Pelajaran dari Kegagalan...

+++

Jumat, 26/8/11

Viva Komunisten, Viva Sosialisten...

Kawan-kawan, selamat pagi,...

Kiranya sungguh berbahagia bisa berdiskusi dengan kawan2 yang beraliran 
komunisten dan sosialisten,
meski untuk saat ini, kita belum mampu melakukan revolusi yang lebih besar, 
namun kiranya saya bisa melihat bahwa kawan-kawan  di group  telah mengalami 
perkembangan pemikiran yang sangat pesat. Hal ini tak lain karena kita 
berdialektika dengan prinsip   utama freedom of expression, sehingga pertukaran 
pikiran diantara kita sangat cepat dan sangat progressive...

saya salut dng beberapa statemen yang diluar dugaan saya, dari seorang 
komunisten muda kelompok kita,
diskusi ini diawali oleh pertanyaan seseorang komunisten muda, 'Mengapa 
KOMUNISME gagal'???

Saya, hanya bisa mengurai sejarah dan pendekatan dari filsafat dialektika, 
bahwasanya kegagalan komunisme adalah salah  satunya akibat dogmatisme aturan 
di tingkat kamerad atas, sehingga untuk membangun kekuatan sosialis 
revolusioner masa depan,  maka sebuah ideologi harus selalu mengikuti 
perkembangan jaman, keterbukaan/perestroika adalah sebuah keniscayaan, dan  
kamerad-kamerad muda kita harus kreative,  innovative, dan menjadi lokomotive 
perubahan peradaban zaman yang tidak pernah  berakhir...

beberapa jawaban kamerad muda kita sungguh brillian, misalnya sbb:

Paman Doblang: Sebuah kegagalan tak harus mati, tapi harus bangkit dan tumbuh 
lebih baik

atau jawaban kamerad muda kita seperti berikut:

Ngadimin Von Bejo: setuju... belajar dari kegagalan lebih baik daripada belajar 
dari teori

---

Toean-toean dan kamerad-kamerad muda sekalian, mari kita perhatikan Vladimir 
Ilyich Lenin, apakah VI Lenin dalam melancarkan  revolusinya belajar dari 
teori??? teorinya siapa???

tidak...dan sama sekali tidak, Lenin adalah seorang yang berjiwa singa, pantang 
menyerah, dilengkapi dengan pengetahuan yang  baik dan mendalam tentang natural 
sains/materialisme, ilmu sosial dan banyak pengetahuan lainnya plus berani  
melakukan  percobaan-percobaan dan praktek-praktek, sehingga dia mampu 
mempunyai ataupun melahirkan pemahaman baru, pengetahuan baru,  dan teori-teori 
baru, yang dihasilkannya dari pengetahuan dan percobaan prakteknya di era-nya. 
Lenin mampu melakukan  dialektika yang baik antara pengetahuan teori dan 
praktek sehingga menghasilkan sinthesis-sinthesis bagi dirinya. Lenin  tepatnya 
boleh saya sebut sebagai ilmuwan revolusi, karena dia melakukan praktek 
revolusi, dan meski gagal di tahun 1905,  namun dia mampu menarik pelajaran 
dari kegagalannya dan mampu melakukan analisa thd kegagalan-kegagalan 
sebelumnya.

---

Sudah tidak bisa ditutupi lagi bahwasanya keberhasilan revolusi Russia 1917 dan 
pertemuan Komintern di Baku telah  menghasilkan kesepakatan memerdekakan 
seluruh negara-negara jajahan kolonialisme Eropa.

Sehingga Henk Sneevliet-pun yang dikirim oleh VI Lenin ke Ducth East Indies 
melakukan pemberontakan di tahun 1917 dengan  bendera ISDV yang nantinya 
berubah nama menjadi PKI dibawah Semaoen.

Hal yang patut kita banggakan adalah perjuangan komunisten senior kita, Musso, 
Alimin, Darsono, yang berani mendeklarasikan  berdirinya republik merdeka di 
tahun 1926 dengan mengikuti inspirasi dari revolusi Russia 1917, meski 
perjuangan ini diminta Moscow untuk dihentikan, karena moscow menganalisa 
'syarat-syarat terpenuhinya revolusi belum cukup matang',  namun kecintaan 
senior kita Musso, Alimin, Darsono demi merdekanya sebuah republik yang 
berdikari (berdiri diatas kaki  sendiri) teramat mendalam, sehingga Musso, 
Alimin, Darsono tetap berani mendeklarasikan sebuah republik merdeka di tahun 
1926  dan menentang kolonialisme belanda.

Yang patut kita banggakan adalah, didalam sejarah revolusi Indonesia sebelum 
Agustus 1945, satu-satunya pemberontakan  bersenjata yang bertujuan untuk 
mendirikan sebuah negara republik yang merdeka dilakukan oleh PARTAI KOMUNIS 
INDONESIA.

Pemberontakan ini meski gagal, dan banyak aktivisnya dibuang ke Digul dan 
Belanda ( Tan Malaka ), namun gerakan ini tentu  menunjukan bahwa rakyat 
Indonesia telah berani mengangkat senjata dan menentang kolonialisme dan berani 
mendirikan sebuah  republik yang merdeka di tahun 1926. Tentu ini suri tauladan 
yang  tiada taranya bagi perjoeangan rakyat Indonesia  selanjutnya, dan menjadi 
inspirasi yang tak pernah berakhir bagi generasi-generasi muda sosialisten 
Indonesia di masa-masa  kini dan di masa-masa mendatang

Viva Sosialisten, Viva Komunisten...

---

Ws, 26/8/2011



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke