Padahal orang Islam doyan sekali mau ngebuktikan kebenaran agama mereka lewat 
iptek. Saking tololnya orang2 Islam ini, mereka ga sadar bhw dgn begitu mereka 
sdh merendahkan si auloh.





>________________________________
>From: Wong Gendeng <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Monday, August 29, 2011 4:54 PM
>Subject: [proletar] Re: 93% Ilmuwan Menolak Percaya Adanya Tuhan !!!
>
>
>  
>Apakah benar bahwa 93% Ilmuwan tidak percaya Tuhan?, saya tidak tahu pasti 
>tetapi seharusnya 100% Ilmuwan tidak percya Tuhan.jika ilmuwan itu berbicara 
>Tuhan melulu berdasarkan bidang keilmuannya. Sebab TUHAN BUKAN KEBENARAN yang 
>bisa dibuktikan melalui ilmu pengetahuan, tetapi TUHAN HANYA KEPERCAYAAN yang 
>tidak harus melalui pembuktian ilmiah. Tapi biar bagaimanapun juga ilmuwan 
>bukanlah robot yang tidak berperasaan, tetapi ilmuwan juga manusia seperti 
>kita, yang doyan makan, doyan ngewe, yang kangen dengan keluarganya, yang 
>tidak ingin tercabut identitasnya dari lingkungan sosialnya, sehingga jika 
>ilmuwan berbicara tuhan pastilah bukan berdasarkan keilmuanya tetapi karena 
>factor lingkungan, factor social atau kebudayaan. Sebab Tuhan hanyalah produk 
>budaya, Sebagai produk budaya tuhan tidak terlepas dari budaya daerah asalnya, 
>miisalnya ada Allah sebagai produk budaya Arab, ada Shiwa sebagai produk 
>budaya India dll.
>
>Dalam perkembanganya ternyata pemahaman tuhan dari suatu kebudayaan mampu 
>melintasi batas geografis daerah tempat asalnya, meskipun demikian identitas 
>awalnya tidak bisa dihilangkan sama sekali, misalnya antara Hindu India dan 
>Hindu Bali (meskipun ada perbedaan disana sini, namun cirri kehinduan masih 
>ada), antara Sunni dan  Syiah (meskipun ada varian disana sini, namun cirri 
>keislaman masih sama) dll.  Kalau ingin dipermudah di analogikan saja dengan 
>system network. Selayaknya system network (misalnya system nya Microsoft), 
>dimana para penggunanya  bisa saja punya interest yang berbeda2, ada yang 
>minat dengan coding program database, ada yang minat dengan coding security 
>system, ada yang minat dengan coding program virus dll.  Demikian juga dengan 
>system network yang bernama tuhan (Allah), minat dari para pengguna system ini 
>berbeda beda, dapat diamati dari fenomena atao gejala yang muncul
>
>Misalnya ada orang yang sambil mengacungkan golok dan pentungan berteriak 
>teriak :  Allahu akabaaaarr, Bakaaarrr!, buunuuuuhhh, usir dari kampong 
>ini!!!. Itu gejala orang yang sudah keracunan Allah, kalo dalam network system 
>mugkin itu golongan orang yang senengnya dengan virus coding. Ada juga orang 
>interst dibidang lain, yang senegnya berdebat meskipun muter2, di milis ini 
>dulu ada Tawang, Ndeboost, Reza, Abas dll, saya percaya mereka bukan termasuk 
>jenis orang penggemar coding virus ( ini hanya contoh saja loh ya, jangan 
>sampe sampeyan merasa tersentuh pelernya. Maaf kalo begitu) meskipun gejala 
>orang keracunan Tuhan itu dapat di deteksi, apakah itu bermakna bahwa Tuhan 
>memang bener ada?, belum tentu juga sebab gejala2 itu hanya sebuah gejala, 
>seperti orang lapar, pengin ngesex, marah dll. Tetapi bedanya kalo gejala2 
>lapar, pengen ngewe, marah dll, ini ajeg, sedangkan gejala ketuhanan itu tidak 
>ajeg.
>
>Misal ada seorang mahasiswa yang sudah goblog, bukanya rajin belajar, malah 
>senengnya kluyuran dari satu night club ke disco yang lain, waktu luwangnya 
>juga bukan digunakan utnuk membaca tapi utnuk misalnya tebakan manggis atao 
>tarohan bola.  Maka dia tidak lulus ujian, ketika tidak lulus ujian peristiwa 
>ini dialami sebagai PERINGATAN DARI ATAS (baca tuhan), inipun masih harus 
>ditulusuri tuhan mana yang memberi peringatan, kalo si mahasiswa berasal dari 
>lingkungan atau kebudayaan Islam ya tentu Allah, kalo dari lingkungan Hindu 
>tentu ya Shiwa ato Wisnu, jadi kalo di tanya siapa sesungguhnya yang memberi 
>peringatan Allah atau Wisnu tidak ada jawaban yang pasti, sebab tidak dapat 
>dibuktikan, tergantung dari orang yang mengalami, namun tidak lulus ujian bisa 
>juga dialami sebagai gejala yang wajar, yang tidak ada hubunganya dengan tuhan 
>sama sekali, tdak lulus ujian hanya dianggap sebagai akibat dari senengnya 
>ngedisco dan judi bola. 
>
>Jadi masalah tuhan hanyalah maslah pribadi, yang menyangkut masalah kebudayaan 
>dan pengalaman pribadi, bukan masalah keilmuan, jadi kalo dikatakan bahwa para 
>ilmuwan tidak percaya tuhan, saya rasa seperti itulah alasanya.
>
>Rahayu
>
>--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote:
>>
>> 93% Ilmuwan Menolak Percaya Adanya Tuhan !!!
>> 
>> Dari seluruh professi ilmuwan yang ada didunia ini ternyata 93% tidak 
>> percaya adanya Tuhan, tetapi 7% dari sisanya masih mempercayai Tuhan itu 
>> sebagai simbolisme abstract saja.
>> 
>> Kesimpulannya, mereka yang percaya adanya Tuhan semuanya bukan ilmuwan 
>> karena tidak ada ilmuwan yang percaya adanya Tuhan meskipun ada 7% diantara 
>> mereka menganggap Tuhan itu sebagai simbolisme abstract yang sengaja 
>> diciptakan ada.
>> 
>> Pendapat diatas merupakan essensi apa yang dikemukakan para ilmuwan dalam 
>> link website dibawah ini, selamat menikmatinya:
>> 
>> http://www.youtube.com/watch?v=SSxgnu3Hww8
>> 
>> http://www.youtube.com/watch?v=xfZFsXfCy6s&NR=1
>> 
>> Kalo mulanya ada Tuhan, setelah munculnya Trimurti yang dianggap Tuhan, maka 
>> Tuhan yang mulanya itu jadi tidak ada karena Trimurti yang dianggap Tuhan 
>> bukanlah Tuhan dan Tuhan yang dianggap Trimurti juga bukanlah Tuhan.
>> 
>> Kedudukan Trimurti hanyalah nama dari sebuah patung, dan kedudukan Tuhan 
>> juga hanyalah nama dri sebuah angan2.  Jadi patung bukanlah Tuhan, begitu 
>> juga angan2 bukanlah Tuhan.  Bedanya, patung adalah realita dari angan2, 
>> tapi angan2 bukanlah realita dan juga bukanlah patung.
>> 
>> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>>
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke