Bukankah kalau perbedaan metode tetapi perhitungannya tepat, maka hasil akan 
sama. Tetapi kalau hasilnya berbeda berarti salah satu dari metode yang dipakai 
tidak benar.


http://www.mediaindonesia.com/read/2011/08/30/255228/293/14/Perbedaan-Metode-Penyebab-Bedanya-Idul-Fitri


Perbedaan Metode Penyebab Bedanya Idul Fitri 
Selasa, 30 Agustus 2011 00:09 WIB 
MI/Ghozi/rj


JAKARTA--MICOM: Perbedaan penetapan 1 Syawal terjadi karena adanya penggunaan 
perhitungan yang menyimpang dari kelaziman astronomi modern. Hal itu dikatakan 
Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan 
Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin. 

"Penyimpangan dari kelaziman astronomi modern ini dengan masih digunakannya 
metode lama dalam hisab dan rukyat. Metode lama ini misalnya, hisab urfi hanya 
dengan periode tetap, dengan pasang air laut serta metode wujudul hilal," kata 
Thomas di Jakarta, Senin (29/8). 

Pakar astronomi ini menyayangkan ormas Islam yang masih kukuh menggunakan hisab 
wujudul hilal. "Kalau kriteria menggunakan hisab wujudul hilal tidak diubah, 
dapat dipastikan awal Ramadan 1433 (2012), 1434 (2013), dan 1435 (2014) juga 
akan berbeda dan masyarakat dibuat bingung tetapi hanya disodori solusi 
sementara, 'mari kita saling menghormati," katanya. 

Menurut dia, perbedaan penetapan Idul Fitri itu akan terus berulang yakni 
ketika bulan pada posisi yang sangat rendah, tetapi sudah positif di atas ufuk. 
Contohnya pada kasus penentuan Idul Fitri tahun ini. Yakni saat Maghrib 29 
Ramadan/29 Agustus, bulan sudah positif tetapi tingginya di seluruh Indonesia 
hanya sekitar 2 derajat atau kurang. 

Dengan posisi bulan seperti itu, Muhammadiyah sejak awal sudah mengumumkan Idul 
Fitri jatuh pada 30 Agustus 2011 karena bulan sudah wujud di atas ufuk saat 
Maghrib 29 Agustus 2011, padahal saat itu bulan masih terlalu rendah untuk bisa 
memunculkan hilal yang teramati sesuai dalil syar'i. 

"Perlu diketahui, kemampuan hisab sudah dimiliki semua ormas Islam secara 
merata, termasuk NU dan Persis, sehingga data hisab seperti itu sudah diketahui 
umum. Dengan perangkat astronomi yang mudah didapat, siapa pun kini bisa 
menghisabnya, tidak ada yang istimewa," katanya. 

Sedangkan metode Imkan Rukyat adalah tren baru astronomi yang berupaya 
menyelaraskan dengan dalil syar'i, ujar alumni ITB yang mengaku sering 
mengkritik metode hisab rukyat berbagai ormas Islam itu. 

"Muhammdiyah tampaknya terlalu ketat menjauhi rukyat terjebak pada kejumudan 
atau kebekuan pemikiran dalam ilmu falak atau astronomi terkait penentuan 
sistem kelendernya," katanya. 

Apa lagi, ujarnya, perhitungan imkan rukyat kini sangat mudah dilakukan, 
terbantu dengan perkembangan perangkat lunak astronomi, bahkan informasi 
imkanrur rukyat atau visibilitas hilal juga sangat mudah diakses dalam jaringan 
(secara online) di internet. (Ant/OL-04) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke