari pintu depan rumah 
Mahmud, masjid itu sudah bisa dijangkau. "Maklumlah, tidak ada bantuan 
pemerintah," ujar Mahmud.



Pada 2008, gempa sempat melanda Manokwari. Saat itu banyak bangunan yang roboh 
digoyang lindu. Namun, masjid Al-Hasan tetap tegak. "Bangunan ini mendapat 
lindungan dari Yang Maha Kuasa," kata Abu.



Abu sebenarnya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memugar masjid itu. 
"Kami pernah melayangkan surat permohonan bantuan, tapi belum mendapat 
tanggapan," kata dia.



Wakil Bupati Manokwari Robert Hammar mengatakan pemerintah sebenarnya sudah 
mengucurkan bantuan untuk perbaikan tempat ibadah. Bantuan itu diserahkan 
langsung kepada pengurus masjid dan gereja atau organisasi keagamaan. 
"Pemerintah menganggarkan Rp 700 miliar," katanya.



Sayangnya, kata Robert, bantuan itu kerap disalahgunakan. "Jadi, sekarang kami 
batasi," katanya. Untuk pembangunan masjid di wilayah Borobudur, ia belum 
mengetahuinya secara pasti. "Nanti saya cek."



JERRY OMONA


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke