http://www.equator-news.com/kolom/20110828/marzuki-kpk-dibubarkan-saja
Minggu, 28 Agustus 2011 
Marzuki, KPK Dibubarkan Saja 
Prayitno Ramelan
Confucius yang hidup pada tahun 551-479 SM, saat kita mungkin masih menjadi 
angin mengatakan, “Ketika tujuan tidak bisa dicapai, jangan ubah tujuannya, 
tapi koreksilah langkah-langkah untuk mencapai tujuan itu.”

Nah, dia yang kini mungkin sudah kembali menjadi angin, dan hidup jauh Sebelum 
Masehi melihat bahwa tujuan adalah kata keramat. Sekali kita menentukan tujuan, 
peganglah teguh, judulnya menjadi ‘memegang teguh tujuan’.

Pendapat Eyang Concucius (Alm) mungkin bisa kita pakai dalam menyikapi 
gonjang-ganjing soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menurut Ketua DPR 
dibubarkan saja. Mas Marzuki usai salat Jumat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 
Kamis Jumat (29/7/2011) mengeluarkan pendapat, mengajak semua rakyat Indonesia 
untuk memulai hidup baru, dan memaafkan koruptor serta membenahi sistem baru 
transaksi keuangan. “Seluruh koruptor dipanggil pulang suruh bawa uangnya 
masuk, kenakan pajak. Kita saling memaafkan seluruh Indonesia, memaafkan 
koruptor, semuanya dimaafkan. Tuhan saja memaafkan semua manusia. Tapi tidak 
boleh mengulangi lagi, kalau diulangi dihukum mati.”

Marzuki mengatakan bahwa apabila KPK sudah tidak kredibel, tidak dipercaya 
masyarakat, lebih baik dibubarkan saja. KPK jelas dibiayai anggaran negara. 
Lebih baik maafkan koruptor, dan para koruptor harus membawa uang mereka 
kembali ke Indonesia. Tetap menjadi uang mereka, namun dikenakan pajak saat 
uang itu dipindahkan ke Indonesia. “Setelah itu suruh bawa semua uang mereka 
masuk dikenakan pajak. Cukup bawa pulang ke Indonesia saja. Terlalu repot kita 
menyelidiki masa lalu. Karena masa depan adalah kehidupan kita. Semuanya kita 
saling memaafkan,” tegasnya.

Selanjutnya Marzuki menyatakan, “Kalau memberantas korupsi kita harus berani 
melakukan dua hal. Tidak boleh bertransaksi tunai di atas Rp 1 juta sehingga 
tidak ada lagi orang yang membawa miliaran uang tunai, semua harus lewat proses 
perbankan. Kita harus berani menyiapkan UU tindak pidana korupsi dengan 
pembuktian terbalik, saya yakin dalam lima tahun Indonesia akan bersih. Sebelum 
itu dibuat pemutihan. Uang di luar negeri silakan masukkan dalam negeri 
dikenakan pajak. Semuanya clear-kan dengan hal baru. Daripada uang itu beredar 
di luar negeri.”

Peryataan Marzuki sebagai Ketua DPR RI serta Anggota Dewan Pembina Partai 
Demokrat jelas bukan sesuatu yang sederhana. Nampak rasa gemas dengan kondisi 
bangsa, di mana dia kini menjadi ketua dari para wakil-wakil rakyat. Tujuan 
bangsa ini adalah membersihkan korupsi yang sudah mirip virus, menyebar. Kini 
kita mencoba mencari formula yang tepat, antibiotik untuk menanggulanginya.

Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyatakan agar KPK jangan 
dibubarkan, tetapi orang-orangnya atau pejabatnya yang perlu diperbaiki atau 
diganti apabila tidak baik. Demikian juga, kejaksaan apa perlu dibubarkan kalau 
ada pejabatnya yang tidak baik, atau Polri juga diperlakukan seperti itu? Jadi 
menurut JK, jangan KPK yang dibubarkan, pejabatnya saja yang tidak beres 
diganti.

Dari pendapat Ketua DPR RI dan mantan Wapres Jusuf Kalla tersebut, terlihat 
kegamangan dalam menghadapi kondisi pemberantasan korupsi. Ada rasa percaya dan 
tidak percaya terhadap KPK. Penulis pernah membahas masalah KPK dalam sebuah 
artikel dengan judul ‘Antara KPK dan Kopkamtib’ serta betapa beratnya dan 
lambatnya menangani kasus-kasus korupsi.

Apakah pendapat Marzuki yang oleh banyak pihak dinilai kontroversial akan 
disetujui? Tampaknya akan sulit. Biarlah dipelajari oleh para elite politik, 
karena merekalah yang akan menentukannya dengan UU. Marzuki gemas karena uang 
negara banyak sekali yang dibawa lari keluar negeri, sementara koruptor 
Indonesia yang kini kabur ke luar negeri sulit untuk ditangkap. Konsep Marzuki 
ini pernah dilakukan oleh RRC, yaitu soal pemutihan dan soal hukuman mati 
koruptor dengan ditembak. Siapa yang tidak takut? Kadang-kadang bagus juga ada 
yang berani tampil beda saat kita menemui jalan buntu


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke