Kamis, 23.00 WIB ditayangkan SEJARAH 9/11 dari penuturan seorang 2 mantan 
anakbuah bodyguard Osama dan satu informan CIA, dan mereka bercerita panjang 
lebar mengenai latar belakang kisah pemboman WTC 9/11. Wawancara dengan seorang 
mantan Al Qaeda dari Yemen yang marah setelah dituduh sebagai pengkhianat, lalu 
keluar dari Al Qaida dan berbalik menjadi informan Amerika. 

Tahun 1998, Osama ada di Afghanistan dan membangun kamp di sana, dikunjungi 
seorang pangeran Arab dengan kedok mau berburu burung, membawa pesawat Hercules 
dan membuat dua lapis camp. 

Tahun 2000, Osama bin Laden khotbahnya di depan para pengikutnya sama seperti 
yg kudengar dibacakan di masjid2 tiap jumat. Termasuk segala puja dan puji 
untuk junjungan besar Nabi Muhammad SAW dan Allahu Akbar.  
para jihadis dilatih di Afhanistan. 
 
anak buahnya fanatik dan minta jadi jihadist. 

pemboman WTC itu bukan rekayasa Mossad atau sejenisnya, tetapi benar2 kerjaan 
Al Qaida.  

Pemboman WTC itu keberhasilan sangat sukses diluar dugaan Osama sendiri. Mereka 
bersuka cita dan berteriak Allahu Akbar.  

Semua ini politik, kekuasaan, dengan cover agama. 

Mereka sangat rajin sholat. Mereka rajin puasa dan melakukan semua hukum Islam. 
Alasan mereka melakukan teror hanyalah karena mereka sakit hati karena 
kekecewaan dan penderitaan yang mereka alami di Palestina, di Yemen, 
Afghanistan dll Dengan alasan itu mereka membalas dendam pada orang Amerika 
yang tidak bersalah. 

Jadi mereka dalam agama ISLAM diajari untuk balas dendam, melakukan kejahatan 
dengan kejahatan, karena ISLAM memang tidak bisa solusi spiritual mengampuni 
dan mengubah negatif menjadi positif. 

Ini sama dengan komunitas Yahudi militant pada zaman Jesus yang menyebut diri 
mereka orang Zealot. Orang militant Yahudi inilah yang menyebabkan Jerusalem 
dibumi hanguskan pasukan Romawi. Inilah juga pasukan militant jihadist yang 
bunuh diri di benteng Masada.   

Ini beda dengan apa yang terjadi pada komunitas Nasrani yang berhadapan dengan 
kekuasaan ROmawi dan kaisar Nero. Ditindas puluhan tahun bukan membuat Kristen 
menjadi militant, tidak ada satupun sejarah mengatakan pengikut Jesus saat itu 
melakukan pemberontakan. tetapi dengan cara damai mereka membuat seluruh 
kekaisaran Rum menjadi Kristen.  

Lalu kesimpulanku:

- jumlah ibadah dan tatcara agama Islam yang banyak tidak mengubah manusia 
menjadi lebih bermoral apalagi spiritual. Agama Islam dalam versinya yang asli 
itu sia-sia dan gagal membentuk spiritualitas. Jangan mimpi tentang moral 
dengan belajar syariat dan hukum Islam. Jangan mimpi makin baik dengan makin 
serius menjalankan hukum agama.  

- Islam tidak punya cara damai. Dimanapun diajarkan, entah di Nigeria, Somalia, 
Afghan, Indonesia, Moro, dimanapun ... selalu terjadi ekstrimisme, entah 
melawan aliran lain, paham lain, atau sesama Islam sendiri, sesuai dengan rekor 
anak cucu dan penerus Muhammad yang saling berbunuhan terus menerus hingga abad 
ini.   

Kesimpulan itu bagiku sudah FINAL, terbukti sah, aku dapatkan dari ratusan dan 
ribuan kasus yang kuamati dan kuperhatikan dan ku analisis selama sepuluh 
tahunan. 

 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke